LOMBOK TIMUR, ntbkita.com-Kapal tongkang pengangkut batu bara terbakar di perairan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Jumat malam (4/9/2026). Dinas Pemadam Kebakaran Lombok Timur menurunkan tiga mobil pemadam untuk menangani kebakaran.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Lombok Timur Widayat membenarkan pihaknya menerima laporan mengenai kebakaran kapal itu.
“Kami sudah menurunkan tiga mobil pemadam untuk bantu memadamkan api,” katanya.
Selang Damkar Tak Menjangkau Titik Api
Petugas terus berusaha memadamkan api setelah tiba di lokasi.
Namun, jarak antara armada pemadam dengan titik kebakaran menjadi kendala. Selang pemadam tidak mampu menjangkau titik api di kapal.
“Lokasinya berada di PT LED saat ini dan tim berusaha untuk melakukan pemadaman,” kata Widayat.
Petugas kemudian terus mencari cara agar proses penanganan dapat menjangkau bagian kapal yang terbakar.
Api Muncul dari Gundukan Batu Bara
Kapal membawa muatan batu bara dari Samarinda menuju Lombok.
Dalam perjalanan, awak kapal pertama kali mengetahui api muncul pada bagian gundukan muatan batu bara.
Saat itu, cuaca panas dan gelombang laut cukup buruk.
Ketika kapal mendekati perairan Gili Kondo, nakhoda berkoordinasi dengan GM dan agen untuk menentukan langkah penanganan.
Nakhoda kemudian memilih membawa kapal menuju Dermaga PT LED.
Langkah itu bertujuan mendekatkan kapal dengan daratan agar petugas lebih mudah membantu proses pemadaman.
Tidak Ada Korban Jiwa
Widayat memastikan kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa.
“Tujuannya agar proses pemadaman bisa dilakukan lebih cepat dengan dukungan dari darat. Namun, dalam musibah ini tidak ada korban jiwa melainkan korban material saja,” katanya.
Petugas Damkar Lombok Timur masih berupaya menangani api di kapal tongkang dengan dukungan armada dari darat.
Sementara itu, informasi awal belum merinci nilai kerugian material akibat kebakaran maupun penyebab pasti munculnya api pada muatan batu bara.










Komentar