LOMBOK BARAT, ntbkita.com-Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Abul Chair mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan pembangunan sebagai alasan merusak lingkungan. Ia menegaskan, pembangunan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam.
Pesan itu ia sampaikan saat memimpin Apel Siaga Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kegiatan berlangsung di Lapangan Hutan Nuraksa Kumbi, Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (20/6/2026).
Apel siaga itu mengusung tema “Now for Climate” atau “Sekarang untuk Iklim”. Abul Chair menegaskan, krisis lingkungan menuntut tindakan nyata saat ini, bukan di masa mendatang.
“Sekarang, bukan nanti atau besok. Lingkungan tidak memberi kesempatan kepada kita untuk terlambat. Ketika kita terlambat menyelamatkan lingkungan, dampaknya bisa menjadi kerusakan yang tidak dapat diperbaiki kembali,” tegasnya.
Sindir Kebiasaan Buang Sampah ke Sungai
Sekda NTB juga menyoroti rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam mengelola sampah. Ia menyindir kebiasaan warga membuang sampah ke sungai dan berharap sampah terbawa arus hingga ke tempat pemrosesan akhir (TPA).
“Sering kali sampah kita titipkan di sungai dan berharap bisa sampai sendiri ke TPA. Cara berpikir seperti ini justru menjadi bagian dari penyebab kerusakan lingkungan,” ujarnya.
Abul Chair juga mengkritik praktik eksploitasi lingkungan yang kerap memakai narasi pembangunan. Menurutnya, pembangunan tidak boleh mengorbankan kelestarian alam.
“Jangan sampai kerusakan lingkungan dibenarkan atas nama pembangunan. Menebang pohon tanpa upaya pemulihan dan menggantinya dengan beton bukanlah pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.
Dorong Transportasi Ramah Lingkungan
Sebelum apel siaga, Sekda NTB membuka pameran kendaraan listrik. Pameran itu menjadi bagian dari kampanye penggunaan transportasi ramah lingkungan.
Menurut Abul Chair, transisi menuju kendaraan listrik menjadi salah satu langkah nyata untuk mengurangi dampak perubahan iklim.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, komunitas lingkungan, masyarakat adat, dan warga NTB terus menjaga kelestarian alam. Upaya itu penting demi generasi mendatang.
“Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama menjaga bumi ini. Semangat menjaga lingkungan harus terus kita rawat demi masa depan NTB yang lebih baik,” pungkasnya.
DLHK NTB Paparkan Berbagai Aksi Nyata
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB H. Didik Mahmud Gunawan Hadi, ST., M.Si., melaporkan sejumlah kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Menurut Didik, peringatan tahun ini tidak hanya bersifat seremonial. DLHK NTB mengisinya dengan berbagai aksi nyata yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian besar yakni Pasar Pangan Murah. Kegiatan itu berlangsung pada 5 Juni di kawasan TPA Regional Kebon Kongok dan Desa Taman Ayu.
Program hasil kolaborasi DLHK dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB itu bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
DLHK NTB juga menggelar aksi bersih-bersih massal di sepanjang jalur Bypass BIL pada 6 Juni. Kegiatan itu melibatkan sekitar 1.200 peserta dan berhasil mengumpulkan 4,3 ton sampah.
Rangkaian kegiatan lainnya meliputi telekonferensi bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. DLHK NTB juga menyalurkan kompensasi dampak lingkungan bagi delapan desa di sekitar TPA Regional.
Pada puncak acara di Hutan Nuraksa Kumbi, DLHK NTB turut menghadirkan pameran produk UMKM berbasis lingkungan.
Didik juga mengungkapkan rencana kunjungan Menteri Lingkungan Hidup ke NTB pada 5–6 Juli mendatang. Agenda kunjungan itu meliputi penanaman pohon dan peninjauan pengelolaan sampah di Gili Trawangan.
Penanaman 200 bibit pohon di kawasan Hutan Nuraksa Kumbi menjadi penutup rangkaian kegiatan. Aksi itu menjadi bagian dari gerakan penghijauan nasional.
“Harapan kami, seluruh rangkaian kegiatan ini dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga lingkungan hidup demi keberlanjutan generasi masa depan,” ujar Didik.










Komentar