Produk Lokal NTB Didorong Jadi Tulang Punggung MBG

Avatar photo

Sabtu, 30 Mei 2026 - 01:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Produk pangan lokal di Provinsi NTB didorong untuk bisa menyuplai bahan baku pada program Makan Bergizi Gratis. (humas pemprov ntb)

Produk pangan lokal di Provinsi NTB didorong untuk bisa menyuplai bahan baku pada program Makan Bergizi Gratis. (humas pemprov ntb)

MATARAM, ntbkita.com-Pemprov NTB mendorong produk lokal menjadi tulang punggung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini tidak hanya menyasar pemenuhan gizi anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi kerakyatan di daerah.

Sekda NTB Abul Chair menegaskan komitmen itu saat menghadiri rapat koordinasi penguatan sinergi ekonomi kerakyatan di Hotel Lombok Raya, Jumat (29/5). Agenda itu membahas pemberdayaan BUMDes dan koperasi dalam penguatan rantai pasok, sistem keamanan pangan, serta kepatuhan terhadap SOP Program MBG.

Seluruh kepala SPPG, koordinator wilayah, koordinator kecamatan, mitra, serta yayasan se-NTB hadir dalam kegiatan itu.

Abul Chair mengapresiasi fasilitasi dan sosialisasi Program MBG. Menurut dia, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program nasional itu.

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTB, kami menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Program MBG bukan sekadar program pemenuhan gizi, tetapi merupakan investasi besar bangsa untuk masa depan generasi Indonesia,” ujar Abul Chair.

Baca Juga :  KNPI NTB Dukung Direksi Baru GNE, Sebut Iwan Slenk Tepat Jadi Komisaris

Gerakkan Ekonomi Desa

Abul Chair menegaskan, MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi anak. Program ini juga harus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, UMKM, koperasi, hingga distribusi lokal dalam satu ekosistem ekonomi daerah.

“Program ini memiliki efek ganda, yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi sekaligus menggerakkan ekonomi desa dan masyarakat. Dana program diharapkan berputar langsung di masyarakat sehingga menciptakan dampak ekonomi yang luas,” katanya.

Menurut Abul Chair, Pemprov NTB ingin manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat lokal. Karena itu, rantai pasok daerah perlu diperkuat agar produk lokal mampu bersaing dan tidak kalah oleh produk dari luar daerah.

Hingga Mei 2026, pelaksanaan MBG di NTB tercatat memiliki 842 SPPG. Dari jumlah itu, 733 unit sudah aktif. Program ini juga melibatkan lebih dari 4.300 penyedia lokal, menyerap lebih dari 39 ribu tenaga kerja, dan menjangkau sekitar 1,9 juta penerima manfaat.

Baca Juga :  Desa Berdaya Jadi Senjata NTB Lawan Kemiskinan

Keamanan Pangan Jadi Prioritas

Abul Chair menekankan tiga fokus utama dalam pelaksanaan MBG. Yakni penguatan rantai pasok lokal, keamanan dan kualitas pangan, serta disiplin terhadap SOP dan tata kelola program.

“Produk MBG harus dikenal sehat, higienis, aman, dan terpercaya. Karena itu, keamanan pangan dan kepatuhan terhadap SOP menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Ia menambahkan, visi pembangunan NTB Bangkit Bersama Menuju NTB Makmur Mendunia harus hadir melalui pembangunan yang menyentuh masyarakat desa, petani, nelayan, perempuan, dan generasi muda.

“Untuk itu MBG harus menjadi gerakan bersama untuk memperkuat kualitas generasi muda, memperkuat ekonomi rakyat, dan memperkuat kemandirian pangan daerah,” katanya.

Pemprov NTB ingin MBG memberi manfaat berlapis bagi daerah. Anak-anak mendapat asupan gizi. Di sisi lain, petani, peternak, nelayan, UMKM, koperasi, dan pelaku distribusi lokal mendapat ruang lebih besar dalam rantai pasok program.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wisatawan Bisa Belanja Pakai QRIS di Pasar Kuta Mandalika
RSUP NTB Bersiap Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Gubernur NTB Gaungkan Pesan Perdamaian Dunia saat Hari Lahir Pancasila
Tergiur Tawaran Bangun Dapur MBG, Pengusaha di NTB Ditipu Rp 950 Juta
Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa akan Dibangun di Bima
Program Desa Berdaya Pemprov NTB Gerakkan Ekonomi Desa
Pemprov bersama KONI NTB Matangkan PORPROV XII Tahun 2026
WTP Berjamaah di NTB, BPK: Bukan Jaminan Bebas dari Penyimpangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 21:15 WITA

Wisatawan Bisa Belanja Pakai QRIS di Pasar Kuta Mandalika

Senin, 1 Juni 2026 - 20:50 WITA

RSUP NTB Bersiap Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan

Senin, 1 Juni 2026 - 15:42 WITA

Gubernur NTB Gaungkan Pesan Perdamaian Dunia saat Hari Lahir Pancasila

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:34 WITA

Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa akan Dibangun di Bima

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:26 WITA

Program Desa Berdaya Pemprov NTB Gerakkan Ekonomi Desa

Berita Terbaru

Ilustrasi pembayaran nontunai. (generated by chatgpt)

Daerah

Wisatawan Bisa Belanja Pakai QRIS di Pasar Kuta Mandalika

Senin, 1 Jun 2026 - 21:15 WITA

Visitasi tim Kementerian Kesehatan ke RSUP NTB. (humas pemprov ntb)

Daerah

RSUP NTB Bersiap Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan

Senin, 1 Jun 2026 - 20:50 WITA

Skuad awal Timnas Portugasl di Piala Dunia 2026. (Ilustrasi AI)

Olahraga

Portugal Umumkan Skuad Piala Dunia 2026, Ronaldo Jadi Sorotan

Senin, 1 Jun 2026 - 19:21 WITA