MATARAM, ntbkita.com-Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi NTB membuka peluang kolaborasi dengan Smart ID. Kedua pihak ingin memperkuat riset, inovasi daerah, tata kelola pemerintahan, dan kapasitas sumber daya manusia.
Kepala BRIDA Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi bersama jajarannya menerima perwakilan Smart ID di Kantor BRIDA NTB, Senin (13/7). Smart ID merupakan platform teknologi yang berfokus pada tata kelola organisasi, reformasi birokrasi, dan sektor publik.
Audiensi itu menghasilkan kesepahaman awal mengenai pendampingan riset, penyusunan dokumen strategis, dan pengembangan inovasi daerah. Kedua pihak juga membahas peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Kolaborasi itu menyasar peningkatan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan daerah.
Dorong Riset Terapan dan Hilirisasi
I Gede Putu Aryadi mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB terus mengarahkan kebijakan riset dan inovasi berbasis terapan. Kebijakan itu mengacu pada RPJMD dan Roadmap Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Provinsi NTB.
Arah kebijakan itu sejalan dengan konsep Riset dan Inovasi Berdampak dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Konsep itu mendorong setiap hasil riset memberi manfaat nyata kepada masyarakat dan menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Aryadi, berbagai inovasi digital belum memberi nilai tambah ekonomi secara optimal. Karena itu, BRIDA memperkuat ekosistem inovasi melalui pendampingan, penerapan teknologi, hilirisasi hasil riset, dan komersialisasi produk inovasi.
BRIDA juga memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk Universitas Mataram dan UIN Mataram. Kerja sama itu mendorong penerapan hasil penelitian sesuai kebutuhan pembangunan daerah.
“Mulai tahun 2025 BRIDA telah bertransformasi dari organisasi yang didominasi jabatan struktural menjadi organisasi berbasis jabatan fungsional. Dengan terbentuknya Pokja Workshop dan Pusat Sains Iptek, kami ingin mendorong inovasi yang tidak berhenti pada konsep, tetapi mampu diterapkan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujar Kepala BRIDA Provinsi NTB.
Smart ID Tawarkan Pendampingan
Dalam audiensi itu, Smart ID memaparkan sejumlah layanan untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah. Melalui Smart Consulting, Smart ID menawarkan pendampingan penyusunan kajian, riset, dan dokumen strategis.
Smart ID menyediakan skema pendampingan tenaga ahli maupun penyusunan dokumen hingga tahap akhir. Platform itu juga menawarkan layanan telaah dokumen dan narasumber untuk kegiatan ilmiah serta pengembangan kebijakan.
Smart ID merancang layanan itu untuk memperkuat kolaborasi pemerintah daerah dengan mitra profesional. Kolaborasi itu menyasar peningkatan kualitas riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Melalui pendekatan itu, pemerintah daerah dapat memperkuat kebijakan berbasis data. Pemerintah juga dapat menghasilkan inovasi yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
Pokja Siapkan Data Inovasi Daerah
Kelompok Kerja (Pokja) Inovasi Hilirisasi dan Kemitraan BRIDA NTB juga memaparkan perkembangan data inovasi daerah. Pokja telah menghimpun sebagian besar data perizinan dan profil daerah untuk memenuhi indikator pemerintah pusat.
Pokja menyambut peluang kerja sama dengan Smart ID. Kolaborasi itu mencakup pendampingan, konsultasi, dan pertukaran praktik terbaik dalam memperkuat inovasi daerah.
BRIDA NTB dan Smart ID sepakat membuka ruang kolaborasi berkelanjutan. Sinergi itu menyasar percepatan hilirisasi hasil riset, peningkatan kapasitas aparatur, dan penguatan inovasi daerah.
Kedua pihak berharap kolaborasi itu memberi dampak nyata terhadap pelayanan publik, daya saing daerah, dan kesejahteraan masyarakat.










Komentar