Gubernur NTB Gaungkan Pesan Perdamaian Dunia saat Hari Lahir Pancasila

Avatar photo

Senin, 1 Juni 2026 - 15:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. (humas pemprov ntb)

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. (humas pemprov ntb)

MATARAM, ntbkita.com-Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menggaungkan pesan perdamaian dunia dari NTB. Pesan itu ia sampaikan saat menjadi inspektur upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Senin (1/6).

Pemprov NTB menggelar upacara itu dengan khidmat. Jajaran Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah, perwakilan instansi vertikal, pasukan TNI dan Polri, serta ASN Pemprov NTB mengikuti upacara.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia. Tema itu menegaskan peran Pancasila sebagai dasar persatuan bangsa sekaligus pesan Indonesia untuk perdamaian global.

Miq Iqbal menegaskan, peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Menurut dia, momentum ini harus menjadi ruang refleksi untuk menjaga api Pancasila tetap menyala dalam jiwa masyarakat.

Saat membacakan pidato tertulis Kepala BPIP, Miq Iqbal menyampaikan bahwa nilai luhur Pancasila sangat relevan untuk menjaga keutuhan NKRI. Ia juga menekankan bahwa ideologi negara memberi jawaban penting bagi perdamaian dunia.

Baca Juga :  Qatar Lirik Mandalika, NTB Tawarkan Investasi dan Tenaga Kerja Terampil

Pancasila terbukti tangguh menjadi penuntun arah dan jangkar moral di tengah ketidakpastian serta disrupsi teknologi global. Sehingga NKRI tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang mampu menyatukan keragaman.

Indonesia Bawa Pesan Perdamaian

Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik yang hidup dalam satu kebangsaan. Keragaman itu menjadi kekuatan besar ketika bangsa ini memegang nilai Pancasila.

Sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, Indonesia memikul tanggung jawab besar untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia. Melalui politik luar negeri bebas aktif, Indonesia membawa nilai musyawarah mufakat sebagai instrumen diplomasi.

Nilai itu membantu menjembatani perbedaan dan meredam konflik antarnegara. Indonesia juga terus menunjukkan kepemimpinan di kancah internasional.

Sejauh ini, Indonesia mengambil peran melalui Pasukan Perdamaian di bawah bendera PBB. Indonesia juga aktif menjadi mediator konflik regional dan menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih menghadapi penjajahan.

Miq Iqbal menegaskan, langkah itu mencerminkan sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Ia berharap masyarakat dunia melihat perdamaian sejati sebagai hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.

Baca Juga :  Belanja 2026 Naik Rp 319 Miliar, Pemprov-DPRD NTB Sepakati KUA-PPAS Perubahan

Pancasila Harus Hidup

Pada akhir pidato, Miq Iqbal berpesan agar generasi muda menjadikan Pancasila sebagai living ideology. Pancasila harus hidup dalam sikap, kebijakan, dan tindakan sehari-hari.

Nilai dasar negara tidak boleh hanya menjadi pajangan dinding kantor atau catatan dalam buku sejarah. Pancasila harus menuntun cara bangsa ini menjaga persatuan, melawan intoleransi, dan merawat kemanusiaan.

Miq Iqbal juga menitipkan pesan agar setiap kebijakan publik berlandaskan asas keadilan sosial. Pemerintah harus menjamin hak masyarakat terkecil dan memastikan tidak ada warga negara yang merasa tertinggal dari program pembangunan.

Seluruh elemen bangsa juga harus bersatu melawan intoleransi. Dengan cara itu, Indonesia dapat menjaga keharmonisan NKRI yang aman dan damai.

Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta. Mereka ingin menunjukkan bahwa Indonesia tumbuh sebagai bangsa besar karena persatuan dan kemanusiaan. (Diskominfotik)

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gagasan Museum Desa dari NTB Tembus Konferensi Permuseuman Dunia ICOM CECA 2026
Pemprov NTB Percepat Pencairan Dana Desa Berdaya, 131 Desa Belum Lengkapi Berkas
Angka Stunting Lombok Timur Turun Jadi 18,4 Persen pada Agustus 2026
Helikopter Evakuasi Pendaki Asal Belanda yang Alami Cedera Kaki di Gunung Rinjani
Antisipasi Kemarau, Kodim Lombok Tengah Bangun Lima Titik Sumur Bor
Pesawat Amfibi Siap Mengudara di NTB, Bendungan Batujai Jadi Lokasi Pendaratan Perdana
Pemkab Dompu Perjuangkan Listrik Mandiri untuk 1.491 Titik Wilayah Terpencil
Sulap Wajah Kota, Pemkab Dompu Kucurkan Rp2,95 Miliar Bangun Dua Sentra Kuliner UMKM

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:05 WITA

Gagasan Museum Desa dari NTB Tembus Konferensi Permuseuman Dunia ICOM CECA 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:12 WITA

Pemprov NTB Percepat Pencairan Dana Desa Berdaya, 131 Desa Belum Lengkapi Berkas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:56 WITA

Helikopter Evakuasi Pendaki Asal Belanda yang Alami Cedera Kaki di Gunung Rinjani

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:07 WITA

Antisipasi Kemarau, Kodim Lombok Tengah Bangun Lima Titik Sumur Bor

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:22 WITA

Pesawat Amfibi Siap Mengudara di NTB, Bendungan Batujai Jadi Lokasi Pendaratan Perdana

Berita Terbaru