232 Proposal Sayembara Riset NTB Masuk Seleksi Substansi, Fokus Pangan, Pariwisata, dan Kemiskinan

Avatar photo

Jumat, 11 September 2026 - 19:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sayembara riset dan inovasi Brida NTB.

Sayembara riset dan inovasi Brida NTB.

LOMBOK BARAT, ntbkita.com-Sebanyak 232 proposal Sayembara Riset dan Inovasi Daerah Provinsi NTB 2026 lolos seleksi administrasi dan kini masuk tahap seleksi substansi.

Tim Evaluasi Riset dan Inovasi Daerah akan memusatkan penilaian pada tiga tema prioritas, yakni ketahanan pangan, pariwisata berkelanjutan, dan pengentasan kemiskinan ekstrem.

Jumlah proposal yang masuk melampaui perkiraan awal. Karena itu, tim menyesuaikan mekanisme penilaian agar proses seleksi tetap efektif, objektif, dan terukur.

Tim membahas mekanisme itu dalam rapat lanjutan Sayembara Riset dan Inovasi Daerah 2026 Tahap 1 di Lombok Barat, Jumat (11/9).

Petakan 232 Proposal ke Tiga Tema

Tim Evaluasi akan memetakan seluruh proposal berdasarkan tiga tema prioritas.

Pemetaan itu akan menunjukkan jumlah proposal pada setiap tema sekaligus membantu tim membagi beban penilaian sesuai karakter dan jumlah proposal.

Perwakilan Tim Seleksi menjelaskan hasil pemetaan akan menjadi dasar pembagian proposal kepada evaluator berdasarkan kapasitas dan bidang keahlian.

Setiap evaluator akan melakukan penilaian awal. Setelah itu, tim akan membandingkan hasil penilaian dan membahasnya bersama.

Baca Juga :  BRIDA NTB Gandeng HPPBI dan LITPAM Perkuat Riset dan Inovasi

Melalui mekanisme itu, tim ingin mengurangi subjektivitas sekaligus memberi ruang yang proporsional bagi setiap tema untuk menghasilkan proposal terbaik.

Substansi Jadi Penentu

Pada tahap ini, tim tidak lagi menilai kelengkapan administrasi.

Evaluator akan memeriksa kualitas rumusan masalah, kebaruan, metodologi, relevansi dengan prioritas pembangunan, kelayakan, serta dampak luaran.

Tim juga akan melihat peluang setiap riset untuk berkembang menjadi produk atau solusi yang dapat digunakan.

Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi menegaskan tim tidak boleh menentukan pilihan hanya berdasarkan judul proposal.

“Yang kita pilih bukan hanya judul yang bagus, tetapi yang substansinya kuat dan bisa dikembangkan sampai menghasilkan produk atau solusi,” ujar Aryadi.

Menurutnya, tim harus melihat kekuatan isi sekaligus peluang hasil penelitian memberi manfaat bagi pembangunan daerah.

Proposal Angkat Digitalisasi hingga Herbal

Aryadi mengatakan proposal yang masuk membawa tema cukup beragam.

Peneliti mengajukan topik digitalisasi, kemiskinan, maritim, hingga pengembangan herbal berbasis potensi lokal.

Baca Juga :  BRIDA NTB dan Kementerian Hukum Siapkan Pendampingan Kekayaan Intelektual

Keragaman itu memberi BRIDA lebih banyak pilihan untuk menemukan penelitian yang dapat menjawab kebutuhan pembangunan di NTB.

Namun, tim tetap akan menguji setiap proposal berdasarkan kualitas substansi dan relevansinya dengan tiga prioritas utama sayembara.

Riset Terpilih Masuk Inkubasi pada 2027

BRIDA tidak ingin proses berhenti setelah menentukan proposal terbaik.

Pada 2027, BRIDA akan membawa riset terpilih ke tahap inkubasi inovasi untuk mendapatkan pendampingan dan pengembangan lebih lanjut.

BRIDA juga akan membawa hasil penelitian yang memiliki potensi ekonomi dan sosial menuju tahap hilirisasi.

Dengan langkah itu, hasil riset tidak hanya menghasilkan rekomendasi atau publikasi.

BRIDA ingin peneliti mengembangkan hasilnya menjadi produk atau solusi yang dapat digunakan dan diukur manfaatnya.

Melalui seleksi substansi, BRIDA menargetkan lahirnya riset yang memenuhi standar ilmiah, sesuai kebutuhan pembangunan, dan memiliki peluang untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat NTB.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PUPR NTB Mulai Perbaiki Jalan Penujak–Montong Ajan, Sasar Ruas 6,5 Kilometer
Sebanyak 754 Hektare Kebun Mete di Dompu Masuk Program Peremajaan Kementan
BRIDA NTB dan Kementerian Hukum Siapkan Pendampingan Kekayaan Intelektual
Dekranasda NTB Ingin Riset Tenun Lombok Perkuat Daya Saing Perajin
Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di NTB, Pemuda Berprestasi Terima Penghargaan
KPK Jadikan NTB Satu Data Referensi Pengembangan Sistem Analitik Pemberantasan Korupsi
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Santri of The Year 2026
Kementerian PU Guyur Rp182,6 Miliar ke Bima, Genjot Irigasi hingga Tangkal Banjir

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:04 WITA

PUPR NTB Mulai Perbaiki Jalan Penujak–Montong Ajan, Sasar Ruas 6,5 Kilometer

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:13 WITA

Sebanyak 754 Hektare Kebun Mete di Dompu Masuk Program Peremajaan Kementan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:08 WITA

BRIDA NTB dan Kementerian Hukum Siapkan Pendampingan Kekayaan Intelektual

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:44 WITA

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di NTB, Pemuda Berprestasi Terima Penghargaan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:49 WITA

KPK Jadikan NTB Satu Data Referensi Pengembangan Sistem Analitik Pemberantasan Korupsi

Berita Terbaru