MATARAM, ntbkita.com-Satreskrim Polresta Mataram mengungkap kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Mataram berinisial NDR. Polisi menangkap pria berinisial H yang mereka duga sebagai pelaku.
Tim gabungan Jatanras Polda NTB dan Polresta Mataram membawa H ke Mapolresta Mataram, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 18.20 Wita.
Saat itu, petugas membawa H menggunakan mobil operasional berwarna putih. H mengenakan jaket putih ketika petugas menggiringnya menuju ruang Jatanras.
Selain itu, H terlihat berjalan pincang. Ia memiliki bekas luka tembak pada betis kirinya.
H Mengaku Bertindak Refleks
Saat wartawan menanyakan alasan membunuh korban, H hanya memberikan jawaban singkat.
“Saya reflek,” sebut H sambil berjalan menuju sel tahanan Jatanras.
Namun, polisi belum menjelaskan motif pembunuhan secara terbuka. Polisi akan menyampaikan perkembangan kasus melalui konferensi pers.
Kasatreskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP mengatakan penyidik masih mendalami perkara itu.
“Nanti kita akan rilis,” sebut Dharma.
Polisi Temukan Luka Jeratan
Sebelumnya, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa kondisi luar jenazah.
Dari pemeriksaan awal, polisi menemukan bekas luka jeratan pada tubuh NDR. Selain itu, petugas menduga korban mengalami luka pada bagian badan.
Meski demikian, polisi masih mendalami rangkaian kejadian dan motif H. Penyidik juga belum menjelaskan hubungan antara korban dan pria berinisial H.
Keluarga Temukan Korban di Kamar Kos
Keluarga menemukan NDR meninggal di kamar kosnya pada Minggu (18/5/2026) dini hari. Korban merupakan mahasiswi semester VI Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unram.
Sebelumnya, seorang teman korban yang berada di Jakarta mencoba menghubungi NDR pada Jumat (16/5/2026) malam. Namun, telepon genggam korban tidak aktif.
Karena itu, teman korban menghubungi keluarga NDR. Keluarga kemudian mendatangi kamar kos korban pada hari berikutnya.
Setelah tiba di lokasi, keluarga mengetuk pintu kamar berulang kali. Namun, korban tidak memberikan respons.
Selanjutnya, keluarga dan teman korban melihat kondisi kamar melalui ventilasi. Mereka mencium aroma tidak sedap dan melihat korban terbaring di atas kasur.
Kemudian, pihak keluarga meminta kunci cadangan kepada pengelola kos. Setelah membuka pintu, mereka menemukan NDR dalam kondisi meninggal dunia.
Korban berasal dari Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat. Setelah itu, pemilik kos berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan melaporkan kejadian kepada Polsek Selaparang.










Komentar