Pemprov NTB Dukung Lima Raperda DPRD, Salah Satunya Terkait Pinjol

Avatar photo

Senin, 25 Mei 2026 - 18:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda NTB Abul Chair. (humas pemprov ntb)

Sekda NTB Abul Chair. (humas pemprov ntb)

MATARAM, ntbkita.com-Pemprov NTB mendukung lima rancangan peraturan daerah (Raperda) prakarsa DPRD NTB. Lima Raperda itu menyasar isu Bale Mediasi, petani, pinjaman online ilegal, judi online, pendidikan, hingga pertambangan.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan pandangan itu melalui Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Abul Chair. Ia membacakannya dalam rapat paripurna DPRD NTB di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur NTB, Senin (25/5/2026).

Pemprov NTB menilai lima Raperda itu penting. Regulasi itu dibutuhkan untuk menjawab persoalan sosial, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan daerah.

“Kelima rancangan peraturan daerah ini merupakan langkah nyata Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam melakukan perlindungan, penghormatan, dan keberpihakan terhadap rakyat,” ujar Abul Chair.

Lima Raperda itu meliputi perubahan Perda tentang Bale Mediasi, perlindungan dan pemberdayaan petani, pencegahan pinjaman online ilegal dan judi online, sumbangan dana pendidikan, serta pelaksanaan delegasi kewenangan di bidang pertambangan mineral dan batubara.

Pemprov NTB memberi perhatian pada penguatan Bale Mediasi. Regulasi ini penting untuk memperkuat penyelesaian sengketa berbasis musyawarah dan nilai lokal masyarakat NTB.

Baca Juga :  Gubernur Iqbal Ingin Pramuka NTB Jadi Produsen Pangan, Bukan Sekadar Konsumen

Pemerintah menilai Bale Mediasi mampu menjadi ruang penyelesaian konflik sosial. Mekanisme ini lebih cepat, murah, dan menjaga harmoni masyarakat.

“Pemerintah Provinsi NTB juga memberikan perhatian besar terhadap pentingnya penguatan Bale Mediasi sebagai ruang penyelesaian sengketa berbasis musyawarah dan nilai lokal,” kata Abul Chair.

Pemprov NTB juga mendukung perubahan Perda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Regulasi ini perlu menyesuaikan perkembangan aturan nasional.

Pemerintah ingin perlindungan usaha tani semakin kuat. Terutama untuk menghadapi gagal panen, fluktuasi harga, perubahan iklim, dan keterbatasan akses pasar.

“Raperda tentang perlindungan petani merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa para petani mendapatkan kepastian perlindungan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, fluktuasi harga, hingga keterbatasan akses pasar,” ujarnya.

Di sektor digital, Pemprov NTB mendukung Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Pinjaman Online Ilegal serta Judi Online. Pemerintah melihat pinjol ilegal dan judi online sudah menimbulkan persoalan sosial serius.

Abul Chair mengatakan, praktik itu merugikan masyarakat secara ekonomi. Dampaknya juga masuk ke ruang keluarga dan kehidupan sosial.

Baca Juga :  Gubernur Iqbal dan Danlanal Mataram Perkuat Sinergi Pengamanan Perairan NTB

“Praktik pinjaman online ilegal dan judi online tidak hanya merugikan individu secara finansial, tetapi juga mengancam ketahanan keluarga, stabilitas sosial, produktivitas masyarakat dan masa depan generasi muda,” tegasnya.

Untuk Raperda Sumbangan Dana Pendidikan, Pemprov NTB menekankan prinsip sukarela. Pemerintah tidak ingin sumbangan pendidikan membebani keluarga kurang mampu.

“Perlu ditegaskan bahwa sumbangan dana pendidikan dari masyarakat tidak boleh dilakukan secara memaksa dan tidak boleh dibebankan kepada peserta didik atau orang tua yang tidak mampu secara ekonomi,” katanya.

Di sektor pertambangan, Pemprov NTB mendukung Raperda pelaksanaan delegasi kewenangan pertambangan mineral dan batubara. Regulasi ini dibutuhkan untuk memberi kepastian hukum kepada daerah.

Pemerintah berharap aturan itu memperkuat tata kelola pertambangan di NTB. Terutama agar pengelolaan mineral dan batubara berjalan lebih tertib dan bertanggung jawab.

“Peraturan daerah ini diharapkan mampu menjadi instrumen hukum yang efektif dalam mendukung tata kelola pertambangan mineral dan batubara yang baik di Provinsi Nusa Tenggara Barat,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur NTB Raih Penghargaan Pendukung Zakat Terbaik pada BAZNAS Awards 2026
HUT ke-81 Lombok Tengah, Gubernur Iqbal Tekankan Pemerataan Manfaat Pembangunan
TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin Wafat, Indonesia Kehilangan Ulama Karismatik
Kominda NTB Petakan Isu Daerah, dari MotoGP hingga Ancaman Kekeringan
Pemkab Lobar Kerucutkan Sasaran Kemiskinan Ekstrem Jadi 4.274 Jiwa lewat Data Digital
Pemprov NTB Perkuat Kepastian Hukum untuk Bangun Kepercayaan Investor
DPRD NTB Setujui Perubahan APBD 2026, Belanja Daerah Rp6,053 Triliun
Lombok Timur Juara III Pemda Berprestasi, Kemendagri Beri Insentif Rp1 Miliar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Gubernur NTB Raih Penghargaan Pendukung Zakat Terbaik pada BAZNAS Awards 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:19 WITA

TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin Wafat, Indonesia Kehilangan Ulama Karismatik

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:44 WITA

Kominda NTB Petakan Isu Daerah, dari MotoGP hingga Ancaman Kekeringan

Sabtu, 19 September 2026 - 12:06 WITA

Pemkab Lobar Kerucutkan Sasaran Kemiskinan Ekstrem Jadi 4.274 Jiwa lewat Data Digital

Sabtu, 19 September 2026 - 10:30 WITA

Pemprov NTB Perkuat Kepastian Hukum untuk Bangun Kepercayaan Investor

Berita Terbaru