Baru 24 Persen Pekerja NTB Ikut BPJS Ketenagakerjaan, Komisi IX Desak Pemda Bergerak

Avatar photo

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM, ntbkita.com-Anggota Komisi IX DPR RI H Muazzim Akbar menyoroti rendahnya cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Nusa Tenggara Barat (NTB). BPJS Ketenagakerjaan baru mencatat sekitar 700 ribu pekerja sebagai peserta dari 3,14 juta angkatan kerja di NTB.

Jumlah itu baru mencapai sekitar 24 persen. Muazzim meminta pemerintah daerah segera memperluas kepesertaan agar semakin banyak pekerja memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Muazzim menyampaikan desakan itu saat mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi IX DPR RI di Mataram, Jumat (10/7/2026).

“Kami dari Komisi IX DPR RI mendorong pemerintah daerah, baik pemerintah kota, pemerintah provinsi maupun Dinas Tenaga Kerja, agar segera mempercepat perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Cakupan yang baru sekitar 24 persen ini masih sangat minim,” ujar Muazzim.

Baca Juga :  Pemprov NTB Susun RAD PE untuk Perkuat Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan

Minta Pemda Lindungi Pekerja Rentan

Politisi PAN itu mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan memberikan manfaat besar bagi pekerja. Program itu mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Menurut Muazzim, pekerja sektor formal maupun informal harus memperoleh akses perlindungan. Ia meminta pemerintah daerah lebih serius melindungi masyarakat karena cakupan kepesertaan masih rendah.

Muazzim juga meminta pemda memberikan perhatian lebih kepada pekerja rentan. Banyak pekerja dari kelompok itu belum mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan.

Kelompok pekerja rentan mencakup pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pekerja rumah tangga, ketua RT, ketua RW, serta marbot masjid.

“Masih banyak pekerja rentan yang perlu kita lindungi. Karena itu, kami ingin seluruh unsur pemerintah daerah bersama BPJS Ketenagakerjaan memperluas kepesertaan sehingga manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Putri Mahkota Victoria dari Swedia Akan Kunjungi Lombok, Bawa Agenda Pembangunan Berkelanjutan

Ahli Waris Bakal Dapat Pendampingan Usaha

Muazzim juga mengapresiasi inovasi BPJS Ketenagakerjaan bagi ahli waris penerima santunan kematian. Program itu tidak hanya menyalurkan santunan, tetapi juga memberikan pendampingan untuk mengembangkan usaha.

Ahli waris penerima santunan Jaminan Kematian sebesar Rp42 juta nantinya akan memperoleh pelatihan dan pendampingan usaha. Mereka dapat memanfaatkan santunan itu sebagai modal untuk membangun usaha produktif.

“Terobosan ini sangat baik. Tidak hanya memberikan santunan kepada ahli waris, tetapi juga membekali mereka dengan pelatihan agar bisa membuka usaha atau mengembangkan UMKM. Dengan begitu, manfaat santunan tidak habis begitu saja, tetapi menjadi bekal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Video Oknum TNI Ngamuk Bawa Sajam di Mataram, Ternyata Idap Skizofrenia Paranoid
Tembus 5 Besar SDGs Action Awards 2026, Pemprov NTB Buktikan Kekuatan Tata Kelola Data
Gagasan Museum Desa dari NTB Tembus Konferensi Permuseuman Dunia ICOM CECA 2026
Pemprov NTB Percepat Pencairan Dana Desa Berdaya, 131 Desa Belum Lengkapi Berkas
Angka Stunting Lombok Timur Turun Jadi 18,4 Persen pada Agustus 2026
Helikopter Evakuasi Pendaki Asal Belanda yang Alami Cedera Kaki di Gunung Rinjani
Antisipasi Kemarau, Kodim Lombok Tengah Bangun Lima Titik Sumur Bor
Pesawat Amfibi Siap Mengudara di NTB, Bendungan Batujai Jadi Lokasi Pendaratan Perdana

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:03 WITA

Viral Video Oknum TNI Ngamuk Bawa Sajam di Mataram, Ternyata Idap Skizofrenia Paranoid

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Tembus 5 Besar SDGs Action Awards 2026, Pemprov NTB Buktikan Kekuatan Tata Kelola Data

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:05 WITA

Gagasan Museum Desa dari NTB Tembus Konferensi Permuseuman Dunia ICOM CECA 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Angka Stunting Lombok Timur Turun Jadi 18,4 Persen pada Agustus 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:56 WITA

Helikopter Evakuasi Pendaki Asal Belanda yang Alami Cedera Kaki di Gunung Rinjani

Berita Terbaru