MATARAM, ntbkita.com-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masih mematangkan persiapan proyek jalan bypass Lembar-Kayangan sebelum memulai tahap fisik di lapangan. Proyek infrastruktur berskala besar ini menelan estimasi anggaran awal mencapai Rp3,5 triliun.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) NTB, Lalu Kusuma Wijaya, memastikan pengerjaan konstruksi belum berjalan saat ini. Pihaknya masih memfokuskan seluruh tenaga untuk merampungkan berkas teknis lingkungan dan perencanaan rinci.
“Belum, kalau bypass kan masih berkutat di dokumen Detail Engineering Design (DED) dan Amdal. Insya Allah setelah Desember alias tahun depan,” kata Lalu Kusuma di Mataram, Jumat.
Tahapan Survei dan Pembebasan Lahan
Setelah menuntaskan perencanaan pada Desember mendatang, pemerintah daerah segera menyusun Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT). Tim teknis saat ini tengah melakukan survei lapangan untuk menentukan jalur pasti.
“Lahan sekarang kan lagi penentuan survei DPPT, dokumen pengadaan tanah. Surveinya itu nanti tergantung dari trase-nya. Trase-nya saat ini masih dalam tahap perencanaan, finalisasi sampai Desember,” tutur Lalu Kusuma.
Ketika berkas DPPT tuntas, petugas akan menggelar pertemuan langsung dengan para pemilik lahan. Meski tim survei sudah mulai menemui sejumlah warga, pemerintah belum mengikat kesepakatan resmi apapun dengan mereka.
“Kalau ketemu, insya Allah ketemu sih, namanya orang survei kan pasti ketemu, tapi belum ada ikatan apa-apa,” tambah Lalu Kusuma.
Potensi Pergeseran Trase Hindari SPBU
Pemerintah mencatat respons positif dari warga Lombok Timur dalam agenda Konsultasi Publik (KP) Amdal beberapa waktu lalu. Mayoritas warga menyatakan dukungan penuh terhadap proyek penghubung Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Kayangan ini.
“Alhamdulillah, KP, Konsultasi Publik Amdal yang di Lombok Timur, secara umum masyarakat mendukung,” ujar Lalu Kusuma.
Di sisi lain, Lalu Kusuma mengungkapkan kemungkinan pergeseran rute awal agar proyek tidak menggusur fasilitas vital yang sudah berdiri kokoh. Langkah teknis ini menjaga efisiensi pembangunan di sepanjang rute.
“Mungkin harus sedikit bergeser dari yang dulu. Karena ada fasilitas-fasilitas yang mungkin tidak bisa kita, kayak SPBU kan tidak mungkin kita pindah, yang mungkin harus kita hindari,” jelasnya.
Desain Jalur dan Efisiensi Anggaran
Kebutuhan anggaran Rp3,5 triliun mencakup pembangunan lintasan baru mulai dari Sengkol, Lombok Tengah hingga Pringgabaya, Lombok Timur. Alokasi dana tersebut juga membiayai peningkatan kapasitas jalan dari Bundaran Gerung, Lombok Barat menuju Bandara Internasional Lombok.
Perencana proyek mengarahkan desain trase menyusuri jalan kabupaten serta kantong wilayah yang minim permukiman. Strategi cermat ini bertujuan menghindari lonjakan biaya ganti rugi tanah warga.
Pemerintah merancang jalur bypass ini memiliki lebar 25 sampai 30 meter dengan format dua jalur dan empat lajur. Proyek ini juga akan menyertakan jalur lambat pada titik-titik persimpangan utama serupa dengan konsep bypass Mandalika.










Komentar