LOMBOK TIMUR, ntbkita.com-Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat pengelolaan sampah di kawasan Gunung Rinjani. Balai TNGR menggandeng kelompok masyarakat untuk menjaga kelestarian kawasan konservasi itu.
Kepala Balai TNGR NTB Budy Kurniawan mengatakan, kolaborasi berbagai pihak menjadi langkah penting menjaga kebersihan Gunung Rinjani.
“Langkah nyata untuk menjaga kelestarian Gunung Rinjani terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak,” kata Kepala Balai TNGR NTB Budy Kurniawan.
Gandeng TPS3R Arung Rinjani
Balai TNGR telah menandatangani nota kesepahaman pengangkutan sampah. Kerja sama itu melibatkan SPTN Wilayah I TNGR dan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) Arung Rinjani di Desa Senaru.
Budy menjelaskan, kerja sama itu fokus pada pengelolaan sampah hasil aktivitas pendakian. Terutama di jalur pendakian Senaru dan Torean menuju Gunung Rinjani.
“Kerja sama ini menjadi komitmen bersama dalam memperkuat pengelolaan sampah hasil aktivitas pendakian, khususnya pada jalur pendakian Senaru dan Torean menuju Gunung Rinjani,” katanya.
Balai TNGR berharap kerja sama itu menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif. Sistem itu juga harus terintegrasi dan berkelanjutan.
Dengan begitu, kebersihan kawasan tetap terjaga. Wisatawan juga bisa mendapatkan pengalaman berwisata yang lebih nyaman.
Warisan Alam untuk Generasi Mendatang
Budy menegaskan, Gunung Rinjani bukan hanya destinasi wisata hari ini. Kawasan itu juga menjadi warisan alam untuk generasi mendatang.
Karena itu, setiap aktivitas pendakian harus sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan. Kolaborasi pengelolaan sampah menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan.
“Gunung yang bersih adalah tanggung jawab bersama,” ucap Budy Kurniawan.
Perkuat Kelompok Binaan
Selain mengurus sampah pendakian, Balai TNGR juga mendampingi kelompok binaan masyarakat. Pendampingan berlangsung di wilayah Resor Torean dan Resor Aik Berik.
Budy mengatakan, pendampingan itu bertujuan memperkuat kelembagaan masyarakat. Balai TNGR juga ingin meningkatkan kapasitas usaha dan mendorong ekonomi warga yang selaras dengan prinsip konservasi.
“Pendampingan yang berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat kemandirian kelompok, meningkatkan nilai tambah produk unggulan masyarakat, serta memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kawasan konservasi untuk generasi mendatang,” kata Kepala Balai TNGR NTB Budy Kurniawan.










Komentar