Dishub Mataram Petakan 12 Titik Parkir Baru untuk Kejar PAD Rp 18,5 Miliar

Avatar photo

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM, ntbkita.com-Dinas Perhubungan Kota Mataram memetakan sekitar 12 titik parkir baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.

Salah satu lokasi potensial berada di kawasan Pasar Ikan Bintaro. Dishub telah berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan untuk menyiapkan juru parkir dari masyarakat setempat.

Sementara itu, Dishub masih melakukan uji petik untuk menghitung potensi penerimaan dari setiap lokasi. Hasil uji petik akan menjadi dasar penentuan target setoran.

Pasar Ikan Bintaro Masuk Pemetaan

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram Zulkarwin mengatakan Pasar Ikan Bintaro memiliki potensi sebagai titik parkir baru.

“Kami sudah berkoordinasi dengan lurah setempat untuk menyiapkan petugas juru parkir di lokasi tersebut,” katanya di Mataram.

Namun, aktivitas pasar hanya berlangsung sekitar empat jam. Pedagang biasanya mulai beroperasi pukul 03.00 Wita hingga 07.00 Wita.

Karena itu, Dishub belum dapat memastikan besaran kontribusi Pasar Ikan Bintaro terhadap PAD. Petugas masih mengamati jumlah kendaraan dan konsistensi aktivitas pasar.

Baca Juga :  Porprov NTB Bidik Dampak Ekonomi Rp 100 Miliar dari 150 Ribu Penonton

Setelah memasukkan lokasi itu sebagai titik resmi, Dishub akan melibatkan masyarakat sekitar sebagai juru parkir.

“Untuk petugas, kami akan menerapkan pola pemberdayaan masyarakat sekitar. Sedangkan untuk besaran potensi belum kelihatan, tetapi kami sudah membangun komunikasi intensif dengan lurah,” katanya.

Dishub Analisis Keramaian Lokasi

Hingga Mei 2026, Dishub mencatat sekitar 12 lokasi baru yang berpotensi menjadi titik parkir.

Meski begitu, Dishub tidak akan langsung menentukan target setoran. Petugas perlu memastikan tingkat keramaian dan keberlanjutan kegiatan usaha pada setiap lokasi.

Zulkarwin mencontohkan usaha kafe yang ramai saat pertama kali beroperasi. Namun, jumlah pengunjung bisa menurun setelah beberapa bulan.

“Kami lakukan pengawasan dan biasanya kalau seperti kafe baru, ramai di awal saja. Jangan sampai pertengahan jalan pengunjungnya turun, karena itu kami perlu analisis sebelum menetapkan target,” katanya.

Baca Juga :  Bulog NTB Salurkan 15.390 Ton Beras Bantuan Pangan

Melalui pemetaan dan uji petik, Dishub ingin menentukan target yang sesuai dengan potensi riil setiap titik.

Retribusi Parkir Baru Mencapai Rp 5 Miliar

Realisasi retribusi parkir Kota Mataram hingga Juni 2026 mencapai Rp 5 miliar. Sementara itu, pemerintah memasang target penerimaan sebesar Rp 18,5 miliar.

Karena itu, Dishub menerjunkan koordinator lapangan untuk mengawasi pengelolaan parkir. Petugas juga menertibkan juru parkir yang masih menunggak setoran.

Zulkarwin menyebut masih ada oknum juru parkir yang tidak menyetorkan retribusi dan memakai uang itu untuk kepentingan pribadi.

Selain membuka titik baru, Dishub perlu memperkuat pengawasan agar seluruh penerimaan masuk ke kas daerah. Langkah itu akan membantu pemerintah mengejar target retribusi parkir tahun 2026.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BBM Subsidi Langka Bikin Aktivitas Nelayan NTB Lumpuh
Berpotensi Rugi Lagi, Dislutkan NTB Dorong Pihak Ketiga Kelola Pabrik Garam Bima
Ekspor NTB Melonjak 561 Persen pada Semester I 2026
46 Calon PMI NTB Bersiap Magang ke Jepang Selama Tiga Tahun
Gubernur Iqbal Tawarkan Konsolidasi Lahan ala FELDA untuk Petani Gurem NTB
Pemerintah Siapkan 50 Kapal dan SPBUN untuk Nelayan Teluk Ekas
Menko Zulhas Targetkan Nilai Tukar Nelayan Naik ke 120 lewat Kampung Nelayan Merah Putih
Pemprov NTB Percepat Koperasi Merah Putih lewat Penguatan Tata Kelola

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:23 WITA

BBM Subsidi Langka Bikin Aktivitas Nelayan NTB Lumpuh

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:15 WITA

Dishub Mataram Petakan 12 Titik Parkir Baru untuk Kejar PAD Rp 18,5 Miliar

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:58 WITA

Ekspor NTB Melonjak 561 Persen pada Semester I 2026

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:54 WITA

46 Calon PMI NTB Bersiap Magang ke Jepang Selama Tiga Tahun

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:41 WITA

Gubernur Iqbal Tawarkan Konsolidasi Lahan ala FELDA untuk Petani Gurem NTB

Berita Terbaru

Najmul Akhyar

Daerah

Kemiskinan Lombok Utara Turun Menjadi 20,23 Persen

Rabu, 5 Agu 2026 - 16:38 WITA

Ilustrasi nelayan.

Ekonomi

BBM Subsidi Langka Bikin Aktivitas Nelayan NTB Lumpuh

Rabu, 5 Agu 2026 - 13:23 WITA