LOMBOK TENGAH, ntbkita.com-Sebanyak 12 sekolah di Kabupaten Lombok Tengah menjadi pilot project program pencegahan kekerasan, perundungan, eksploitasi, dan praktik yang dapat menghambat tumbuh kembang anak. Program berlangsung selama satu tahun dengan melibatkan sejumlah mitra.
Kepala DP3AP2KB Lombok Tengah Kusriadi mengatakan program itu ingin menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi peserta didik.
“Program ini untuk mendukung peserta didik memperoleh pendidikan dalam lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, bebas dari bullying,” katanya, Kamis (17/9/2026).
Program melibatkan Classroom of Hope (COH) Australia, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB, serta Gugah Nurani Indonesia (GNI). Tahun ini, program menyasar 12 sekolah, antara lain tiga SD, empat SMP, serta sekolah di lingkungan pondok pesantren.
Perkuat Guru BK dan Konselor Sebaya
Sementara itu, Program Manajer GNI NTB Denok Sari Saputri mengatakan program juga memperkuat kapasitas guru BK dan peer counselor.
Selain pencegahan perundungan, program mencakup pencegahan perkawinan anak, penguatan lingkungan sekolah aman, serta pengelolaan sampah dan lingkungan sekolah.
Ketua LPA NTB Sukran menilai sekolah memiliki posisi strategis dalam perlindungan anak. Karena itu, kolaborasi pemerintah, sekolah, dan mitra menjadi bagian penting untuk memperkuat lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak.
Ke depan, pemerintah merencanakan perluasan program ke seluruh sekolah di Lombok Tengah.










Komentar