Jawab Masalah 7.000 Anak Putus Sekolah, Lombok Barat Siapkan Sekolah Rakyat 8,6 Hektare

Avatar photo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Lobar Nurul Adha.

Wabup Lobar Nurul Adha.

LOMBOK BARAT, ntbkita.com-Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menyiapkan lahan seluas 8,6 hektare di Kecamatan Kuripan untuk pembangunan Sekolah Rakyat terintegrasi berkapasitas hingga 2.000 siswa dari jenjang SD sampai SMA. Pemkab berharap pembangunan dapat terealisasi pada 2027, tetapi masih harus menyelesaikan status lahan yang masuk kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha mengatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk mempercepat realisasi Sekolah Rakyat Lombok Barat.

“Kami terus berkoordinasi dengan Menteri Sosial dan berupaya keras agar sekolah rakyat segera terealisasi di Lombok Barat,” ujar Nurul Adha saat menghadiri open house Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Nurul, keberadaan sekolah permanen dibutuhkan untuk memperluas akses pendidikan, terutama bagi anak dari keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi.

Pemerintah juga menempatkan Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Data Pusat Catat Sekitar 7.000 Anak Tidak Sekolah

Nurul mengatakan data pemerintah pusat mencatat sekitar 7.000 anak tidak sekolah di Lombok Barat.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Lombok Barat melalui pendataan di daerah sejauh ini menemukan sekitar 1.500 anak tidak sekolah.

Baca Juga :  Unram–Massey University Perluas Kerja Sama, Siapkan Riset Pangan dan Joint Master

Mayoritas yang teridentifikasi melalui pendataan daerah merupakan anak yang putus sekolah pada jenjang SMP atau tidak melanjutkan pendidikan ke SMA.

Perbedaan angka tersebut membuat pemerintah daerah masih perlu memperkuat pendataan untuk mengetahui kondisi anak tidak sekolah secara lebih rinci.

Nurul menilai pendidikan menjadi salah satu instrumen penting untuk memutus kemiskinan antargenerasi. Akses pendidikan yang lebih tinggi, menurut dia, dapat membuka peluang anak meningkatkan kondisi ekonominya pada masa mendatang.

“Kalau anak mendapatkan pendidikan yang baik, kemudian jenjang pendidikan yang naik ke atas pasti lepas dari kemiskinan,” tegas Nurul Adha.

Status LP2B Masih Jadi Kendala

Meski lahan telah tersedia, Pemkab Lombok Barat belum dapat langsung memulai pembangunan Sekolah Rakyat di Kuripan.

Lahan seluas 8,6 hektare itu masih tercatat sebagai bagian dari kawasan LP2B. Pemerintah harus menyelesaikan proses administrasi perubahan status lahan sebelum melanjutkan rencana pembangunan.

Nurul berharap proses tersebut segera rampung sehingga pemerintah dapat membawa rencana pembangunan ke tahap berikutnya bersama pemerintah pusat.

Baca Juga :  KPK Beri Pemkab Lombok Barat Waktu Sebulan Benahi Tata Kelola Usai OTT Bupati LAZ

“Tanah itu harus keluar dari LP2B. Kalau sudah selesai proses administrasi, Insya Allah mudah-mudahan kami jemput ke pusat dan mudah-mudahan 2027 sudah terlihat,” lanjut Nurul Adha.

Karena itu, target pembangunan pada 2027 masih bergantung pada penyelesaian administrasi lahan dan proses lanjutan dengan kementerian terkait.

SRMP 18 Masih Gunakan Sentra Paramita

Saat ini, SRMP 18 Lombok Barat masih berstatus sebagai Sekolah Rakyat rintisan.

Kegiatan belajar berlangsung dengan memanfaatkan fasilitas Sentra Paramita Mataram milik Kementerian Sosial.

Kepala SRMP 18 Lombok Barat Satria Irwandi mengatakan sekolah akan pindah ke kompleks Sekolah Rakyat di Kuripan setelah pembangunan selesai.

“Saat bangunan sekolah rakyat di Kuripan rampung, kami pindah. Sentra Paramita kembali ke fungsi awal sebagai pusat pelayanan rehabilitasi dan perlindungan sosial kelompok rentan,” pungkas Satria.

Rencana Sekolah Rakyat Lombok Barat nantinya menyatukan jenjang SD hingga SMA dalam satu kawasan pendidikan dengan daya tampung hingga 2.000 siswa.

Pemkab Lombok Barat kini memprioritaskan penyelesaian status lahan agar rencana pembangunan di Kecamatan Kuripan dapat berlanjut pada 2027.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putus Rantai Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Sumbawa Gratiskan Penuh Siswa Sekolah Rakyat Berasrama
Unram–Massey University Perluas Kerja Sama, Siapkan Riset Pangan dan Joint Master
UMMAT Wisuda 997 Lulusan, 226 Raih Cumlaude dan Total Alumni Tembus 29.011
Kemensos Salurkan Bantuan untuk 35 Anak Yatim dan Keluarga Kurang Mampu di Narmada
Ditlantas Polda NTB Ingatkan Pelajar Jangan Berkendara sebelum Punya SIM
ICMRI UMMAT 2026 Jadi Panggung Peneliti Muda dari 35 Perguruan Tinggi
Gubernur Iqbal Siapkan SMK NTB Go Global lewat Kemitraan Industri
Kuliah Umum FH UMMAT Bedah Hukum dan Budaya dalam Masyarakat Multikultural

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:37 WITA

Jawab Masalah 7.000 Anak Putus Sekolah, Lombok Barat Siapkan Sekolah Rakyat 8,6 Hektare

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:07 WITA

Putus Rantai Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Sumbawa Gratiskan Penuh Siswa Sekolah Rakyat Berasrama

Jumat, 18 September 2026 - 17:23 WITA

Unram–Massey University Perluas Kerja Sama, Siapkan Riset Pangan dan Joint Master

Jumat, 18 September 2026 - 17:03 WITA

UMMAT Wisuda 997 Lulusan, 226 Raih Cumlaude dan Total Alumni Tembus 29.011

Kamis, 17 September 2026 - 10:37 WITA

Kemensos Salurkan Bantuan untuk 35 Anak Yatim dan Keluarga Kurang Mampu di Narmada

Berita Terbaru