Pemprov NTB Dorong Pembukaan Fakultas Kedokteran Gigi

Avatar photo

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM, ntbkita.com-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mendorong pembukaan Fakultas Kedokteran Gigi. Kehadiran fakultas itu akan memperkuat pendidikan tenaga kesehatan sekaligus membantu pemerataan dokter gigi di NTB.

Kepala Dinas Kesehatan NTB Lalu Hamzi Fikri menyampaikan dorongan itu saat mewakili gubernur pada pelantikan pengurus Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan berlangsung di Hotel Prime Park Mataram. Dalam kesempatan itu, pengurus pusat PDGI juga melantik pengurus PDGI kabupaten dan kota se-NTB.

Distribusi Dokter Gigi Belum Merata

Hamzi mengatakan NTB masih menghadapi persoalan distribusi dokter gigi pada fasilitas pelayanan kesehatan.

Berdasarkan data yang ia sampaikan, sekitar 50 persen dari 353 dokter spesialis gigi masih berada di kota besar. Rasio dokter gigi juga baru mencapai 0,06 per 1.000 penduduk.

Selain itu, lima fakultas kedokteran di NTB belum memiliki pendidikan kedokteran gigi.

“Dokter gigi kita sekarang menurut data, lima puluh persen dari 353 spesialis gigi masih ada di kota besar, sebesar 0,06 dokter gigi per seribu penduduk dan dari lima fakultas kedokteran belum ada spesialis gigi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tak Ada Jalur Titipan, Sekolah Rakyat Lotim Hanya Terima Anak Keluarga Miskin

Dari 177 puskesmas di NTB, sebanyak 27 unit belum memiliki dokter spesialis gigi. Karena itu, Pemprov NTB mendorong penguatan pendidikan sekaligus pemerataan tenaga kesehatan.

PDGI Diminta Menjangkau Desa dan Sekolah

Hamzi meminta program PDGI tidak hanya berfokus pada ruang praktik dan pertemuan ilmiah.

Sebaliknya, organisasi profesi perlu menjangkau masyarakat lapisan bawah. Selain itu, PDGI dapat memperluas edukasi dan pelayanan hingga ke desa, posyandu, serta sekolah.

Langkah itu sejalan dengan program Pemprov NTB yang mendorong tenaga kesehatan turun langsung ke masyarakat.

Dengan demikian, anak-anak dan keluarga dapat memperoleh pemeriksaan serta edukasi kesehatan gigi lebih awal.

Pengurus Pusat Siap Beri Dukungan

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar PDGI Eka Erwansyah mengajak seluruh pemangku kepentingan kesehatan di NTB mendukung pembukaan Fakultas Kedokteran Gigi.

Ia memastikan pengurus pusat PDGI siap memberikan dukungan penuh terhadap rencana itu.

Selain itu, Eka mendorong PDGI memperkuat manfaat organisasi bagi seluruh anggota. Organisasi dapat membantu dokter gigi menghadapi persoalan hukum sekaligus mengembangkan kompetensi profesi.

Baca Juga :  BRIDA NTB Dorong Kampus Hasilkan Riset untuk Atasi Masalah Daerah

“Isu edukasi kesehatan gigi bagi masyarakat juga menjadi salah satu tantangan bagi pengurus PDGI,” ujarnya.

Mayoritas Masyarakat Belum Menyikat Gigi dengan Benar

Data PDGI dan riset kesehatan nasional menunjukkan sekitar 94,5 persen masyarakat Indonesia menyikat gigi setiap hari.

Namun, hanya sekitar 2,8 persen hingga 5 persen yang menyikat gigi secara benar dan pada waktu yang tepat.

Selain itu, sekitar 57 persen penduduk Indonesia masih mengalami masalah gigi dan mulut. Masalah itu mencakup gigi berlubang, sedangkan kasus karies pada anak mencapai 89 persen.

Karena itu, PDGI mengingatkan masyarakat agar menyikat gigi minimal dua kali sehari. Waktu yang tepat ialah setelah sarapan dan sebelum tidur malam.

Masyarakat juga perlu menyikat seluruh permukaan gigi secara lembut serta menggunakan pasta gigi secukupnya.

Melalui penguatan pendidikan, pemerataan dokter, dan perluasan edukasi, Pemprov NTB berharap masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan gigi yang lebih mudah dan berkualitas.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Era Digital, Disbud NTB Dorong Anak Kenal Budaya Sejak Dini
Kementerian PU Survei Lahan Sekolah Rakyat Dompu, Pemkab Siapkan Enam Hektare
BRIDA NTB Dorong Kampus Hasilkan Riset untuk Atasi Masalah Daerah
Revitalisasi Tahap II Sasar 19 TK dan PAUD di Lombok Timur
Belum Masuk Dapodik, 26 Kepsek NTB Tak Bisa Kelola BOS
Tak Ada Jalur Titipan, Sekolah Rakyat Lotim Hanya Terima Anak Keluarga Miskin
Gubernur Iqbal Pastikan 41 Jabatan Kepala Sekolah Terisi Juli
Gubernur Iqbal Luncurkan Lima Program Reformasi Pendidikan NTB

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:08 WITA

Pemprov NTB Dorong Pembukaan Fakultas Kedokteran Gigi

Minggu, 26 Juli 2026 - 05:55 WITA

Di Era Digital, Disbud NTB Dorong Anak Kenal Budaya Sejak Dini

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:12 WITA

Kementerian PU Survei Lahan Sekolah Rakyat Dompu, Pemkab Siapkan Enam Hektare

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:25 WITA

BRIDA NTB Dorong Kampus Hasilkan Riset untuk Atasi Masalah Daerah

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:09 WITA

Revitalisasi Tahap II Sasar 19 TK dan PAUD di Lombok Timur

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemprov NTB Dorong Pembukaan Fakultas Kedokteran Gigi

Sabtu, 1 Agu 2026 - 20:08 WITA