LOMBOK TIMUR, ntbkita.com-Pemerintah Kabupaten Lombok Timur meraih insentif Rp1 miliar dari pemerintah pusat setelah menjadi juara III Pemda Berprestasi batch II regional Maluku–Nusa Tenggara. Kementerian Dalam Negeri memberikan penghargaan itu untuk kategori pengelolaan sampah dan lingkungan asri.
Bupati Lombok Timur Haerul Warisin mengatakan pemerintah daerah membawa pulang insentif fiskal setelah meraih posisi ketiga dalam kategori tersebut.
“Lombok Timur menjadi juara pada kategori pengelolaan sampah dan lingkungan asri, sehingga atas apresiasi itu kami membawa pulang insentif fiskal senilai Rp 1 miliar,” kata Haerul dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/9/2026).
Kemendagri menilai sejumlah aspek dalam kategori pengelolaan sampah dan lingkungan asri. Penilaian mencakup integrasi pengelolaan sampah pesisir dari hulu hingga hilir, pembersihan kanal, serta penertiban baliho liar untuk menjaga estetika lingkungan.
Selain itu, Kemendagri menilai komitmen dan kinerja pemerintah daerah dalam mengelola sampah secara terpadu serta menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kualitas Lingkungan dan Inovasi Masuk Penilaian
Kemendagri juga memberi perhatian pada kualitas lingkungan hidup serta efektivitas program yang memberi manfaat kepada masyarakat.
Sementara itu, inovasi daerah menjadi unsur tambahan dalam penilaian. Pemerintah daerah mendapat ruang untuk menunjukkan solusi pengelolaan lingkungan yang kreatif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
“Inovasi daerah menjadi nilai tambah dalam menghadirkan solusi lingkungan yang kreatif, kolaboratif, dan berkelanjutan,” kata Haerul.
Menurut Haerul, isu kebersihan dan lingkungan juga menjadi salah satu perhatian Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia yang aman, sehat, resik, dan asri.
Karena itu, ia berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai capaian pemerintah daerah. Haerul ingin capaian itu ikut mendorong masyarakat menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
“Apa yang diraih ini menjadi motivasi semua masyarakat Lombok Timur untuk mewujudkan pola hidup sehat dan bersih untuk kesehatan lingkungan,” katanya.
Mendagri Jelaskan Mekanisme Penilaian
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan Kemendagri menjalankan penilaian seobjektif mungkin dengan melibatkan kementerian terkait.
Menurut Tito, pemerintah memberikan penghargaan untuk mendorong pemerintah daerah meningkatkan kinerja, terutama dalam pelayanan kepada masyarakat.
Kemendagri juga membagi penilaian berdasarkan wilayah dan jenjang pemerintahan. Mekanisme itu mempertandingkan capaian antarkabupaten, antarkota, dan antarprovinsi.
Selain itu, Tito menantang para kepala daerah yang hadir, baik gubernur, bupati, maupun wali kota, untuk kembali menunjukkan prestasi pada penghargaan lain yang akan Kemendagri gelar.
Bagi Lombok Timur, insentif Rp1 miliar menjadi bagian dari apresiasi pemerintah pusat atas capaian pengelolaan sampah dan lingkungan. Pemkab selanjutnya berharap capaian itu ikut memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.










Komentar