Kebakaran Hanguskan 1.956 Hektare Savana Tambora, Tim Gabungan Intensifkan Pemadaman

Avatar photo

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BIMA, ntbkita.com-Kementerian Kehutanan mengintensifkan pemadaman kebakaran hutan yang menghanguskan sekitar 1.956 hektare savana di Taman Nasional (TN) Tambora, Nusa Tenggara Barat. Operasi gabungan melibatkan sejumlah instansi dan kelompok masyarakat.

Tim terdiri atas Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Balai Dalkarhut Jabalnusra), Balai TN Tambora, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur terkait lainnya.

Api Terdeteksi di Resort Piong

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Bambang Setyo Antoko mengatakan, kebakaran pertama kali terdeteksi di wilayah Resort Piong pada Minggu (5/7) pukul 13.30 Wita.

Cuaca kering, vegetasi savana yang mudah terbakar, angin cukup kencang, topografi pegunungan, dan keterbatasan sumber air membuat api cepat meluas.

Baca Juga :  Dana Rp 5 Miliar Masuk Silpa, Jalan Batu Bolong–Nuraksa Mandek

“Sejak awal kejadian, Balai TN Tambora bersama Masyarakat Peduli Api melakukan pengendalian awal untuk membatasi penyebaran api sambil terus memantau perkembangan kondisi di lapangan,” katanya.

Berdasarkan pemantauan titik panas dan koordinasi Balai TN Tambora dengan Balai Dalkarhut Jabalnusra, Kementerian Kehutanan mengerahkan satu regu Manggala Agni dari Seksi Wilayah III Mataram.

Tim diberangkatkan menuju Kabupaten Bima. Mereka bergabung dengan personel Balai TN Tambora, MPA, serta unsur terkait lainnya untuk mengendalikan penyebaran api dan melindungi kawasan konservasi yang masih dapat diselamatkan.

Strategi Pemadaman Disesuaikan

Bambang mengatakan, strategi pemadaman terus disesuaikan dengan karakteristik savana Tambora. Api dapat menjalar dengan cepat ketika angin menguat dan sumber air terbatas.

“Seluruh unsur yang terlibat terus bekerja secara terpadu dengan mengutamakan keselamatan personel sekaligus melindungi kawasan yang masih dapat diselamatkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kemenkum-Biro Hukum NTB Kawal Perda Berkualitas

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Dwi Januanto Nugroho menegaskan, pengendalian kebakaran hutan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Dampak kebakaran tidak hanya dirasakan kawasan konservasi, tetapi juga masyarakat sekitar.

Pemerintah akan menindak setiap pelanggaran hukum yang terbukti menjadi penyebab kebakaran hutan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Operasi pemadaman hingga kini masih berlangsung. Kementerian Kehutanan mengimbau pemerintah daerah, aparat kewilayahan, pengelola kawasan, pelaku wisata, dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan. Setiap indikasi kebakaran juga harus segera dilaporkan agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Meninting, Panen Petani Bisa Tiga Kali Setahun
Imigrasi Bima Deportasi Anak WN Malaysia akibat Overstay Tujuh Bulan
Gedung Baru DPRD NTB Ditarget Mulai Dibangun Akhir 2026
Markas Yonif TP Disiapkan di Poto Tano, Pemkab KSB Matangkan Lahan
Wabup Sumbawa Ingatkan Pejabat Jauhi Korupsi, Anggaran Harus Transparan
Dana Rp 5 Miliar Masuk Silpa, Jalan Batu Bolong–Nuraksa Mandek
PAPPRI NTB Diharapkan Gerakkan Ekosistem Musik Daerah
Sewa Mobil Listrik Dilaporkan ke Kejati, Gubernur Iqbal Buka Suara

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:39 WITA

Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Meninting, Panen Petani Bisa Tiga Kali Setahun

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:33 WITA

Kebakaran Hanguskan 1.956 Hektare Savana Tambora, Tim Gabungan Intensifkan Pemadaman

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:28 WITA

Imigrasi Bima Deportasi Anak WN Malaysia akibat Overstay Tujuh Bulan

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:36 WITA

Gedung Baru DPRD NTB Ditarget Mulai Dibangun Akhir 2026

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:18 WITA

Markas Yonif TP Disiapkan di Poto Tano, Pemkab KSB Matangkan Lahan

Berita Terbaru

Daerah

Gedung Baru DPRD NTB Ditarget Mulai Dibangun Akhir 2026

Jumat, 10 Jul 2026 - 15:36 WITA