Berhenti Beli Donat, Uang Rp 200 Juta dalam Mobil Raib

Avatar photo

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOK TENGAH, ntbkita.com-Uang tunai Rp 200 juta milik warga Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, raib dari dalam mobil. Pelaku mengambil uang itu dengan modus memecahkan kaca mobil, Rabu (15/7/2026).

Korban bernama Lalu Arjuna, 46 tahun, warga Dusun Ketangga, Desa Kateng. Ia baru mengambil uang itu dari Bank Central Asia (BCA).

Rekaman kamera pengawas memperlihatkan dua orang bekerja sama menjalankan aksinya. Satu pelaku memecahkan kaca mobil dan mengambil uang.

Satu pelaku lainnya menunggu menggunakan sepeda motor. Keduanya kemudian kabur dari lokasi.

Korban Baru Mengambil Uang dari Bank

Kasi Humas Polres Lombok Tengah IPTU Lalu Brata Kusnadi mengatakan, korban mengambil uang Rp 200 juta menjelang waktu zuhur.

Baca Juga :  Eks Kadispar NTB Diperiksa Kejati soal Dana Sponsor MXGP

Korban kemudian makan bakso di sekitar perempatan sebelah utara Masjid Agung Praya.

“Korban kemudian makan bakso di sekitar perempatan sebelah utara Masjid Agung Praya kurang lebih 10 menit. Setelah itu melaksanakan salat zuhur di Masjid Agung Praya,” katanya.

Korban melanjutkan perjalanan menuju Desa Kateng setelah salat. Dalam perjalanan, ia teringat anaknya sering meminta donat.

Lalu Arjuna kemudian berhenti di sebuah kios donat di kawasan Praya. Ia memarkir mobil sekitar 10 menit.

Pelaku Kabur Membawa Rp 200 Juta

Korban melihat seseorang berdiri di dekat mobilnya saat kembali dari kios. Awalnya, ia mengira kendaraan lain telah menabrak mobilnya.

Baca Juga :  Kejari Mataram Serahkan Gedung LCC ke Bank Sinarmas

Pelaku langsung melarikan diri ketika korban mendekati mobil. Pelaku juga membawa uang Rp 200 juta yang korban simpan di dalam kendaraan.

“Begitu korban mendekat, ternyata pelaku langsung kabur sambil membawa uang tunai Rp200 juta yang ada di dalam mobil,” jelas Brata.

Korban mengalami kerugian sekitar Rp 200 juta. Ia kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Lombok Tengah.

Polres Lombok Tengah mencatat laporan korban dalam Surat Tanda Penerimaan Pengaduan Nomor STPP/339/VII/2026/SPKT Res Loteng.

Satreskrim Polres Lombok Tengah kini menyelidiki kasus itu. Polisi juga berupaya mengidentifikasi dan memburu kedua pelaku.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Toilet Rusak hingga PIP Dipotong, Dana BOS SMAN 1 Kempo Diselidiki Kejari Dompu
Kejati NTB Telaah Proyek BLK Rp 19,3 Miliar di Sumbawa Barat
Polisi Bongkar Jalur Narkoba Cakranegara-Ampenan, Sita 67,46 Gram Sabu dan 271,5 Butir Ekstasi
Kejati NTB Panggil Ulang Zulkieflimansyah di Kasus Motocross Lombok-Sumbawa
Kapolresta Mataram Minta Orang Tua Batasi Anak Keluar Malam
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pencabulan di Lombok Timur
Kapolda-Kajati NTB Bertemu, Sepakat Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
Polda NTB Ambil Alih Kasus Santri Terbakar, Penyidik Polres Loteng Dievaluasi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:33 WITA

Berhenti Beli Donat, Uang Rp 200 Juta dalam Mobil Raib

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:26 WITA

Toilet Rusak hingga PIP Dipotong, Dana BOS SMAN 1 Kempo Diselidiki Kejari Dompu

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:17 WITA

Kejati NTB Telaah Proyek BLK Rp 19,3 Miliar di Sumbawa Barat

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:06 WITA

Polisi Bongkar Jalur Narkoba Cakranegara-Ampenan, Sita 67,46 Gram Sabu dan 271,5 Butir Ekstasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:04 WITA

Kejati NTB Panggil Ulang Zulkieflimansyah di Kasus Motocross Lombok-Sumbawa

Berita Terbaru

Hukum

Berhenti Beli Donat, Uang Rp 200 Juta dalam Mobil Raib

Kamis, 16 Jul 2026 - 10:33 WITA