Sensus Ekonomi NTB Capai 94 Persen, Pemprov Perkuat Kebijakan Berbasis Data

Avatar photo

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wagub NTB saat berkunjung ke kantor BPS NTB.

Wagub NTB saat berkunjung ke kantor BPS NTB.

MATARAM, ntbkita.com-Progres Sensus Ekonomi yang Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB laksanakan telah mencapai 94 persen.

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri mengapresiasi capaian itu. Ia menilai progres pendataan menunjukkan komitmen BPS dalam menyediakan data berkualitas untuk mendukung pembangunan daerah.

Indah menyampaikan apresiasi saat bersilaturahmi ke Kantor BPS Provinsi NTB, Selasa (11/8/2026).

“Alhamdulillah, sensus sudah 94 persen,” ujar Wagub.

Data Ekonomi Jadi Dasar Menyusun Kebijakan

Indah menilai penyelesaian Sensus Ekonomi tidak hanya mengejar target pendataan.

Menurutnya, pemerintah membutuhkan basis data ekonomi yang akurat untuk memahami struktur dan perkembangan aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, data membantu pemerintah merumuskan kebijakan secara lebih tepat sasaran.

Karena itu, Pemprov NTB ingin memperkuat sinergi dengan BPS dalam penyediaan, pemanfaatan, dan pemutakhiran data strategis.

Kolaborasi itu juga akan memperkuat perencanaan pembangunan berbasis kondisi riil masyarakat.

Baca Juga :  Biro Hukum dan HAM NTB Gelar Bimtek, Perkuat Kapasitas Penyusunan Produk Hukum Daerah

BPS Percepat Sisa Pendataan

Kepala BPS Provinsi NTB Wahyudin menyambut dukungan Pemprov NTB terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi.

BPS akan mempercepat penyelesaian sisa pendataan. Namun, BPS tetap menjaga kualitas dan akurasi data selama proses berlangsung.

Dengan progres 94 persen, BPS tinggal menyelesaikan sebagian kecil target pendataan.

Selanjutnya, hasil sensus akan memperkuat basis informasi pemerintah dalam membaca perkembangan ekonomi daerah.

Data BPS Jadi Pijakan Operasi Pasar

Selain membahas Sensus Ekonomi, Pemprov NTB dan BPS membicarakan rencana kunjungan kerja Wagub ke Pulau Sumbawa pada akhir Agustus 2026.

Salah satu agenda yang pemerintah siapkan ialah operasi pasar murah.

Pemprov merancang kegiatan itu untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mengendalikan inflasi.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah akan menggunakan indikator harga dan inflasi BPS sebagai salah satu pijakan.

Baca Juga :  Menko Zulhas Targetkan Nilai Tukar Nelayan Naik ke 120 lewat Kampung Nelayan Merah Putih

Data itu membantu pemerintah menentukan wilayah intervensi serta komoditas yang perlu mendapat perhatian.

Dengan demikian, pemerintah dapat menyesuaikan intervensi dengan kondisi masyarakat di setiap wilayah.

Pemprov Dorong Pemerintahan Berbasis Data

Pemprov NTB menempatkan kolaborasi dengan BPS sebagai bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan berbasis data.

Pemerintah tidak hanya membutuhkan data untuk mengukur capaian pembangunan.

Selain itu, data membantu pemerintah membaca persoalan, menentukan prioritas, dan menyusun intervensi yang sesuai kebutuhan masyarakat.

Karena itu, Pemprov NTB ingin menjadikan data sebagai instrumen utama dalam proses pengambilan keputusan.

Melalui penguatan sinergi dengan BPS, pemerintah berharap statistik tidak berhenti sebagai angka maupun laporan.

Pada akhirnya, data harus mampu mengarahkan pembangunan NTB secara lebih tepat, terukur, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov NTB Genjot Hilirisasi Pangan dan Pariwisata Berkualitas
DBH Diperkirakan Hanya Rp 13,3 Miliar, Pemprov NTB Ketatkan Belanja
Keringanan Pajak Dorong 4.072 Kendaraan Luar Daerah Mutasi ke NTB
Efisiensi Kendaraan Dinas Hemat Anggaran Pemkot Mataram sebesar Rp 3 Miliar
Pemprov NTB Dorong UMKM Naik Kelas lewat KUR hingga Pasar Ekspor
Pemprov NTB Siapkan Petani Muda lewat Sekolah Pertanian
Investasi NTB Tembus Rp 33,73 Triliun, UMKM Naik 22,28 Persen
Kejari Lombok Tengah Pulihkan Rp 2,16 Miliar Tunggakan Pajak Daerah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:54 WITA

Sensus Ekonomi NTB Capai 94 Persen, Pemprov Perkuat Kebijakan Berbasis Data

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:58 WITA

Pemprov NTB Genjot Hilirisasi Pangan dan Pariwisata Berkualitas

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:39 WITA

DBH Diperkirakan Hanya Rp 13,3 Miliar, Pemprov NTB Ketatkan Belanja

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:28 WITA

Keringanan Pajak Dorong 4.072 Kendaraan Luar Daerah Mutasi ke NTB

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:41 WITA

Efisiensi Kendaraan Dinas Hemat Anggaran Pemkot Mataram sebesar Rp 3 Miliar

Berita Terbaru

Rapat koordinasi terkait penanggulangan radikalisme di NTB.

Hukum

Dinsos P3A Catat 25 Anak di NTB Terpapar Paham Radikalisme

Kamis, 13 Agu 2026 - 17:28 WITA