Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa akan Dibangun di Bima

Avatar photo

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau lahan sekolah rakyat di Bima. (humas pemprov ntb)

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau lahan sekolah rakyat di Bima. (humas pemprov ntb)

BIMA, ntbkita.com –Pemprov NTB bersama pemerintah pusat menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat pertama di Pulau Sumbawa. Pemerintah merencanakan sekolah berasrama itu berlokasi di Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.

Program ini membuka harapan baru bagi pemerataan pendidikan di Pulau Sumbawa. Pemerintah ingin memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini juga memperkuat pembangunan sumber daya manusia di wilayah timur NTB.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan komitmen Pemprov NTB mendukung pembangunan Sekolah Rakyat. Pemprov NTB menyiapkan lahan hibah khusus untuk program itu.

“Tanah ini dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi NTB untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bima. Saat ini masih dilakukan kajian teknis untuk menentukan lokasi yang paling tepat,” ujar Gubernur Miq Iqbal usai mendampingi Menteri Pekerjaan Umum meninjau lokasi pembangunan, Jumat (30/5).

Baca Juga :  Polres Lombok Tengah Tingkatkan Patroli Malam, Sasar Titik Rawan dan Keramaian

Menurut Miq Iqbal, pemerintah sedang mengkaji dua alternatif lahan. Masing-masing memiliki luas sekitar 13 hektare dan 18 hektare. Dua lokasi itu cukup representatif untuk mendukung pengembangan kawasan pendidikan terpadu dalam konsep Sekolah Rakyat.

Ia menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat tidak sekadar menghadirkan bangunan pendidikan baru. Program ini menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas generasi muda NTB.

Akses Jalan Jadi Tantangan

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi pembangunan. Ia mengatakan, kawasan itu memiliki potensi besar karena memiliki lahan yang luas.

“Lahannya cukup luas dan sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Saat ini kami sedang melihat lokasi yang paling siap untuk mendukung pembangunan,” katanya.

Meski begitu, pemerintah masih harus menyelesaikan sejumlah tantangan teknis sebelum memulai pembangunan. Tantangan itu meliputi akses jalan menuju lokasi yang masih terbatas, penataan alur sungai, penyesuaian jaringan listrik, hingga penataan sejumlah fasilitas di sekitar kawasan pembangunan.

Baca Juga :  Pemprov NTB Perkuat Arah Energi Terbarukan, Sumbawa Punya Potensi Besar Energi Surya

“Akses menuju lokasi masih menjadi tantangan. Karena itu seluruh aspek teknis harus dipastikan terlebih dahulu agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” jelas Dody.

Pemerintah pusat dan Pemprov NTB terus berkoordinasi. Mereka juga melakukan kajian kelayakan untuk memastikan lokasi pilihan benar-benar siap mendukung operasional Sekolah Rakyat dalam jangka panjang.

Hingga saat ini, Desa Pandai tetap menjadi lokasi prioritas. Desa itu paling berpeluang menjadi pusat pembangunan Sekolah Rakyat pertama di Pulau Sumbawa.

Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan menjadi tonggak penting pemerataan pendidikan di NTB. Program ini juga membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak daerah untuk mendapat pendidikan berkualitas, inklusif, dan menjadi jalan menuju masa depan yang lebih baik.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Se-Indonesia Berkumpul di Senggigi, Bahas UMKM dan Fiskal
Pemprov NTB Dorong GTRA Percepat Penyelesaian Konflik Agraria
Mulai 20 Juli, Jalan Dakota Mataram Uji Coba Satu Arah
Pemkot Mataram Gandeng Dunia Usaha Wujudkan Kota Layak Anak
NTB Punya 820 Dapur MBG, Sejumlah Wilayah 3T Belum Terjangkau
Pemprov NTB Ajukan KUA-PPAS 2027, Fokus Kemiskinan hingga Agromaritim
Pemprov NTB Tanggung Biaya Perawatan Dua Santri Terbakar
Gubernur Iqbal Tawarkan Listrik Hijau NTB-NTT untuk Bali

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:45 WITA

Pemprov NTB Dorong GTRA Percepat Penyelesaian Konflik Agraria

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:04 WITA

Mulai 20 Juli, Jalan Dakota Mataram Uji Coba Satu Arah

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:54 WITA

Pemkot Mataram Gandeng Dunia Usaha Wujudkan Kota Layak Anak

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:59 WITA

NTB Punya 820 Dapur MBG, Sejumlah Wilayah 3T Belum Terjangkau

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:28 WITA

Pemprov NTB Ajukan KUA-PPAS 2027, Fokus Kemiskinan hingga Agromaritim

Berita Terbaru

Ekonomi

Satgas Gabungan Sita 409 Bungkus Rokok Ilegal di Gili Air

Jumat, 17 Jul 2026 - 13:10 WITA

Ekonomi

Bale Tenun NTB Bawa Kriya Lombok-Sumbawa ke Makassar

Jumat, 17 Jul 2026 - 12:18 WITA

Hukum

Polda NTB Lindungi Dua Santri Korban Terbakar dari Tekanan

Jumat, 17 Jul 2026 - 11:46 WITA

Ekonomi

Produksi Tembakau NTB Dibidik Tembus 86 Ribu Ton

Jumat, 17 Jul 2026 - 11:25 WITA

Olahraga

Porprov NTB Jadi Ujian Kesiapan Menuju PON 2028

Jumat, 17 Jul 2026 - 10:10 WITA