Menko Zulhas Targetkan Nilai Tukar Nelayan Naik ke 120 lewat Kampung Nelayan Merah Putih

Avatar photo

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Zulhas berdialog dengan nelayan di Lombok Tengah.

Menko Zulhas berdialog dengan nelayan di Lombok Tengah.

LOMBOK TENGAH, ntbkita.com-Pemerintah menargetkan kenaikan Nilai Tukar Nelayan (NTN) dari 103 menjadi 120 melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan target itu saat meninjau pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Dusun Kelongkong, Desa Bilelando, Kecamatan Praya Timur, Jumat (31/7/2026).

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendampingi kunjungan kerja itu bersama sejumlah menteri, anggota DPR RI, kepala daerah, dan pimpinan organisasi perangkat daerah.

Pemerintah Lengkapi Fasilitas Nelayan

Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah akan memprioritaskan peningkatan kesejahteraan nelayan. Menurutnya, kondisi ekonomi nelayan masih tertinggal dibandingkan petani dan peternak.

Karena itu, pemerintah membangun Kampung Nelayan Merah Putih dengan berbagai fasilitas penunjang yang saling terhubung.

Fasilitas itu meliputi shelter cold box, pabrik es portabel, gudang beku portabel, kios pemasaran ikan, kios perbekalan, kantor pengelola, balai pelatihan, dan SPBU khusus nelayan.

“Karena itu kami akan fokus kepada nelayan. Kita bangunkan kampung nelayan, ada pabrik es, cold storage, SPBU nelayan, bengkel, balai lelang, tambatan perahu, gudang, semuanya lengkap di sini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter, Ini Harga BBM Pertamina di NTB

Selain meninjau Bilelando, rombongan juga mengunjungi kampung nelayan di Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.

Fasilitas Tekan Biaya Operasional

Zulkifli menilai kelengkapan fasilitas dapat membantu nelayan menekan biaya operasional. Nelayan juga memiliki peluang memperoleh harga jual hasil tangkapan yang lebih baik.

Selain itu, gudang beku dan pabrik es memungkinkan nelayan menyimpan ikan ketika harga pasar turun.

“Ketika nelayan mendapatkan penawaran harga yang murah, dia bisa mempertahankan hasil tangkapannya karena fasilitasnya sudah tersedia,” tandasnya.

Pemerintah juga menargetkan pembangunan SPBU nelayan pada September 2026. Fasilitas itu akan memudahkan nelayan memperoleh bahan bakar untuk kegiatan melaut.

Koperasi Hubungkan Pasar Nelayan

Pemerintah akan membentuk Koperasi Nelayan Merah Putih sebagai pengelola kawasan. Koperasi itu nantinya terhubung dengan jaringan koperasi di seluruh Indonesia.

Dengan jaringan itu, nelayan dapat memperluas pemasaran hasil tangkapan. Pemerintah desa akan ikut mengelola koperasi dengan kepala desa sebagai penanggung jawab.

“Di sini dibikinkan koperasi yang nyambung dengan seluruh Indonesia. Penanggung jawabnya Kepala Desa. Kalau ada nelayannya namanya Koperasi Nelayan Merah Putih, kalau tidak ada nelayan namanya Koperasi Desa Merah Putih,” jelasnya.

Baca Juga :  BRIDA NTB Dorong Hilirisasi Riset dan Ekonomi Hijau

Zulkifli menegaskan pemerintah sedang memusatkan perhatian pada kesejahteraan masyarakat di sektor pangan. Setelah sektor pertanian dan peternakan menunjukkan kemajuan, pemerintah kini memperkuat sektor perikanan.

“Petani padi sudah bagus, peternakan sudah lumayan. Sekarang tinggal nelayan yang kita fokuskan,” katanya.

Gubernur Ajak Nelayan Jaga Potensi Laut

Dalam kunjungan itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyapa ratusan nelayan setempat.

Ia mengajak masyarakat menjaga kekayaan laut sekaligus mengelolanya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan.

Rombongan juga menyerahkan bantuan beras dan minyak goreng Minyakita dari Kementerian Kelautan dan Perikanan kepada masyarakat.

Turut hadir Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, anggota Komisi IX DPR RI Muazim Akbar, serta Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri.

Zulkifli optimistis pemerintah dapat menaikkan NTN menjadi 120 dalam waktu dekat.

“Menteri Kelautan untuk tahun ini akan fokus meningkatkan Nilai Tukar Nelayan (NTN) dari 103 Insyaallah menjadi 120 sebelum September,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Siapkan 50 Kapal dan SPBUN untuk Nelayan Teluk Ekas
Pemprov NTB Percepat Koperasi Merah Putih lewat Penguatan Tata Kelola
KADIN Dorong Pemprov NTB Jamin Kepastian Regulasi bagi Investor
Pemkot Bima Pasang 21 Alat Perekam Transaksi untuk Cegah Kebocoran PAD
DPRD NTB Dorong Tambang Rakyat di Sumbawa Masuk Jalur Legal
Zakat Produktif NTB Naik 427 Persen, 15 Persen Mustahik Jadi Muzakki
Ekonomi NTB Tumbuh 13,24 Persen, Kadin Siap Dorong Investasi
Revitalisasi Pasar Kuta Hubungkan Pedagang dengan Industri Pariwisata Mandalika

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:00 WITA

Pemerintah Siapkan 50 Kapal dan SPBUN untuk Nelayan Teluk Ekas

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Menko Zulhas Targetkan Nilai Tukar Nelayan Naik ke 120 lewat Kampung Nelayan Merah Putih

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:40 WITA

Pemprov NTB Percepat Koperasi Merah Putih lewat Penguatan Tata Kelola

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:49 WITA

KADIN Dorong Pemprov NTB Jamin Kepastian Regulasi bagi Investor

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:10 WITA

Pemkot Bima Pasang 21 Alat Perekam Transaksi untuk Cegah Kebocoran PAD

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemprov NTB Dorong Pembukaan Fakultas Kedokteran Gigi

Sabtu, 1 Agu 2026 - 20:08 WITA