MATARAM, ntbkita.com-Curacao mencetak sejarah besar di Piala Dunia 2026. Negara kecil dari kawasan Karibia itu menahan Ekuador 0-0 pada laga Grup E di Kansas City.
Hasil imbang ini menjadi poin pertama Curacao sepanjang sejarah Piala Dunia. Pencapaian itu terasa istimewa karena Curacao datang sebagai negara terkecil yang pernah tampil di putaran final.
Curacao memiliki populasi sekitar 156 ribu jiwa. Namun, tim asuhan mereka mampu memberi perlawanan keras kepada Ekuador yang lebih berpengalaman.
Eloy Room Jadi Pahlawan
Kiper Curacao Eloy Room menjadi tokoh utama dalam laga ini. Penjaga gawang berusia 37 tahun itu tampil luar biasa di bawah mistar.
Room mencatat 15 penyelamatan sepanjang pertandingan. Catatan itu menjadi rekor baru penyelamatan terbanyak dalam satu laga 90 menit Piala Dunia.
Ekuador sebenarnya tampil sangat dominan. Mereka menguasai permainan dan melepaskan lebih dari 20 tembakan ke gawang Curacao.
Namun, semua peluang Ekuador kandas. Room berkali-kali menggagalkan serangan lawan dan menjaga gawang Curacao tetap aman hingga laga berakhir.
Bangkit Setelah Dihajar Jerman
Hasil imbang ini menjadi respons kuat dari Curacao. Enam hari sebelumnya, mereka kalah telak 1-7 dari Jerman pada laga debut Piala Dunia.
Kekalahan itu sempat memunculkan keraguan. Curacao dinilai akan kesulitan bersaing di Grup E yang dihuni Jerman, Pantai Gading, dan Ekuador.
Namun, laga melawan Ekuador mengubah cerita. Curacao menunjukkan disiplin bertahan dan mental kuat.
Mereka tidak hanya bertahan total. Curacao juga beberapa kali mencoba keluar dari tekanan dan membangun serangan balik.
Bagi Ekuador, hasil imbang ini menjadi pukulan. Mereka datang ke Kansas City dengan kebutuhan meraih kemenangan setelah kalah 0-1 dari Pantai Gading pada laga pertama.
Ekuador juga membawa modal bagus sebelum menghadapi Curacao. Mereka sempat datang dengan catatan panjang tidak terkalahkan.
Namun, dominasi permainan tidak cukup. Ekuador gagal memecah kebuntuan dan harus puas membawa satu poin dari dua laga awal.
Hasil ini membuat persaingan Grup E semakin menarik. Jerman berada dalam posisi lebih aman setelah menang atas Pantai Gading, sementara Ekuador harus bekerja lebih keras pada laga berikutnya.
Format Baru Mulai Bicara
Pencapaian Curacao juga memberi cerita menarik dalam Piala Dunia 2026. Turnamen edisi ini menjadi yang pertama memakai format 48 tim.
Banyak pihak sempat khawatir format baru akan menghadirkan terlalu banyak laga tidak seimbang. Kekalahan telak Curacao dari Jerman sempat memperkuat kekhawatiran itu.
Namun, hasil imbang melawan Ekuador memberi sudut pandang berbeda. Negara kecil tetap bisa menghadirkan perlawanan, drama, dan cerita besar di panggung dunia.
Curacao kini belum tentu melangkah jauh. Namun, mereka sudah menulis sejarah.
Satu poin melawan Ekuador menjadi bukti bahwa Piala Dunia tidak selalu milik negara besar. Kadang, kisah paling kuat justru lahir dari tim kecil yang menolak menyerah.










Komentar