LOMBOK TIMUR, ntbkita.com-Tim gabungan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengerahkan helikopter untuk mengevakuasi seorang pendaki asal Belanda berinisial ET (28). Korban mengalami kecelakaan saat melintasi jalur pendakian Sembalun di kawasan Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Akibat insiden tersebut, pendaki perempuan ini menderita luka serius yang membuatnya kehilangan kemampuan berjalan. Tim penyelamat langsung mengambil tindakan darurat untuk menyelamatkan korban dari medan terjal.
“Korban mengalami cedera pada kaki hingga tidak mampu berdiri dan membutuhkan penanganan medis segera,” ujar Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardiarsito, dalam keterangan resmi yang diterima di Mataram, Kamis.
Kronologi Evakuasi Medis
Balai TNGR menerima laporan kejadian pertama kali pada pukul 07.27 Wita. Petugas segera menggalang koordinasi cepat dengan berbagai unsur terkait demi memproses evakuasi medis sesuai jaminan asuransi premium milik korban.
Armada helikopter penyelamat mendarat di Pelawangan 2 tepat pada pukul 12.12 Wita untuk menjemput korban. Tim medis langsung menerbangkan ET menuju Denpasar dan mendarat di Benoa Heliport sebelum membawanya ke rumah sakit rujukan.
“Evakuasi medis udara pun dilakukan. Helikopter tiba di Pelawangan 2 pada pukul 12.12 Wita dan korban diterbangkan menuju Denpasar dan tiba di Benoa Heliport untuk selanjutnya dirujuk ke rumah sakit,” ungkap Astekita.
Sinergi Tim dan Pesan Keselamatan
Pihak Balai TNGR menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi solid lintas instansi. Operasi ini melibatkan Basarnas Mataram, Asuransi Syariah Kita Bisa, EMHC, SGI Air Bali, Nusa Medika Clinic, para relawan, serta jajaran petugas lapangan.
Astekita menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi peringatan keras bagi para pencinta alam untuk menomorsatukan keselamatan. Setiap pendaki wajib memastikan kesiapan fisik, mengenakan perlengkapan berstandar resmi, dan menaati arahan pemandu maupun petugas.
“Sebab, keberhasilan sebuah pendakian bukan hanya tentang mencapai puncak, tetapi juga tentang kembali dengan selamat,” tutur Astekita.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat dan wisatawan mancanegara agar mematuhi seluruh regulasi yang berlaku demi keamanan diri serta kelestarian ekosistem alam.
“Kami mengimbau kepada para pendaki untuk tetap mematuhi aturan untuk keselamatan dan kelestarian kawasan Gunung Rinjani,” pungkasnya.










Komentar