LOMBOK UTARA, ntbkita.com-Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, mulai mematangkan rencana pengembangan budidaya kurma tropis. Langkah strategis ini bertujuan memperluas diversifikasi komoditas lokal sekaligus menggenjot potensi ekonomi hijau daerah.
Guna mewujudkan target tersebut, tim Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Murung Raya bertolak ke Lombok Utara. Tujuannya berkonsultasi dengan BRIDA NTB serta menyambangi kebun Ukhuwah Datu Nusantara.
Sambut Positif Riset Kurma Rinjani
Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, menyambut hangat inisiatif penjajakan dari delegasi Kalimantan Tengah tersebut. Pihaknya menegaskan komitmen penuh untuk mendampingi penyediaan bibit unggul, mulai dari kurma lokal, Kurma Rinjani, hingga varietas Kumari.
“Pengembangan ini dapat kami kaji melalui penerapan teknologi bioteknologi dan kultur jaringan sesuai kebutuhan serta kondisi daerah,” ujar I Gede Putu Aryadi saat menerima kunjungan kerja tersebut.
Survei Tanah dan Skenario Tumpangsari
Di lokasi perkebunan Ukhuwah Datu Nusantara, Penelaah Teknis Kebijakan Bapperida Murung Raya, Dr. Lukmanul Hakim, merumuskan peta jalan teknis bersama para pakar. Rencana awal ini mencakup pembentukan tim survei lapangan, pemetaan titik koordinat. Serta uji sampel tanah demi mengukur kesesuaian agroklimat Murung Raya.
Tim perencana juga merancang skema jarak tanam kurma berukuran 10 x 10 meter. Di antara sela pohon kurma, mereka berencana menanam komoditas sacha inchi agar produktivitas lahan gambut maupun tanah mineral makin optimal.
Belajar Praktik Penyerbukan Bunga
Selain berdiskusi meja bundar, tim Bapperida Murung Raya langsung terjun mengamati pohon kurma yang sedang berbuah lebat. Mereka bahkan mempraktikkan teknik perkawinan atau penyerbukan bunga kurma varietas lokal secara langsung bersama pengelola kebun.
Dr. Lukmanul Hakim menegaskan bahwa riset mendalam menjadi kunci keberhasilan sebelum program ini meluncur ke publik. Pihaknya berencana mengundang tim ahli dari Lombok untuk menganalisis langsung hamparan tanah di Murung Raya.
“Langkah selanjutnya, kami mengajak tim Ukhuwah Datu Nusantara memeriksa kondisi tanah di Kabupaten Murung Raya sebagai bahan kajian sebelum masuk program tahun anggaran 2027,” kata Dr. Lukmanul Hakim.
Melalui pendekatan ilmiah dan kemitraan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Pemkab Murung Raya optimistis komoditas kurma tropis ini mampu menjadi sumber penopang ekonomi baru yang ramah lingkungan.










Komentar