MATARAM, ntbkita.com-Nilai ekspor Nusa Tenggara Barat mencapai 1,35 miliar dolar AS selama Januari hingga Juni 2026. Angka itu melonjak 561,24 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB juga mencatat perkembangan positif pada sektor pariwisata dan transportasi. Sementara itu, harga sejumlah komoditas hortikultura turun seiring musim panen.
Kepala BPS Provinsi NTB Wahyudin menyampaikan data itu dalam Berita Resmi Statistik di Mataram, Senin (3/8).
Tembaga Mendominasi Ekspor NTB
Tembaga hasil industri pengolahan mendominasi ekspor NTB selama semester pertama 2026.
Selain tembaga, NTB mengekspor perhiasan dan permata serta ikan dan udang. Pelaku usaha mengirim berbagai komoditas itu ke Thailand, Korea Selatan, Hong Kong, Tiongkok, dan Amerika Serikat.
Dengan demikian, perdagangan luar negeri menjadi indikator paling menonjol dalam laporan BPS kali ini.
Lonjakan nilai ekspor juga memperlihatkan peningkatan aktivitas industri pengolahan di daerah. Namun, BPS tidak merinci kontribusi setiap komoditas dalam laporan itu.
NTB Alami Deflasi pada Juli
Dari sisi harga, NTB mencatat inflasi tahunan sebesar 3,01 persen pada Juli 2026.
Namun, secara bulanan, NTB mengalami deflasi 0,35 persen. Musim panen meningkatkan pasokan komoditas hortikultura di pasar.
Akibatnya, harga cabai rawit, bawang merah, tomat, dan cabai merah turun. Penurunan harga komoditas itu membantu menjaga daya beli masyarakat.
Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) NTB turun 2,38 persen dibandingkan Juni 2026. Penurunan harga komoditas hortikultura ikut menekan NTP pada masa panen.
Meski mengalami koreksi, NTP NTB masih berada pada level 127,83. Seluruh subsektor utama pertanian juga mencatat nilai di atas 100.
Hunian Hotel Berbintang Meningkat
Sektor pariwisata NTB juga mencatat pertumbuhan pada Juni 2026.
Tingkat Penghunian Kamar hotel berbintang mencapai 44,86 persen. Angka itu naik 3,80 poin dibandingkan Mei 2026 dan meningkat 3,76 poin dibandingkan Juni 2025.
Selain itu, hotel berbintang menerima 122.516 tamu. Jumlah itu terdiri atas 77.213 wisatawan domestik dan 45.303 wisatawan mancanegara.
Rata-rata lama menginap juga meningkat menjadi 1,88 hari. Dengan demikian, wisatawan tidak hanya datang, tetapi juga tinggal lebih lama di NTB.
Selanjutnya, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1.368.707 orang. Angka itu tumbuh 2,73 persen dibandingkan Mei 2026 dan naik 5,71 persen dibandingkan Juni 2025.
Libur sekolah dan aktivitas penjemputan jemaah haji ikut meningkatkan mobilitas masyarakat menuju NTB.
Penumpang Internasional Naik Hampir 31 Persen
Aktivitas transportasi laut dan udara turut mengalami peningkatan.
Jumlah penumpang yang datang melalui angkutan laut naik 8,66 persen. Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat meningkat 6,38 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Pada penerbangan domestik, bandara di NTB menerima 107.399 penumpang. Jumlah itu meningkat 4,76 persen.
Selain itu, jumlah penumpang domestik yang berangkat mencapai 104.729 orang atau naik 2,66 persen.
Peningkatan paling tinggi terjadi pada penerbangan internasional. Jumlah penumpang internasional yang datang melonjak 30,98 persen.
Kedatangan penerbangan dari Jeddah dan Madinah menjadi salah satu faktor utama peningkatan itu.
Secara keseluruhan, data BPS memperlihatkan penguatan aktivitas ekspor, pariwisata, dan transportasi NTB pada pertengahan 2026. Namun, pemerintah tetap perlu mencermati penurunan harga komoditas pertanian yang memengaruhi pendapatan petani.










Komentar