MATARAM, ntbkita.com-Ancaman bom mengganggu hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/7). Pihak sekolah memulangkan seluruh murid lebih awal untuk menjaga keselamatan.
Seorang guru menerima pesan ancaman melalui WhatsApp saat upacara MPLS berlangsung. Pelaku mengklaim telah menempatkan bom di 11 titik lingkungan sekolah.
Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi membenarkan informasi ancaman itu. Pesan masuk ke nomor WhatsApp guru kelas I dan petugas tata usaha.
“Kita dapati bahwa memang informasinya betul, bahwa ada WA yang masuk ke guru dan TU,” kata Nurma.
Polisi Evakuasi Warga Sekolah
Pihak sekolah langsung melaporkan ancaman itu kepada kepolisian. Polisi kemudian mendatangi lokasi dan meminta seluruh warga sekolah meninggalkan area.
Guru mengumpulkan murid di lapangan sebelum mengarahkan mereka pulang. Aparat juga meminta tenaga pendidik keluar dari lingkungan sekolah selama pemeriksaan berlangsung.
Polisi menerima laporan sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, para murid dan guru tengah mengikuti upacara hari pertama MPLS.
“Selamat pagi dan salam sejahtera diharap bersiap-siap dengan hitungan menit tempat sekolahan SDN 15 Pagi ini akan meledak dan kami sudah menyiapkan 11 titik,” bunyi pesan ancaman itu.
Gegana Sisir Area Sekolah
Polisi mengerahkan Tim Gegana Brimob dan Densus 88 Antiteror untuk menangani ancaman. Tim Gegana menyisir ruang kelas dan seluruh sudut sekolah.
“Untuk Gegana sendiri sudah menyisir sudah lebih kurang 2 jam lebih, ya, untuk menyisir SD Negeri Srengseng Sawah 15,” kata Nurma.
Sejumlah personel Brimob berjaga di sekitar sekolah. Dua kendaraan Tim Gegana juga siaga untuk mendukung pemeriksaan.
Petugas Dinas Perhubungan serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta turut berjaga. Aparat terus menelusuri pengirim pesan dan memastikan keamanan lingkungan sekolah.










Komentar