MATARAM, ntbkita.com-Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Barat Hj. Sinta M. Iqbal mendorong pemanfaatan hasil penelitian tenun Lombok untuk memperkuat identitas produk dan daya saing perajin. Ia menilai dokumentasi ilmiah dapat menjadi modal pengembangan kerajinan sekaligus membuka peluang pasar internasional.
Sinta menyampaikan hal itu dalam peluncuran dan bedah buku Two Islands, One Thread: Lombok and Bali Textiles from the Michael Abbott Collections di BaleKita, Mataram, Kamis (29/10/2026).
Buku itu mendokumentasikan ratusan motif kain tradisional Lombok, termasuk hubungan sejarah dan budaya tekstil Lombok dengan Bali. Menurut Sinta, hasil penelitian tersebut memperlihatkan kekayaan wastra NTB yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menyimpan pengetahuan dan sejarah masyarakat.
“Tenun NTB memiliki kekayaan sejarah dan nilai budaya yang luar biasa. Di balik motif-motif yang kita lihat, ternyata tersimpan cerita tentang hubungan antarbangsa yang sudah terjalin sejak lama. Ini menunjukkan bahwa warisan budaya kita memiliki nilai yang sangat penting untuk diperkenalkan kepada dunia,” ujarnya.
Riset 3,5 Tahun Libatkan Delapan Penulis NTB
Buku setebal 572 halaman itu merupakan hasil penelitian selama sekitar 3,5 tahun. Proses penyusunannya melibatkan kolektor tekstil Michael Abbott, Dr. James Bennett, serta tim peneliti lintas negara.
Sebanyak delapan penulis asal NTB turut mengambil bagian dalam penelitian dan penyusunan buku. Keterlibatan mereka menghadirkan pengetahuan dan perspektif lokal dalam dokumentasi sejarah serta kekayaan tekstil daerah.
Sinta menilai penelitian semacam ini penting untuk menjaga pengetahuan mengenai motif, teknik pembuatan, dan nilai budaya yang diwariskan antargenerasi.
Menurut dia, kekayaan tenun tradisional tidak cukup hanya dikenal melalui bentuk dan keindahan kain. Masyarakat juga perlu memahami sejarah serta hubungan budaya yang melatarbelakangi setiap karya.
“Budaya lokal kita mempunyai cerita yang sangat luas. Tenun Lombok dan NTB secara keseluruhan tidak hanya memiliki keindahan visual, tetapi juga nilai historis yang perlu terus digali, didokumentasikan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” lanjutnya.
Dokumentasi Jadi Modal Pengembangan Produk
Selain menjaga warisan budaya, Sinta ingin hasil penelitian memberi manfaat bagi pengembangan usaha kerajinan di NTB.
Pengetahuan mengenai sejarah dan karakter motif dapat membantu perajin memperkuat identitas produk. Dokumentasi ilmiah juga menyediakan informasi yang dapat mereka gunakan untuk menjelaskan kekhasan setiap karya kepada konsumen.
Menurut Sinta, penguatan identitas menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya tarik tenun di tengah persaingan pasar.
Karena itu, upaya pengembangan wastra perlu mencakup peningkatan kualitas produk, pembaruan desain, serta penguatan keterampilan dan kapasitas usaha perajin.
Dekranasda NTB juga menaruh perhatian pada perlindungan motif tradisional. Langkah ini penting agar pengembangan produk tetap menjaga hubungan antara motif, komunitas pembuat, dan daerah asalnya.
Di sisi lain, perluasan akses pemasaran menjadi kebutuhan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kerajinan. Sinta menilai pengenalan tenun ke pasar yang lebih luas perlu berjalan bersama penguatan kemampuan produksi dan pengelolaan usaha.
Dengan begitu, peluang pengembangan pasar tidak hanya berhenti pada promosi kekayaan budaya, tetapi juga memberi ruang bagi perajin untuk meningkatkan nilai ekonomi produknya.
Perluas Pengenalan Tenun NTB ke Dunia
Peluncuran Two Islands, One Thread di Mataram berlangsung setelah buku itu lebih dahulu diperkenalkan di Adelaide, Australia.
Bagi Dekranasda NTB, pengenalan buku di tingkat internasional membuka peluang untuk memperluas pengetahuan masyarakat dunia mengenai kekayaan tenun Lombok dan hubungan budayanya dengan Bali.
Sinta berharap dokumentasi ilmiah dapat mendukung upaya memperkenalkan wastra NTB tanpa menghilangkan identitas dan nilai sejarahnya.
Karena itu, pengembangan industri kerajinan tidak hanya memerlukan promosi, tetapi juga upaya menjaga mutu, keaslian, dan karakter produk.
Dekranasda NTB ingin mempertemukan kepentingan pelestarian budaya dengan penguatan ekonomi perajin. Hasil penelitian diharapkan menjadi salah satu pijakan dalam mengembangkan kerajinan yang memiliki identitas kuat dan mampu menjangkau pasar lebih luas.









Komentar