Dongeng: Ibu Misnah, Seplastik daging kurban dan Kemiskinan yang Mendunia.

Avatar photo

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pembagian daging kurban.

Ilustrasi pembagian daging kurban.

Oleh: Amal Abrar / Rakyat NTB

Iduladha 2026 kembali berkumandang di tanah Nusa Tenggara Barat seperti gema takbir yang memantul di antara bukit-bukit kering dan sawah-sawah yang mulai retak.

Masjid-masjid bersuara merdu, anak-anak berlarian membawa kantong plastik, dan para pejabat berdiri di podium dengan pidato tentang kesejahteraan yang katanya sedang bertumbuh. Penghargaan demi penghargaan dibacakan, terbaik I, terbaik II dan seterusnya, menghiasi mimbar khutbah.

Namun di sebuah pelosok desa, seorang ibu bernama Misnah memeluk seplastik kecil daging kurban seperti memeluk harapan yang hanya mampir setahun sekali.

Di rumahnya, Iduladha bukan tentang pesta. Bukan tentang sate yang mengepul di halaman. Bukan pula tentang lemari pendingin penuh daging.

Bagi Misnah, hari raya adalah satu-satunya hari ketika dapurnya benar-benar berbau daging. Selebihnya, asap tungku lebih sering mengepul untuk merebus air daripada memasak lauk.

Di bawah kepemimpinan Lalu Muhammad Iqbal dan wakil gubernur Indah Damayanti Putri, rakyat tentu berharap NTB menjadi rumah yang lebih teduh bagi kaum kecil. Tetapi pertanyaan paling jujur justru lahir dari dapur-dapur sunyi seperti milik Misnah: mengapa kesejahteraan masih terasa seperti tamu musiman?

Baca Juga :  Bukan Di-Hack! Membongkar Trik Psikologis Sindikat Penipu WhatsApp Bermodal Foto Pejabat

Data memang menunjukkan adanya perbaikan. BPS mencatat IPM NTB tahun 2025 naik menjadi 73,97. (BPS Nusa Tenggara Barat). Angka kemiskinan juga disebut turun menjadi sekitar 11,78 persen atau sekitar 654 ribu jiwa.

Bahkan Data BPS NTB bahkan mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan IV tahun 2025 mencapai 12,49 persen secara tahunan. Tetapi itu ditopang oleh sektor tambang. Ibu misnah tidak hidup dari kepulan asap smelter. Ia hidup dari mengais rerumputan untuk ternak yang ia jaga milik tuan tuan pejabat.

Sebab kesejahteraan bukan sekadar statistik yang dibacakan di ruang konferensi pers. Kesejahteraan adalah apakah seorang ibu masih harus menunggu Iduladha untuk merasakan protein di meja makan. Kesejahteraan adalah apakah anak-anak desa bisa sekolah tanpa memikirkan ongkos, dan apakah petani tidak lagi menjual keringat dengan harga murah sementara kebutuhan hidup terus menjulang.

NTB hari ini ibarat padang yang sedang dijanjikan hujan, tetapi rakyat kecil masih menengadah dengan bibir kering kerontang. Pemerintah berbicara tentang investasi, pembangunan, dan pertumbuhan ekonomi. Namun di sudut desa, Misnah tetap menghitung beras butir demi butir. Pembangunan sering melaju seperti mobil dinas di jalan aspal mulus, sementara rakyat kecil berjalan kaki di jalan tanah yang becek oleh janji.

Baca Juga :  Gubernur Iqbal Sambut Kapolda NTB Baru Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja

Iduladha sejatinya mengajarkan pengorbanan dan keadilan sosial. Bahwa daging kurban tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi harus menjadi pengingat bahwa masih ada ketimpangan yang menganga. Ketika seorang ibu hanya bisa menikmati “kemewahan” setahun sekali dari seplastik daging kurban, maka ada yang belum selesai dari cara NTB (Pemerintah) mengurus rakyatnya.

Takbir yang berkumandang semestinya tidak hanya menggema di langit masjid, tetapi juga mengetuk nurani para pemimpin. Karena rakyat tidak hidup dari baliho pembangunan. Mereka hidup dari harga pangan yang terjangkau, pekerjaan yang layak, pendidikan yang merata, dan perut yang tidak lagi akrab dengan lapar.

Dan mungkin, kritik paling menyakitkan bagi pemerintah yang mendunia hari ini bukan datang dari demonstrasi besar atau pidato oposisi. Tetapi dari senyum kecil seorang ibu bernama Misnah yang berkata lirih di hari raya:

“Alhamdulillah… tahun ini bisa makan daging lagi.”

Kalimat sederhana itu terdengar seperti syukur. Tetapi sesungguhnya, ia adalah luka sosial yang belum benar-benar sembuh.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Di-Hack! Membongkar Trik Psikologis Sindikat Penipu WhatsApp Bermodal Foto Pejabat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:17 WITA

Dongeng: Ibu Misnah, Seplastik daging kurban dan Kemiskinan yang Mendunia.

Jumat, 10 April 2026 - 14:45 WITA

Bukan Di-Hack! Membongkar Trik Psikologis Sindikat Penipu WhatsApp Bermodal Foto Pejabat

Berita Terbaru

Wagub NTB berikan bantuan kepada korban kebakaran. (humas pemprov ntb)

Daerah

Wagub NTB Beri Bantuan untuk Korban Kebakaran Desa Lido

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:55 WITA