BRIDA NTB Matangkan Riset BRIN untuk Tuntaskan Krisis Air Bersih dan Hilirisasi Komoditas

Avatar photo

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BRIDA NTB I Gde Putu Aryadi.

Kepala BRIDA NTB I Gde Putu Aryadi.

LOMBOK BARAT, ntbkita.com-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bergerak cepat memperkuat basis ilmiah sebelum mengeksekusi proyek infrastruktur strategis daerah. Melalui rapat koordinasi lintas sektor, Senin (12/10/2026), BRIDA NTB mematangkan rekomendasi riset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Langkah terpadu ini bertujuan menyelaraskan usulan riset ilmiah dengan peta kebutuhan riil pembangunan daerah. Nantinya, seluruh hasil telaah menjadi bahan rekomendasi resmi kepada Gubernur NTB guna menentukan program prioritas dan perencanaan anggaran.

Prioritaskan Air Bersih dan Teknologi Desalinasi

Pemerintah memfokuskan perhatian awal pada dua kajian krusial. Yakni potensi air tanah dan sungai bawah tanah di Lombok Selatan serta desalinasi air laut lewat teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Tim teknis akan menelaah estimasi rencana pendanaan kedua kajian tersebut guna menyesuaikan kebutuhan teknis dan proses penganggaran Tahun 2027.

Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, menegaskan pentingnya data ilmiah yang solid dalam setiap pengambilan kebijakan publik. “Seluruh usulan perlu dikaji berdasarkan bukti ilmiah agar kebijakan yang diambil tepat sasaran, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Aryadi.

Baca Juga :  Lombok Timur Juara III Pemda Berprestasi, Kemendagri Beri Insentif Rp1 Miliar

Ia merinci rekomendasi riset BRIN mencakup tiga sektor strategis. Antara lain, pemenuhan ketersediaan air bersih, hilirisasi jagung dan kelor, serta pengembangan sektor perikanan. Untuk wilayah Lombok Selatan, riset air bawah tanah akan memetakan titik sumber air, karakteristik, lokasi potensial. Termasuk juga skema pemanfaatannya bagi masyarakat, lahan pertanian, dan kawasan pariwisata.

Matangkan Kesiapan Pengelolaan Jangka Panjang

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) NTB, Lalu Kusuma Wijaya, mengingatkan jajarannya agar tidak hanya terpaku pada fisik pembangunan semata. Ia mendorong kesiapan pengelola, kapasitas sumber daya manusia, kepastian legalitas lahan, dan skema pembiayaan perawatan.

“Pembangunan fasilitas air bersih harus disertai perencanaan operasional dan pendampingan agar layanan dapat terus berjalan setelah pembangunan selesai,” kata Lalu Kusuma Wijaya.

Baca Juga :  232 Proposal Sayembara Riset NTB Masuk Seleksi Substansi, Fokus Pangan, Pariwisata, dan Kemiskinan

Pemerintah daerah juga menimbang perbandingan antara pemanfaatan air permukaan dan teknologi desalinasi laut dengan menghitung cermat biaya operasional jangka panjang. Di sisi lain, perwakilan Dinas ESDM NTB meminta tim peneliti memperhatikan kondisi geologi dan hidrogeologi setempat. Tujuannya agar data bersumber murni dari kondisi lapangan, bukan sekadar menyadur wilayah lain.

Susun Peta Jalan Hilirisasi Jagung dan Kelor Menuju 2030

Selain sektor air, Dinas Pertanian NTB mendorong percepatan hilirisasi jagung dan kelor guna mendongkrak nilai tambah produk lokal. Pemerintah daerah merancang pengembangan teknologi pengeringan pascapanen dan industri pakan berbahan baku lokal. Dengan harapa bisa memangkas beban biaya peternak sekaligus mengamankan pasokan pangan.

Forum ini sekaligus merumuskan roadmap hilirisasi komoditas jagung dan kelor hingga tahun 2030, sebagai landasan rencana kerja dan alokasi anggaran. Selanjutnya, bersama Bappeda, BRIDA akan menindaklanjuti rekomendasi ini untuk merumuskan pembagian peran kerja sama, dokumen teknis, serta kesiapan fiskal daerah.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kementerian PU Guyur Rp182,6 Miliar ke Bima, Genjot Irigasi hingga Tangkal Banjir
Proyek Bypass Lembar-Kayangan Senilai Rp3,5 Triliun Masih Tuntaskan Amdal dan DED
Viral Video Oknum TNI Ngamuk Bawa Sajam di Mataram, Ternyata Idap Skizofrenia Paranoid
Tembus 5 Besar SDGs Action Awards 2026, Pemprov NTB Buktikan Kekuatan Tata Kelola Data
Gagasan Museum Desa dari NTB Tembus Konferensi Permuseuman Dunia ICOM CECA 2026
Pemprov NTB Percepat Pencairan Dana Desa Berdaya, 131 Desa Belum Lengkapi Berkas
Angka Stunting Lombok Timur Turun Jadi 18,4 Persen pada Agustus 2026
Helikopter Evakuasi Pendaki Asal Belanda yang Alami Cedera Kaki di Gunung Rinjani

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:07 WITA

Kementerian PU Guyur Rp182,6 Miliar ke Bima, Genjot Irigasi hingga Tangkal Banjir

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:55 WITA

Proyek Bypass Lembar-Kayangan Senilai Rp3,5 Triliun Masih Tuntaskan Amdal dan DED

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Tembus 5 Besar SDGs Action Awards 2026, Pemprov NTB Buktikan Kekuatan Tata Kelola Data

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:05 WITA

Gagasan Museum Desa dari NTB Tembus Konferensi Permuseuman Dunia ICOM CECA 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:12 WITA

Pemprov NTB Percepat Pencairan Dana Desa Berdaya, 131 Desa Belum Lengkapi Berkas

Berita Terbaru