Antisipasi Gempa dan Tsunami, Pemprov NTB Matangkan Simulasi Kebencanaan Lintas Sektor

Avatar photo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan simulasi penanggulangan bencana yang digelar BPBD NTB.

Kegiatan simulasi penanggulangan bencana yang digelar BPBD NTB.

MATARAM-ntbkita.com-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mematangkan langkah mitigasi guna mengantisipasi ancaman gempa bumi dan tsunami. Salah satu langkah strategis tersebut terwujud lewat Simulasi Penanggulangan Bencana yang berlangsung selama empat hari, mulai 19 hingga 22 Oktober 2026.

Agenda gabungan ini memfokuskan latihan pada peningkatan koordinasi, kesiapan prosedur darurat, serta penguatan kolaborasi lintas instansi di wilayah NTB.

Ancaman Gempa hingga Letusan Gunung Api

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Sadimin, menegaskan urgensi pelatihan lapangan ini mengingat bencana alam sering kali datang tanpa peringatan pasti. Selain ancaman gempa dan tsunami, wilayah NTB juga memiliki kawasan gunung api aktif yang sewaktu-waktu dapat memicu risiko bahaya.

“Simulasi ini merupakan langkah antisipasi kita di daerah dalam penanganan bencana gempa bumi dan tsunami. Ancaman bencana tidak dapat kita prediksi secara pasti, sehingga kesiapsiagaan harus terus diperkuat,” kata Sadimin.

Baca Juga :  Pemkab Murung Raya Siapkan Budidaya Kurma Tropis, Gandeng BRIDA NTB Kaji Lahan dan Bibit Unggul

Sadimin menambahkan bahwa urusan keselamatan publik memerlukan keterlibatan aktif semua pihak, mulai dari pemerintah, instansi teknis, hingga warga setempat. Sinergi antarlembaga menjadi kunci utama agar operasi pertolongan berlangsung cepat, tepat sasaran, dan solid.

Andalkan Aplikasi SIAGA NTB untuk Deteksi Dini

Dalam memperkuat jaringan informasi darurat, Pemprov NTB menggandeng Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB untuk mengembangkan aplikasi SIAGA NTB. Inovasi teknologi ini berfungsi menyebarkan peringatan dini sekaligus menampung laporan langsung dari warga saat bencana melanda.

Data laporan masyarakat melalui aplikasi tersebut membantu petugas memetakan jenis kejadian, menentukan respons darurat, hingga menyusun rencana tahapan pemulihan lapangan.

“Simulasi ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman kita mengenai sistem dan tahapan penanganan bencana, termasuk mekanisme mitigasi yang harus dilakukan. Kita ingin seluruh pihak semakin siap ketika menghadapi situasi darurat,” ujar Sadimin.

Baca Juga :  Helikopter Evakuasi Pendaki Asal Belanda yang Alami Cedera Kaki di Gunung Rinjani

Ia pun mengajak seluruh elemen menjaga komitmen ketangguhan daerah. “Mari kita bersama-sama mewujudkan NTB yang aman dan tangguh bencana,” ajaknya.

BNPB Uji Efektivitas Prosedur Lapangan

Dari pihak pusat, perwakilan Pusat Pendidikan dan Pelatihan BNPB RI, Roswanto, S.Pd., M.M., menilai simulasi terpadu ini menjadi sarana paling tepat untuk menguji kesiapan operasional setiap instansi. Kegiatan ini sekaligus mempererat koordinasi kerja antara pemerintah pusat dan aparatur daerah.

Melalui evaluasi menyeluruh selama sesi latihan, BNPB dan BPBD NTB ingin memastikan jalur komunikasi darurat tetap berjalan tanpa hambatan saat bencana sesungguhnya terjadi.

Latihan gabungan pada 19, 22 Oktober 2026 ini diharapkan mampu menghasilkan sistem tanggap darurat yang tangguh serta memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh masyarakat NTB.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kementerian PU Guyur Rp182,6 Miliar ke Bima, Genjot Irigasi hingga Tangkal Banjir
Proyek Bypass Lembar-Kayangan Senilai Rp3,5 Triliun Masih Tuntaskan Amdal dan DED
Viral Video Oknum TNI Ngamuk Bawa Sajam di Mataram, Ternyata Idap Skizofrenia Paranoid
Tembus 5 Besar SDGs Action Awards 2026, Pemprov NTB Buktikan Kekuatan Tata Kelola Data
Gagasan Museum Desa dari NTB Tembus Konferensi Permuseuman Dunia ICOM CECA 2026
Pemprov NTB Percepat Pencairan Dana Desa Berdaya, 131 Desa Belum Lengkapi Berkas
Angka Stunting Lombok Timur Turun Jadi 18,4 Persen pada Agustus 2026
Helikopter Evakuasi Pendaki Asal Belanda yang Alami Cedera Kaki di Gunung Rinjani

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:07 WITA

Kementerian PU Guyur Rp182,6 Miliar ke Bima, Genjot Irigasi hingga Tangkal Banjir

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:55 WITA

Proyek Bypass Lembar-Kayangan Senilai Rp3,5 Triliun Masih Tuntaskan Amdal dan DED

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Tembus 5 Besar SDGs Action Awards 2026, Pemprov NTB Buktikan Kekuatan Tata Kelola Data

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:05 WITA

Gagasan Museum Desa dari NTB Tembus Konferensi Permuseuman Dunia ICOM CECA 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:12 WITA

Pemprov NTB Percepat Pencairan Dana Desa Berdaya, 131 Desa Belum Lengkapi Berkas

Berita Terbaru