JAKARTA, ntbkita.com-Pemerintah memastikan terus menyiapkan stok BBM bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta kelompok masyarakat mampu menggunakan BBM nonsubsidi agar subsidi menjangkau warga yang berhak.
Bahlil menyampaikan hal itu seusai mengikuti Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
“Kami pemerintah akan menyiapkan stok kebutuhan masyarakat, khususnya terkait dengan BBM bersubsidi,” ujar Bahlil.
Selain menjaga pasokan, pemerintah memberi perhatian pada ketepatan sasaran subsidi. Bahlil menyoroti pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi.
Menurut dia, masyarakat dengan kemampuan ekonomi memadai seharusnya tetap menggunakan BBM nonsubsidi. Dengan demikian, pemerintah dapat menjaga alokasi subsidi bagi kelompok masyarakat yang memang membutuhkan.
Bahlil Soroti Pengguna Mobil Kelas Atas
Bahlil secara khusus menyinggung pemilik kendaraan kelas atas yang ikut menggunakan BBM bersubsidi.
“Persoalan shifting dari yang tadinya tidak memakai subsidi dan sekarang mereka memakai subsidi, saran saya sebagai warga negara Indonesia kepada saudara-saudara saya yang mampu, yang mohon maaf mobilnya pakai BMW, kemudian mobil-mobil yang kelas tinggi, ya mohonlah kita pakai hati juga. Janganlah kita pakai BBM subsidi,” ucapnya.
Menurut Bahlil, pemerintah menyediakan BBM bersubsidi bagi masyarakat yang memiliki hak atas manfaat tersebut. Karena itu, ia menempatkan ketepatan sasaran sebagai bagian penting dalam pengelolaan subsidi.
“Itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerima itu, dengan metode lain adalah subsidi harus tepat sasaran,” lanjutnya.
Pemerintah Pertimbangkan Penguatan Regulasi
Sementara itu, pemerintah masih mempertimbangkan kemungkinan memperkuat regulasi untuk mengatur penyaluran BBM bersubsidi.
Bahlil mengatakan perubahan aturan membutuhkan proses. Karena itu, ia memilih lebih dahulu menyampaikan imbauan kepada masyarakat mampu agar tidak menggunakan BBM bersubsidi.
“Saya akan mempertimbangkan, nanti kita lihat. Tapi kan saya harus ngomongin dulu, kalau regulasi itu butuh proses. Tapi imbauan ini penting,” ujarnya.
Selanjutnya, Bahlil kembali meminta masyarakat dengan kemampuan ekonomi lebih baik memberi ruang kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan subsidi.
“Kalau yang punya gaji cukup, rumah bagus, pakai hatilah. Ya memang saya harus ngomong begini karena saya ini kan menteri yang pernah makan beras subsidi. Jadi berikanlah hak rakyat yang punya hak itu punya mereka. Jangan yang mampu yang mengambilnya,” tegasnya.
Pemerintah selanjutnya akan menjaga pasokan BBM sekaligus membenahi penyaluran subsidi. Langkah itu diarahkan agar BBM bersubsidi tersedia bagi masyarakat sekaligus menjangkau kelompok yang berhak menerima manfaatnya.










Komentar