Stok Beras Cadangan Mataram Kosong dan Pengadaan Baru Hanya 3 Ton

Avatar photo

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gudang beras

Ilustrasi gudang beras

MATARAM, ntbkita.com-Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram mencatat stok beras cadangan daerah telah kosong sejak Juni 2026.

Pada saat yang sama, DKP hanya mengalokasikan pengadaan beras sebanyak 3 ton melalui APBD Murni 2026. Jumlah itu turun drastis dibandingkan alokasi tahun sebelumnya yang mencapai 20 ton.

Kondisi itu mengurangi kemampuan pemerintah dalam merespons bencana alam dan gejolak harga pangan. Karena itu, DKP mengusulkan tambahan pengadaan melalui APBD Perubahan 2026.

Stok 20 Ton Habis Sejak Juni

Kepala DKP Kota Mataram Sudirman membenarkan kekosongan beras cadangan di gudang pemerintah.

DKP telah menyalurkan seluruh stok 20 ton hasil pengadaan 2025 secara bertahap hingga Juni 2026.

“Persediaan stok kita di gudang saat ini sama sekali tidak ada, habis sejak Juni kemarin. Karena itu, sekarang proses pengadaan baru untuk tahun 2026 sedang kita jalankan,” katanya.

Baca Juga :  Wagub NTB Peragakan Tenun Renda Muna Pa’a dan Pringgasela di IFW 2026

Selama ini, pemerintah memakai beras cadangan untuk membantu masyarakat yang mengalami bencana. Pemerintah juga memanfaatkan stok itu untuk mengendalikan inflasi ketika harga pangan bergejolak.

DKP Hanya Mengadakan 3 Ton

DKP mengalokasikan pengadaan 3 ton beras melalui APBD Murni 2026. Sudirman mengatakan pemerintah mempertimbangkan efisiensi anggaran dan kualitas beras selama masa penyimpanan.

Menurutnya, penyimpanan terlalu lama dapat menurunkan mutu dan merusak kondisi fisik beras.

“Beras kalau disimpan terlalu lama di gudang membuat kita waswas. Takutnya justru rusak dan mubazir. Kami merasa kurang nyaman jika bantuan beras yang dibagikan ke masyarakat kualitasnya tidak bagus,” jelasnya.

Karena itu, DKP memilih pengadaan dalam jumlah terbatas pada tahap awal. Namun, volume 3 ton belum menyamai kebutuhan tahun sebelumnya.

DKP Usulkan Tambahan lewat APBD Perubahan

DKP telah mengajukan penambahan beras cadangan melalui Anggaran Belanja Tambahan atau APBD Perubahan 2026.

Baca Juga :  IMMK Unram Edukasi Warga Leseng soal Tanah Ulayat dan Kawasan Hutan

Langkah itu bertujuan memperkuat kesiapan pemerintah menghadapi bencana dan kenaikan harga pangan.

“Alokasi 3 ton ini kan dari anggaran murni daerah. Kami sudah mendapat arahan pimpinan untuk mengajukan sisanya di ABT. Berapa persetujuan dari tim anggaran nanti belum tahu,” terangnya.

Selanjutnya, tim anggaran akan menentukan jumlah tambahan sesuai kemampuan fiskal daerah.

Beras Cadangan Diprioritaskan untuk Bencana

DKP memprioritaskan beras cadangan bagi masyarakat yang menghadapi banjir, angin puting beliung, dan bencana alam lainnya.

Selain itu, pemerintah dapat memakai beras untuk intervensi ketika gejolak harga mengganggu daya beli masyarakat.

Lurah dan kepala lingkungan akan mengusulkan sekaligus memverifikasi data warga yang membutuhkan bantuan.

“Pengadaan 20 ton itu, seluruhnya sudah tersalurkan kepada masyarakat terdampak bencana berdasarkan data usulan lurah dan kaling,” pungkas Sudirman.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kuota Elpiji 3 Kilogram KSB Turun, Pemkab Minta Tambahan ke Pusat
Kemiskinan Lombok Utara Turun Menjadi 20,23 Persen
KLU Bangun Gedung Inspektorat dan BPBD dengan Anggaran Rp 4,7 Miliar
Pengembang Perumahan di Mataram Wajib Sisihkan 2 Persen Lahan untuk Makam
Gedung Baru DPRD NTB Dirancang Miliki PLTS dan SPKLU
BRIDA NTB Cari 15 Riset Terbaik dengan Dana Rp 30 Juta per Proposal
Pemprov NTB Siapkan Cockpit Digital untuk Pantau Pembangunan Secara Real Time
Gubernur Iqbal Dorong Cagar Budaya NTB Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:48 WITA

Kuota Elpiji 3 Kilogram KSB Turun, Pemkab Minta Tambahan ke Pusat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:38 WITA

Kemiskinan Lombok Utara Turun Menjadi 20,23 Persen

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:32 WITA

KLU Bangun Gedung Inspektorat dan BPBD dengan Anggaran Rp 4,7 Miliar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:00 WITA

Pengembang Perumahan di Mataram Wajib Sisihkan 2 Persen Lahan untuk Makam

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:43 WITA

Gedung Baru DPRD NTB Dirancang Miliki PLTS dan SPKLU

Berita Terbaru

Najmul Akhyar

Daerah

Kemiskinan Lombok Utara Turun Menjadi 20,23 Persen

Rabu, 5 Agu 2026 - 16:38 WITA

Ilustrasi nelayan.

Ekonomi

BBM Subsidi Langka Bikin Aktivitas Nelayan NTB Lumpuh

Rabu, 5 Agu 2026 - 13:23 WITA