Sebanyak 754 Hektare Kebun Mete di Dompu Masuk Program Peremajaan Kementan

Avatar photo

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi AI

Ilustrasi AI

DOMPU, ntbkita.com- Kementerian Pertanian mendukung peremajaan 754 hektare kebun jambu mete di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, pada 2026. Program ini menyasar kelompok tani di empat kecamatan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan dan pendapatan petani.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu Assyadat mengatakan, petani akan memperoleh dukungan benih, pupuk, serta pendampingan teknis. Program ini melibatkan Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya.

Namun, pelaksanaan program masih menunggu kelengkapan administrasi kelompok tani calon penerima bantuan.

Kecamatan Pekat Dapat Alokasi Terluas

Kecamatan Pekat memperoleh alokasi peremajaan seluas 377,1 hektare di Desa Nangamiro dan Kadindi. Sementara itu, Kecamatan Manggelewa mendapat 210 hektare yang mencakup Desa Kampasi Meci, Tanju, Banggo, Sukadamai, dan Naga Tumpu.

Baca Juga :  Antisipasi Gempa dan Tsunami, Pemprov NTB Matangkan Simulasi Kebencanaan Lintas Sektor

Selanjutnya, Kecamatan Kempo memperoleh 117 hektare di Desa Tolo Kalo dan Songgaja. Adapun Kecamatan Pajo mendapat alokasi 49,9 hektare di Desa Woko.

Produktivitas Mete Menurun

Assyadat menjelaskan, sebagian tanaman mete di Dompu telah berusia tua sehingga hasil panennya menurun. Gangguan penyakit dan terbatasnya peremajaan ikut menghambat produktivitas komoditas perkebunan ini.

Sebelumnya, jambu mete menjadi salah satu komoditas andalan petani Dompu, terutama di kawasan transmigrasi. Namun, penurunan produktivitas membuat sebagian petani beralih ke tanaman musiman seperti jagung yang lebih cepat menghasilkan.

Baca Juga :  HUT ke-81 Lombok Tengah, Gubernur Iqbal Tekankan Pemerataan Manfaat Pembangunan

Menurut Assyadat, keberhasilan peremajaan tidak cukup hanya melalui penanaman bibit baru. Petani juga perlu memelihara tanaman hingga memasuki masa produktif.

“Selama tanaman jambu mete belum menghasilkan, petani dapat memanfaatkan lahan untuk menanam komoditas sela yang sesuai dengan kondisi setempat,” katanya.

Selain tanaman sela, petani berpeluang mengembangkan peternakan apabila kondisi kebun dan kemampuan mereka memungkinkan.

Pemerintah daerah berharap peremajaan dan pendampingan dapat memulihkan produktivitas kebun mete sekaligus memperkuat sumber pendapatan petani di Dompu.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PUPR NTB Mulai Perbaiki Jalan Penujak–Montong Ajan, Sasar Ruas 6,5 Kilometer
BRIDA NTB dan Kementerian Hukum Siapkan Pendampingan Kekayaan Intelektual
Dekranasda NTB Ingin Riset Tenun Lombok Perkuat Daya Saing Perajin
Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di NTB, Pemuda Berprestasi Terima Penghargaan
KPK Jadikan NTB Satu Data Referensi Pengembangan Sistem Analitik Pemberantasan Korupsi
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Santri of The Year 2026
Kementerian PU Guyur Rp182,6 Miliar ke Bima, Genjot Irigasi hingga Tangkal Banjir
Proyek Bypass Lembar-Kayangan Senilai Rp3,5 Triliun Masih Tuntaskan Amdal dan DED

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:04 WITA

PUPR NTB Mulai Perbaiki Jalan Penujak–Montong Ajan, Sasar Ruas 6,5 Kilometer

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:13 WITA

Sebanyak 754 Hektare Kebun Mete di Dompu Masuk Program Peremajaan Kementan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:08 WITA

BRIDA NTB dan Kementerian Hukum Siapkan Pendampingan Kekayaan Intelektual

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:44 WITA

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di NTB, Pemuda Berprestasi Terima Penghargaan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:49 WITA

KPK Jadikan NTB Satu Data Referensi Pengembangan Sistem Analitik Pemberantasan Korupsi

Berita Terbaru