Amerika Serikat Pecahkan Penantian 96 Tahun di Piala Dunia 2026

Avatar photo

Minggu, 21 Juni 2026 - 00:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

MATARAM, ntbkita.com-Amerika Serikat mulai mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Tuan rumah itu memastikan langkah ke babak 32 besar setelah meraih dua kemenangan awal di Grup D.

AS membuka turnamen dengan kemenangan 4-1 atas Paraguay. Mereka kemudian menaklukkan Australia 2-0 di Seattle Stadium.

Kemenangan itu terasa istimewa. AS untuk pertama kalinya dalam 96 tahun mampu meraih dua kemenangan beruntun di Piala Dunia pria.

Tuan Rumah Mulai Percaya Diri

Keberhasilan AS lolos lebih cepat membuat publik mulai menyorot proyek besar sepak bola mereka. Selama ini, AS lebih sering dipandang sebagai pasar olahraga besar, bukan kekuatan utama sepak bola dunia.

Namun, Piala Dunia 2026 memberi panggung berbeda. Bermain di rumah sendiri, AS mulai menunjukkan kepercayaan diri lebih besar.

Baca Juga :  Marco Bezzecchi Dibanned dari GP Ceko usai Terlibat Insiden dengan Marshal

Kemenangan atas Australia juga terasa penting karena AS tampil tanpa Christian Pulisic. Meski kehilangan salah satu pemain paling dikenal, tim asuhan Mauricio Pochettino tetap mampu mengontrol laga.

Peluang Bicara Lebih Jauh

AS kini menatap babak 32 besar dengan modal kuat. Posisi mereka di Grup D juga semakin aman setelah Paraguay mengalahkan Turki 1-0.

Hasil itu membuat AS mengunci posisi teratas grup. Sementara Turki tersingkir dari persaingan.

Situasi ini memberi ruang bagi Pochettino untuk mengatur tenaga pemain pada laga terakhir fase grup melawan Turki, 25 Juni 2026.

Format Baru Bikin Drama Lebih Panjang

Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama dengan 48 tim dan 104 pertandingan. FIFA menggelar turnamen ini di 16 kota tuan rumah di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Baca Juga :  MotoGP Mandalika 2026 Resmi Diluncurkan, Tiket Mulai Dijual

Format baru membuat babak gugur dimulai dari 32 besar. Selain juara dan runner-up grup, tim peringkat tiga terbaik juga masih punya peluang lolos.

Bagi AS, start sempurna memberi keuntungan besar. Mereka tidak perlu menunggu hitung-hitungan rumit untuk menjaga asa melaju.

Meski begitu, label generasi emas belum sepenuhnya aman. AS masih harus membuktikan diri pada fase gugur.

Dua kemenangan awal memang memberi sinyal kuat. Namun, tekanan Piala Dunia biasanya meningkat drastis setelah fase grup.

Untuk sementara, AS telah mengirim pesan jelas. Mereka bukan sekadar tuan rumah Piala Dunia 2026, tetapi juga tim yang mulai layak diperhitungkan.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jepang Mengamuk, Tunisia Dibantai di Laga Bersejarah Piala Dunia
Negara Terkecil di Piala Dunia 2026 Bikin Ekuador Frustrasi
Marco Bezzecchi Dibanned dari GP Ceko usai Terlibat Insiden dengan Marshal
MotoGP Mandalika 2026 Resmi Diluncurkan, Tiket Mulai Dijual
Portugal Umumkan Skuad Piala Dunia 2026, Ronaldo Jadi Sorotan
Wagub NTB Lepas Skuad Persebi Bima ke Liga 4 Nasional
Messi Pimpin Skuad Argentina di Piala Dunia 2026
Barcelona Tebus Anthony Gordon 69 Juta Poundsterling dari Newcastle

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:19 WITA

Jepang Mengamuk, Tunisia Dibantai di Laga Bersejarah Piala Dunia

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:43 WITA

Marco Bezzecchi Dibanned dari GP Ceko usai Terlibat Insiden dengan Marshal

Minggu, 21 Juni 2026 - 00:57 WITA

Amerika Serikat Pecahkan Penantian 96 Tahun di Piala Dunia 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:43 WITA

MotoGP Mandalika 2026 Resmi Diluncurkan, Tiket Mulai Dijual

Senin, 1 Juni 2026 - 19:21 WITA

Portugal Umumkan Skuad Piala Dunia 2026, Ronaldo Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Hukum

535 Gram Sabu Gagal Beredar di Bima

Selasa, 23 Jun 2026 - 19:49 WITA

Kemenangan Jepang atas Tunisia di Piala Dunia 2026.

Olahraga

Jepang Mengamuk, Tunisia Dibantai di Laga Bersejarah Piala Dunia

Minggu, 21 Jun 2026 - 14:19 WITA

Ilustrasi

Pariwisata

Sampah Pendakian Gunung Rinjani Diurus Bareng Warga

Minggu, 21 Jun 2026 - 11:17 WITA