BRIDA NTB Dorong 15 Pemenang Sayembara Riset Wujudkan Inovasi Nyata untuk Warga

Avatar photo

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Para pemenang sayembara inovasi yang digelar BRIDA NTB.

Para pemenang sayembara inovasi yang digelar BRIDA NTB.

LOMBOK BARAT, ntbkita.com-Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB memacu para pemenang Sayembara Riset dan Inovasi Daerah 2026 agar segera mengonversi gagasan ilmiah menjadi solusi nyata. BRIDA mengumpulkan seluruh pemenang dalam Rapat Tindak Lanjut Penjelasan Teknis di Ruang Rapat BRIDA NTB, Lombok Barat, pada Jumat (9/10/2026).

Pemerintah provinsi menyalurkan dukungan dana sebesar Rp30 juta bagi setiap tim terpilih. Pertemuan ini membedah mekanisme kerja riset, standar pelaporan berkala, hingga strategi hilirisasi karya agar berguna bagi pembangunan daerah.

Dorong Riset Aplikatif dan Hilirisasi

Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, mengingatkan para peneliti agar tidak membiarkan karya mereka berakhir sebagai tumpukan laporan di atas meja. Ia menantang generasi muda menghasilkan terobosan yang sanggup mengurai persoalan mendasar di tengah warga.

“Penelitian tidak cukup berhenti pada kajian akademis, tetapi perlu berkembang menjadi produk, teknologi, atau rekomendasi kebijakan yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dan masyarakat,” kata I Gede Putu Aryadi.

Baca Juga :  Pemprov NTB Ajukan Perubahan APBD 2026, Belanja Naik Rp 319 Miliar

Aryadi menargetkan luaran riset ini mampu memperkuat ketahanan pangan, memajukan pariwisata lokal, dan memangkas angka kemiskinan. BRIDA NTB juga merancang karya-karya terbaik ini masuk ke Rumah Inovasi Daerah serta tampil pada peringatan Hari Ulang Tahun NTB, Desember 2026 mendatang.

Seleksi Ketat dari Ratusan Proposal

Ketua Tim Juri Sayembara Riset, Prof. Dr. Khairul Hamim, memberi apresiasi tinggi kepada 15 tim yang lolos tahap akhir. Para jawara ini berhasil menyingkirkan ratusan proposal lain lewat seleksi administrasi serta uji substansi yang ketat.

“Kami berharap para pemenang membuktikan kualitas penelitian melalui hasil yang terukur, produktif, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tutur Prof. Khairul.

Pada kesempatan yang sama, anggota Tim Evaluasi Riset dan Inovasi Daerah sekaligus Pengerakse Agung Majelis Adat Sasak, Lalu Sajim Sastrawan, memberi catatan strategis. Ia meminta perangkat daerah menyerap hasil kajian ini sebagai landasan perumusan kebijakan dinas.

Baca Juga :  Harhubnas 2026, Gubernur NTB Tekankan Konektivitas dan Keselamatan Transportasi

“Kajian riset perlu mencakup urusan pilihan seperti pariwisata, maupun urusan wajib pemerintahan, termasuk pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup,” ujar Lalu Sajim Sastrawan menegaskan.

Pantau Langsung Kinerja di Lapangan

Guna mengawal kualitas penelitian, tim BRIDA NTB segera menggelar monitoring dan evaluasi secara berkala langsung ke lapangan. Tim pengawas memeriksa kesesuaian metodologi ilmiah, memantau wujud luaran inovasi, serta memvalidasi penggunaan anggaran belanja riset.

Para peneliti juga memegang akses konsultasi teknis langsung dengan tim evaluasi guna mengatasi berbagai kendala praktis di lapangan. Langkah ini menjamin seluruh target kerja rampung tepat waktu sesuai proposal rujukan.

BRIDA NTB menegaskan bahwa keberhasilan agenda ilmiah ini bertumpu pada dampak nyata bagi publik. Bagi pemerintah daerah, kemanfaatan langsung bagi warga Nusa Tenggara Barat menjadi tolok ukur utama keberhasilan inovasi.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PUPR NTB Mulai Perbaiki Jalan Penujak–Montong Ajan, Sasar Ruas 6,5 Kilometer
Sebanyak 754 Hektare Kebun Mete di Dompu Masuk Program Peremajaan Kementan
BRIDA NTB dan Kementerian Hukum Siapkan Pendampingan Kekayaan Intelektual
Dekranasda NTB Ingin Riset Tenun Lombok Perkuat Daya Saing Perajin
Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di NTB, Pemuda Berprestasi Terima Penghargaan
KPK Jadikan NTB Satu Data Referensi Pengembangan Sistem Analitik Pemberantasan Korupsi
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Santri of The Year 2026
Kementerian PU Guyur Rp182,6 Miliar ke Bima, Genjot Irigasi hingga Tangkal Banjir

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:04 WITA

PUPR NTB Mulai Perbaiki Jalan Penujak–Montong Ajan, Sasar Ruas 6,5 Kilometer

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:13 WITA

Sebanyak 754 Hektare Kebun Mete di Dompu Masuk Program Peremajaan Kementan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:08 WITA

BRIDA NTB dan Kementerian Hukum Siapkan Pendampingan Kekayaan Intelektual

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:44 WITA

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di NTB, Pemuda Berprestasi Terima Penghargaan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:49 WITA

KPK Jadikan NTB Satu Data Referensi Pengembangan Sistem Analitik Pemberantasan Korupsi

Berita Terbaru