Putri Mahkota Swedia Dengarkan Kisah Petani Sajang, Irigasi 450 Meter Perpanjang Masa Tanam

Avatar photo

Minggu, 6 September 2026 - 07:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dialog Putri Mahkota Swedia Victoria bersama para petani.

Dialog Putri Mahkota Swedia Victoria bersama para petani.

MATARAM, ntbkita.com-Delapan tahun setelah gempa 2018, petani Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, menceritakan perjalanan mereka membangun kembali kehidupan kepada Putri Mahkota Swedia Victoria Ingrid Alice Desiree.

Salah satu perubahan paling mereka rasakan datang dari air. Dukungan program UNDP membantu memperbaiki jaringan irigasi sepanjang sekitar 450 meter di dua titik Desa Sajang sehingga aliran air lebih stabil dan masa tanam menjadi lebih panjang.

Victoria mendengar langsung cerita itu saat berdialog dengan Kelompok Tani Sajang di area Bale Kita NTB, Sabtu (5/9/2026).

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, dan Ketua Dekranasda NTB Sinta M. Iqbal turut mendampingi kunjungan.

Victoria Tanyakan Perubahan Pertanian Pascagempa

Victoria datang ke Lombok dalam kapasitasnya sebagai Goodwill Ambassador UNDP untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Dalam pertemuan dengan petani Sajang, ia mendengar pengalaman masyarakat melewati masa sulit setelah gempa serta perubahan yang muncul dalam kegiatan pertanian.

“Saya turut berduka atas kehilangan yang Anda alami. Namun sangat luar biasa mendengar kondisi Anda saat ini. Apakah Anda mengubah jenis tanaman, dan apakah sistem irigasinya berubah agar lebih tangguh?” tanya Putri Victoria.

Baca Juga :  Libur Sekolah dan Event Dongkrak Penumpang BIZAM 10,2 Persen

Pertanyaan itu kemudian membawa percakapan pada persoalan air yang sangat menentukan aktivitas petani.

Sekretaris Desa Sajang sekaligus Ketua Pengelola Air Kelompok Tani Arif menjelaskan petani tetap mempertahankan komoditas yang selama ini menopang penghidupan mereka.

Namun, petani merasakan perubahan besar pada sistem irigasi.

Irigasi 450 Meter Bikin Aliran Air Lebih Stabil

Melalui dukungan program UNDP, masyarakat memperbaiki jaringan irigasi sepanjang sekitar 450 meter pada dua titik di Desa Sajang.

Perbaikan itu membuat aliran air ke lahan pertanian lebih stabil.

Petani juga dapat memperpanjang masa tanam dibandingkan kondisi sebelum mereka memperoleh dukungan irigasi.

“Sebelum ada bantuan irigasi, kami hanya bisa tanam lima sampai enam bulan. Sekarang aliran air stabil sehingga masa tanam lebih panjang. Pascagempa 2018, UNDP hadir membersamai kami dan memberi semangat baru untuk menata kehidupan,” ujar Arif.

Bagi petani Sajang, perbaikan jaringan air tidak hanya menyangkut infrastruktur.

Aliran yang lebih stabil membantu mereka mempertahankan produktivitas lahan dan membuka kesempatan memperoleh pendapatan dalam masa tanam yang lebih panjang.

Pemulihan Menyentuh Sumber Penghidupan

Cerita petani Sajang memperlihatkan pemulihan pascabencana tidak berhenti pada pembangunan kembali fasilitas yang rusak.

Baca Juga :  Putri Mahkota Victoria dari Swedia Akan Kunjungi Lombok, Bawa Agenda Pembangunan Berkelanjutan

Petani juga membutuhkan dukungan agar sumber penghidupan dapat kembali berjalan.

Di Sajang, irigasi menjadi salah satu bagian dari proses itu.

Ketika air kembali mengalir dengan lebih stabil, petani memperoleh ruang lebih besar untuk menjaga kegiatan pertanian.

Victoria menyimak pengalaman warga dan mengapresiasi kemampuan masyarakat Lombok membangun kembali kehidupan setelah bencana.

Kisah itu juga memperlihatkan hubungan antara pemulihan pascabencana dan ketahanan ekonomi masyarakat.

Iqbal: Pascabencana Harus Membuat Masyarakat Lebih Tangguh

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menilai pengalaman Desa Sajang memberi gambaran mengenai arah pembangunan pascabencana.

Menurut Iqbal, pemulihan tidak seharusnya hanya mengembalikan kondisi seperti sebelum gempa.

Pemerintah dan mitra pembangunan juga perlu membantu masyarakat memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menghadapi masa depan.

Bagi petani Sajang, perubahan itu kini terlihat dari jaringan irigasi yang kembali menopang lahan mereka.

Delapan tahun setelah gempa, air yang mengalir lebih stabil membantu petani memperpanjang masa tanam dan menjaga keberlanjutan kegiatan pertanian.

Jaringan sepanjang sekitar 450 meter itu akhirnya tidak hanya mengalirkan air. Bagi petani Sajang, irigasi ikut menjaga kegiatan produksi dan membuka ruang bagi kehidupan ekonomi untuk terus bergerak.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisi IV DPR RI Dorong Budidaya Lobster Lombok Timur Naik Kelas
Inflasi NTB Capai 4,03 Persen, NTP Menguat dan Wisnus Tembus 1,41 Juta
Dukung Ketahanan Pangan, Polres Lombok Timur Serahkan Alsintan kepada Petani
55 Desa NTB Terima Rp 16,5 Miliar dari Program Desa Berdaya
Ekonomi NTB Tumbuh 10,42 Persen, Ekonom Unram Ingatkan Manfaatnya Harus Sampai ke Warga
Disparekraf NTB Siapkan Creative Hub dan Ekraf Satu Data
Sensus Ekonomi NTB Capai 94 Persen, Pemprov Perkuat Kebijakan Berbasis Data
Pemprov NTB Genjot Hilirisasi Pangan dan Pariwisata Berkualitas

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 07:54 WITA

Putri Mahkota Swedia Dengarkan Kisah Petani Sajang, Irigasi 450 Meter Perpanjang Masa Tanam

Jumat, 4 September 2026 - 10:30 WITA

Komisi IV DPR RI Dorong Budidaya Lobster Lombok Timur Naik Kelas

Rabu, 2 September 2026 - 08:09 WITA

Inflasi NTB Capai 4,03 Persen, NTP Menguat dan Wisnus Tembus 1,41 Juta

Selasa, 1 September 2026 - 16:48 WITA

Dukung Ketahanan Pangan, Polres Lombok Timur Serahkan Alsintan kepada Petani

Selasa, 1 September 2026 - 08:44 WITA

55 Desa NTB Terima Rp 16,5 Miliar dari Program Desa Berdaya

Berita Terbaru