LOMBOK TENGAH, ntbkita.com-Pemerintah menargetkan kenaikan Nilai Tukar Nelayan (NTN) dari 103 menjadi 120 melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan target itu saat meninjau pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Dusun Kelongkong, Desa Bilelando, Kecamatan Praya Timur, Jumat (31/7/2026).
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendampingi kunjungan kerja itu bersama sejumlah menteri, anggota DPR RI, kepala daerah, dan pimpinan organisasi perangkat daerah.
Pemerintah Lengkapi Fasilitas Nelayan
Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah akan memprioritaskan peningkatan kesejahteraan nelayan. Menurutnya, kondisi ekonomi nelayan masih tertinggal dibandingkan petani dan peternak.
Karena itu, pemerintah membangun Kampung Nelayan Merah Putih dengan berbagai fasilitas penunjang yang saling terhubung.
Fasilitas itu meliputi shelter cold box, pabrik es portabel, gudang beku portabel, kios pemasaran ikan, kios perbekalan, kantor pengelola, balai pelatihan, dan SPBU khusus nelayan.
“Karena itu kami akan fokus kepada nelayan. Kita bangunkan kampung nelayan, ada pabrik es, cold storage, SPBU nelayan, bengkel, balai lelang, tambatan perahu, gudang, semuanya lengkap di sini,” ungkapnya.
Selain meninjau Bilelando, rombongan juga mengunjungi kampung nelayan di Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.
Fasilitas Tekan Biaya Operasional
Zulkifli menilai kelengkapan fasilitas dapat membantu nelayan menekan biaya operasional. Nelayan juga memiliki peluang memperoleh harga jual hasil tangkapan yang lebih baik.
Selain itu, gudang beku dan pabrik es memungkinkan nelayan menyimpan ikan ketika harga pasar turun.
“Ketika nelayan mendapatkan penawaran harga yang murah, dia bisa mempertahankan hasil tangkapannya karena fasilitasnya sudah tersedia,” tandasnya.
Pemerintah juga menargetkan pembangunan SPBU nelayan pada September 2026. Fasilitas itu akan memudahkan nelayan memperoleh bahan bakar untuk kegiatan melaut.
Koperasi Hubungkan Pasar Nelayan
Pemerintah akan membentuk Koperasi Nelayan Merah Putih sebagai pengelola kawasan. Koperasi itu nantinya terhubung dengan jaringan koperasi di seluruh Indonesia.
Dengan jaringan itu, nelayan dapat memperluas pemasaran hasil tangkapan. Pemerintah desa akan ikut mengelola koperasi dengan kepala desa sebagai penanggung jawab.
“Di sini dibikinkan koperasi yang nyambung dengan seluruh Indonesia. Penanggung jawabnya Kepala Desa. Kalau ada nelayannya namanya Koperasi Nelayan Merah Putih, kalau tidak ada nelayan namanya Koperasi Desa Merah Putih,” jelasnya.
Zulkifli menegaskan pemerintah sedang memusatkan perhatian pada kesejahteraan masyarakat di sektor pangan. Setelah sektor pertanian dan peternakan menunjukkan kemajuan, pemerintah kini memperkuat sektor perikanan.
“Petani padi sudah bagus, peternakan sudah lumayan. Sekarang tinggal nelayan yang kita fokuskan,” katanya.
Gubernur Ajak Nelayan Jaga Potensi Laut
Dalam kunjungan itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyapa ratusan nelayan setempat.
Ia mengajak masyarakat menjaga kekayaan laut sekaligus mengelolanya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan.
Rombongan juga menyerahkan bantuan beras dan minyak goreng Minyakita dari Kementerian Kelautan dan Perikanan kepada masyarakat.
Turut hadir Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, anggota Komisi IX DPR RI Muazim Akbar, serta Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri.
Zulkifli optimistis pemerintah dapat menaikkan NTN menjadi 120 dalam waktu dekat.
“Menteri Kelautan untuk tahun ini akan fokus meningkatkan Nilai Tukar Nelayan (NTN) dari 103 Insyaallah menjadi 120 sebelum September,” tutupnya.









Komentar