LOMBOK TIMUR, ntbkita.com-Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB Sinta Aghatia M Iqbal mengapresiasi generasi muda Pringgasela yang terus menjaga dan mengembangkan tenun warisan leluhur.
Bunda Sinta, sapaan akrabnya, menyampaikan apresiasi itu seusai menghadiri Karnaval Tenun Night Show “Srimananti: The Evolution of Heritage (Suara, Rupa, dan Aroma)” di kawasan Tugu Mopra, Pringgasela, Lombok Timur, Sabtu (25/7) malam.
Ribuan masyarakat memadati arena pertunjukan. Bunda Sinta mengaku bangga melihat kreativitas generasi muda dalam mengemas tradisi menenun menjadi pertunjukan budaya modern.
“Luar biasa buat anak-anak muda Pringgasela yang terus mempertahankan dan menjaga tenun ini. Ini momen yang sangat berharga. Semoga dapat menginspirasi daerah-daerah lain di NTB. Terima kasih untuk generasi muda Pringgasela,” ujarnya.
Dekranasda Siap Perkuat Kolaborasi
Bunda Sinta mengatakan keterlibatan generasi muda memberi harapan baru bagi keberlanjutan tenun Pringgasela. Mereka tidak hanya menjaga warisan masa lalu, tetapi juga mengembangkan identitas budaya agar tetap relevan.
Dekranasda NTB siap memperkuat kolaborasi bersama pemerintah daerah, komunitas budaya, perajin, dan masyarakat. Kerja sama itu akan mendukung pengembangan tenun Pringgasela sebagai ikon budaya NTB.
“Kita akan bekerja bersama. Dekranasda siap berkolaborasi dengan seluruh pihak agar semangat ini terus tumbuh dan tenun Pringgasela semakin dikenal, dicintai, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Bunda Sinta mengikuti seluruh rangkaian pertunjukan dengan mengenakan busana tenun khas NTB. Wakil Bupati Lombok Timur H Moh Edwin Hadiwijaya, Ketua Dekranasda Lombok Timur, dan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB Muhamad Ihwan turut menghadiri acara itu.
Srimananti Tampilkan Perjalanan Tenun
Prosesi pemukulan gong membuka pertunjukan kolosal di kawasan Tugu Mopra. Acara memadukan musik tradisional, permainan cahaya, parade busana, dan visualisasi proses pembuatan tenun Pringgasela.
Pertunjukan memperlihatkan proses pengolahan benang, pewarnaan dengan bahan alami, hingga ketekunan para penenun merangkai setiap helai benang.
Srimananti merupakan salah satu motif tenun khas Pringgasela. Motif itu melambangkan harapan, doa, kesabaran, dan ketekunan perempuan penenun.
Tema The Evolution of Heritage membawa pesan bahwa tradisi terus tumbuh mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budaya.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB Muhamad Ihwan menegaskan komitmen Pemprov NTB dalam mendukung kawasan wisata berbasis budaya. Ia menilai kreativitas generasi muda menjadi modal untuk memperkuat identitas budaya dan daya saing pariwisata.
Wakil Bupati Lombok Timur Moh Edwin Hadiwijaya juga menyatakan komitmen Pemkab Lombok Timur untuk memperkuat Festival Alunan Budaya Pringgasela sebagai agenda unggulan daerah.
Festival Catat Perputaran Ekonomi Rp 17,1 Miliar
Festival Alunan Budaya Pringgasela telah berlangsung selama satu dekade. Sepanjang periode itu, festival mencatat perputaran ekonomi sekitar Rp 17,1 miliar dan menjangkau lebih dari 10 juta penonton.
Festival juga masuk dalam Karisma Event Nusantara selama tiga tahun berturut-turut. Ajang itu bahkan menembus 10 besar acara budaya terbaik tingkat nasional.
Karnaval Tenun Night Show Srimananti menutup perayaan satu dekade Festival Alunan Budaya Pringgasela yang berlangsung pada 19–25 Juli 2026.
Festival itu mengangkat tenun sebagai warisan budaya, penggerak ekonomi, dan identitas masyarakat Pringgasela. Generasi muda juga mengambil peran penting untuk membawa tenun menuju masa depan.










Komentar