Diduga Bagikan Salak Tak Layak, SPPG Pandan Wangi 1 Dapur Masih Telaah Laporan

Avatar photo

Kamis, 30 April 2026 - 09:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

‎‎Lombok Timur ntbkita.com/ – Baru memasuki hari ketiga operasional, Dapur Pandan Wangi 1 yang berlokasi di Dusun Serigak, Desa Pandan Wangi, Kecamatan Jerowaru, mulai menuai sorotan. Dapur penyedia makanan tersebut diduga mendistribusikan buah salak busuk dan menu udang tumis yang mengeluarkan bau tak sedap kepada para penerima manfaat, Rabu, 29 April 2026.

‎‎Temuan itu diungkapkan salah seorang warga Pandan Wangi, Inak Kemur, saat memeriksa ompreng makanan yang diterima cucunya. Ia mengaku terkejut setelah mendapati kondisi buah salak yang sudah membusuk serta aroma menyengat dari lauk udang tumis yang disajikan.

Baca Juga :  Gubernur Iqbal: Setiap Rupiah APBD Harus Berdampak bagi Masyarakat

‎‎Menurutnya, menu udang tumis tersebut akhirnya tidak jadi dikonsumsi dan dikumpulkan di satu tempat karena warga khawatir makanan itu dapat memicu keracunan.

‎"Saya sempat mau mencicipi udangnya, tapi belum dimakan karena sudah tercium bau tidak enak. Salaknya juga busuk," ungkap Inak Kemur kepada media ini.

Baca Juga :  Pemprov NTB Dorong GTRA Percepat Penyelesaian Konflik Agraria

‎‎Menanggapi komentar dari keluarga Penerima Manfaat, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pandan Wangi 1 Rofiq mengatakan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap hal yang di komentari.

‎‎"Untuk informasi tersebut masih kami telusuri kebenarannya kelapangan langsung, tapi belum menemukan data realnya," ujar Rofiq.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KUA-PPAS 2027 Disepakati, Pendapatan NTB Ditargetkan Rp 6,22 Triliun
Pemprov NTB Minta Polemik Warga Lombok di Bali Tak Jadi Sentimen Antardaerah
Karhutla NTB Capai 8.895 Hektare, Pemprov NTB Perkuat Kesiapsiagaan
Titik Panas NTB Melonjak Jadi 139, BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran
BRIN dan BRIDA NTB Jajaki SWRO untuk Atasi Krisis Air di Pesisir Sekotong
NTB Kirim 465 Anggota Pramuka ke Jamnas XII 2026
Gubernur Iqbal Minta Manajemen Risiko Jadi Dasar Keputusan Pemprov NTB
Tumpukan Sampah TPS Sandubaya Menyusut Jadi 2.000–3.000 Ton

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:56 WITA

KUA-PPAS 2027 Disepakati, Pendapatan NTB Ditargetkan Rp 6,22 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:46 WITA

Pemprov NTB Minta Polemik Warga Lombok di Bali Tak Jadi Sentimen Antardaerah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:34 WITA

Titik Panas NTB Melonjak Jadi 139, BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:23 WITA

BRIN dan BRIDA NTB Jajaki SWRO untuk Atasi Krisis Air di Pesisir Sekotong

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:35 WITA

NTB Kirim 465 Anggota Pramuka ke Jamnas XII 2026

Berita Terbaru

Event Ekraf Mania

Ekonomi

Disparekraf NTB Siapkan Creative Hub dan Ekraf Satu Data

Jumat, 14 Agu 2026 - 17:50 WITA