LOMBOK BARAT, ntbkita.com-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya menjalankan pemerintahan yang berpihak kepada kepentingan rakyat. Ia menyampaikan penegasan itu saat meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).
Di hadapan jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan ribuan masyarakat, Prabowo mengingatkan seluruh penyelenggara negara memikul amanah besar untuk mengabdi kepada rakyat. Karena itu, pemerintah harus mengarahkan setiap kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kepentingan bangsa.
Presiden mengatakan, birokrasi, TNI, Polri, dan aparat penegak hukum merupakan pelayan rakyat. Mereka harus menggunakan seluruh kewenangan, jabatan, dan fasilitas secara bertanggung jawab karena semua amanah itu bersumber dari rakyat.
Tegakkan Hukum dan Berantas Korupsi
Prabowo menegaskan komitmennya menegakkan hukum secara adil tanpa membedakan latar belakang atau kedudukan seseorang. Menurutnya, supremasi hukum harus menjadi fondasi pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan mendapat kepercayaan masyarakat.
Presiden juga kembali menegaskan tekad pemerintah memberantas korupsi. Pemerintah akan menutup berbagai kebocoran keuangan negara yang selama ini menghambat pembangunan nasional.
Menurut Prabowo, pemerintah harus menggunakan setiap rupiah uang negara secara efektif. Anggaran negara harus kembali memberi manfaat kepada masyarakat melalui pembangunan, pelayanan publik, dan program peningkatan kesejahteraan.
Perkuat Ketahanan Pangan
Presiden menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan rakyat hidup dalam kemiskinan atau kesulitan memperoleh pangan. Menurutnya, ketahanan pangan menjadi fondasi utama kedaulatan bangsa.
Pemerintah akan memperkuat ketahanan pangan melalui pembangunan infrastruktur dan peningkatan produktivitas pertanian. Pemerintah juga harus berpihak kepada petani sebagai produsen pangan nasional.
Selain ketahanan pangan, Prabowo menyampaikan optimisme terhadap upaya pemerintah mewujudkan kemandirian energi nasional. Pemerintah akan mengembangkan bahan bakar nabati B50 untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar.
B50 Bisa Hemat Rp170 Triliun
Prabowo menjelaskan, pengembangan B50 berpotensi menghemat anggaran negara sekitar Rp170 triliun. Pemerintah dapat mengalihkan penghematan itu untuk mempercepat pembangunan berbagai infrastruktur strategis.
Infrastruktur itu meliputi bendungan, jaringan irigasi, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, dan kebutuhan pembangunan lain yang memberi dampak langsung kepada masyarakat.
Presiden mengakui berbagai kebijakan strategis pemerintah tidak selalu berjalan mudah. Namun, pemerintah akan tetap konsisten mengambil keputusan yang berpihak kepada kepentingan nasional.
Pemerintah juga akan menghadapi berbagai tantangan dan kepentingan yang menghambat upaya mewujudkan kemandirian bangsa.
Prabowo menegaskan, pemerintah mengarahkan seluruh ikhtiar untuk membangun Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan sejahtera. Ia optimistis pemerintahan yang bersih, penegakan hukum yang adil, pengelolaan keuangan negara yang bertanggung jawab, serta pembangunan yang berpihak kepada rakyat dapat membawa Indonesia menjadi bangsa maju dan makmur.










Komentar