46 Calon PMI NTB Bersiap Magang ke Jepang Selama Tiga Tahun

Avatar photo

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta pelatihan magang ke Jepang.

Peserta pelatihan magang ke Jepang.

MATARAM, ntbkita.com-Sebanyak 46 calon pekerja migran Indonesia asal berbagai kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat mengikuti pelatihan tahap pertama Program Pemagangan ke Jepang Angkatan 2026.

Peserta yang lulus akan melanjutkan pelatihan nasional tahap kedua di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan di Bekasi.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal membuka pelatihan prapemberangkatan itu di Ruang Kompetensi BPSDM NTB, Senin (3/8).

Melalui program ini, Pemprov NTB ingin menyiapkan tenaga kerja yang menguasai bahasa, keterampilan, budaya kerja, kedisiplinan, dan etos kerja Jepang.

Peserta Harus Terus Meningkatkan Kemampuan

Iqbal meminta seluruh peserta menunjukkan kemajuan selama mengikuti pelatihan. Mereka harus meningkatkan kemampuan bahasa, keterampilan, kondisi fisik, dan kedisiplinan.

“Ke depannya, semua harus progres. Jangan sampai mengalami penurunan. Yang bisa membuat kalian mengalami penurunan itu adalah melakukan diri puas sebelum waktunya. Jadi jangan puas, terus bekerja,” tandasnya.

Menurut Iqbal, kemampuan bahasa menjadi bekal utama sebelum peserta menjalani pemagangan di Jepang. Selain itu, peserta perlu mempersiapkan mental agar mampu beradaptasi dengan lingkungan dan budaya kerja baru.

Karena itu, ia meminta peserta mengikuti setiap tahapan pelatihan secara serius. Mereka juga harus menjadikan evaluasi sebagai ruang untuk memperbaiki kekurangan.

Penghasilan Harus Menjadi Modal Masa Depan

Iqbal menegaskan program pemagangan tidak hanya bertujuan memberi kesempatan kerja dan penghasilan.

Sebaliknya, peserta perlu memanfaatkan pengalaman dan penghasilan dari Jepang untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga setelah kembali ke NTB.

Baca Juga :  Bank NTB Syariah Kembali Salurkan KUR Rp 40 Miliar

“Pertama membangun keluarganya, kalau keluarganya yang kemudian miskin ekstrem jadi tidak miskin. Yang miskin kemudian menjadi lebih baik, yang sudah baik keluarganya lebih diangkat lagi kesejahteraannya,” ungkapnya.

Selanjutnya, Iqbal meminta peserta mengelola waktu dan penghasilan secara bijak. Setiap pendapatan harus menjadi modal untuk membangun masa depan dalam jangka panjang.

“Masa depanmu, masa depan keluarganmu, masa depan anakmu nanti. Maka jangan sampai uang ini sia-sia, jangan sampai uang ini habis lantaran gaya hidup,” pesannya.

Selain itu, peserta perlu meningkatkan literasi keuangan sebelum berangkat. Iqbal menyarankan mereka mempelajari skema Kredit Usaha Rakyat bagi pekerja migran yang tersedia melalui Bank NTB Syariah.

“Jadi ketika teman-teman sudah kembali, gunakan uang untuk sesuatu yang produktif sehingga kalian tidak sama kondisinya dengan pada saat kamu meninggalkan Indonesia. Kondisimu sudah lebih baik, sudah punya rumah, sudah punya tanah untuk produksi. Jangan beli hal-hal yang konsumtif,” jelasnya.

Etos Kerja Jepang Harus Dibawa Pulang

Di sisi lain, Iqbal meminta peserta tidak hanya membawa pulang penghasilan. Mereka juga harus membawa budaya kerja dan kedisiplinan yang mereka pelajari selama berada di Jepang.

Menurutnya, Jepang memiliki etos kerja tinggi dan budaya disiplin yang kuat. Karena itu, peserta perlu menerapkan nilai itu setelah kembali ke daerah.

Selanjutnya, mereka dapat menularkan kedisiplinan, kesopanan, dan semangat kerja kepada keluarga serta masyarakat sekitar.

“Makin banyak orang yang mencintai disiplinan, makin banyak orang yang menghormati disiplinan, maka disiplinan itu nanti menjadi mainstream,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Iqbal: Kemajuan Mandalika Harus Dirasakan Desa Penyangga

Peserta Jalani Evaluasi Bahasa dan Fisik

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB Aidy Furqan mengatakan pelatihan tahap pertama membekali peserta dengan kemampuan dasar bahasa Jepang.

Selain itu, peserta mempelajari budaya, etika kerja, dan jenis pekerjaan di Jepang. Pelatihan juga memperkuat kondisi fisik, kompetensi, mental, disiplin, serta etos kerja.

Aidy menjelaskan panitia akan menjalankan evaluasi bahasa serta dua tahap evaluasi fisik dan kompetensi.

Karena itu, ia meminta seluruh peserta mengerahkan kemampuan terbaik selama pelatihan.

“Para peserta pemagangan Jepang kali ini, kami harapkan untuk maksimal memberikan kemampuan dan potensinya supaya tidak tereliminasi,” harapnya.

Peserta Lulus Berangkat Akhir 2026

Peserta yang lolos hingga pelatihan nasional tahap kedua akan berangkat ke Jepang pada akhir 2026 atau paling lambat awal 2027.

Mereka akan mengikuti program pemagangan selama tiga tahun. Namun, peserta dengan kemampuan luar biasa berpeluang memperoleh tambahan masa magang hingga dua tahun.

Dengan demikian, peserta terbaik dapat menjalani program pemagangan selama lima tahun.

Aidy berharap peserta menjaga nama baik NTB selama berada di Jepang. Selain menjadi tenaga kerja, mereka juga membawa identitas daerah dalam lingkungan internasional.

“Mereka kita harapkan menjadi bagian duta kita untuk Nusa Tenggara Barat untuk mewujudkan dan menyuarakan visi Nusa Tenggara Barat yang makmur mendunia,” ungkap Aidy.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ekspor NTB Melonjak 561 Persen pada Semester I 2026
Gubernur Iqbal Tawarkan Konsolidasi Lahan ala FELDA untuk Petani Gurem NTB
Pemerintah Siapkan 50 Kapal dan SPBUN untuk Nelayan Teluk Ekas
Menko Zulhas Targetkan Nilai Tukar Nelayan Naik ke 120 lewat Kampung Nelayan Merah Putih
Pemprov NTB Percepat Koperasi Merah Putih lewat Penguatan Tata Kelola
KADIN Dorong Pemprov NTB Jamin Kepastian Regulasi bagi Investor
Pemkot Bima Pasang 21 Alat Perekam Transaksi untuk Cegah Kebocoran PAD
DPRD NTB Dorong Tambang Rakyat di Sumbawa Masuk Jalur Legal

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:58 WITA

Ekspor NTB Melonjak 561 Persen pada Semester I 2026

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:54 WITA

46 Calon PMI NTB Bersiap Magang ke Jepang Selama Tiga Tahun

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:41 WITA

Gubernur Iqbal Tawarkan Konsolidasi Lahan ala FELDA untuk Petani Gurem NTB

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:00 WITA

Pemerintah Siapkan 50 Kapal dan SPBUN untuk Nelayan Teluk Ekas

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Menko Zulhas Targetkan Nilai Tukar Nelayan Naik ke 120 lewat Kampung Nelayan Merah Putih

Berita Terbaru

Ilustrasi rapat dewas RSUD Tripat.

Kesehatan

DPRD Lobar Minta Komposisi Dewas RSUD Tripat Dievaluasi

Selasa, 4 Agu 2026 - 17:20 WITA