Jual Beli iPhone Berakhir di Kantor Polisi

Avatar photo

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LombokFokus|Lombok Barat – Perselisihan jual beli satu unit iPhone 14 berujung mediasi di Polsek Gunungsari, Sabtu (2/5/2026) sore. Masalah muncul saat pembayaran disebut masih tertunda, sementara ponsel tersebut telah dibawa bahkan sempat dijual kembali.

“Begitu ada laporan dari warga, kami langsung fasilitasi pertemuan agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” ujar Kapolsek Gunungsari Iptu Ida Bagus Adnyana Putra.

Mediasi berlangsung sekitar pukul 17.00 Wita, melibatkan Bhabinkamtibmas Desa Penimbung bersama piket SPKT Polsek Gunungsari. Dua pihak yang berselisih dipertemukan untuk mencari titik temu secara kekeluargaan.

Baca Juga :  Kasus Uang Palsu di Lombok Tengah Naik Penyidikan

Pihak pertama diketahui telah membawa ponsel usai transaksi, dengan alasan transfer pembayaran masih pending. Namun hingga waktu yang dijanjikan, uang belum diterima pihak penjual sehingga memicu kesalahpahaman.

“Kami mengedepankan komunikasi terbuka, agar masing-masing pihak bisa menyampaikan persoalan secara jelas dan tidak saling menyalahkan,” kata Adnyana Putra.

Baca Juga :  Polres Lombok Timur Tangkap Tiga Terduga Pelaku Curanmor, Sita Sembilan Motor

Setelah melalui pembicaraan cukup panjang, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai. Pembayaran disanggupi sesuai kesepakatan bersama, sementara kasus tersebut diputuskan tidak dilanjutkan ke jalur hukum.

“Kedua pihak juga saling memaafkan dan berkomitmen menuntaskan kewajiban tanpa menimbulkan persoalan baru,” ucap Adnyana Putra.

Kegiatan mediasi berlangsung tertib, aman, dan lancar. Langkah problem solving tersebut, kembali menegaskan kehadiran Polri sebagai penengah, saat muncul persoalan sosial di tengah masyarakat.(red)

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penggeledahan Kasus Dana Desa Tekasire Ricuh, Dokumen Kejari Direbut Warga
Kejati Pelajari 100 Dokumen Sitaan Kasus pinjaman Rp11 Miliar Carsten
Dinsos P3A Catat 25 Anak di NTB Terpapar Paham Radikalisme
Pemprov NTB Siapkan Model Cegah TPPO dari Desa hingga Pekerja Migran Pulang
Kasus LAZ Bisa Melebar, Kuasa Hukum Sebut Dugaan Peran Pejabat Lain di Lombok Barat
Polda NTB Tingkatkan Patroli Jelang Puncak HUT Ke-81 RI
359 Napi Lapas Selong Masuk Usulan Remisi HUT RI
Berkas Kasus Kematian Mahasiswi NDR Masuk Kejari Mataram

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:34 WITA

Penggeledahan Kasus Dana Desa Tekasire Ricuh, Dokumen Kejari Direbut Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:41 WITA

Kejati Pelajari 100 Dokumen Sitaan Kasus pinjaman Rp11 Miliar Carsten

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:28 WITA

Dinsos P3A Catat 25 Anak di NTB Terpapar Paham Radikalisme

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:04 WITA

Pemprov NTB Siapkan Model Cegah TPPO dari Desa hingga Pekerja Migran Pulang

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:46 WITA

Kasus LAZ Bisa Melebar, Kuasa Hukum Sebut Dugaan Peran Pejabat Lain di Lombok Barat

Berita Terbaru

Event Ekraf Mania

Ekonomi

Disparekraf NTB Siapkan Creative Hub dan Ekraf Satu Data

Jumat, 14 Agu 2026 - 17:50 WITA