Tanpa Open Bidding, BKD NTB Targetkan Pengisian Jabatan Tuntas Akhir September

Avatar photo

Jumat, 4 September 2026 - 07:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BKD NTB Tri Budi Prayitno

Kepala BKD NTB Tri Budi Prayitno

MATARAM, ntbkita.com-Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Nusa Tenggara Barat menargetkan pengisian jabatan kosong di lingkungan Pemprov NTB tuntas sebelum Oktober 2026. Kali ini, BKD tidak menggunakan mekanisme seleksi terbuka atau open bidding, tetapi mengandalkan sistem manajemen talenta digital.

Kepala BKD NTB Tri Budi Prayitno mengatakan sistem akan memunculkan calon pejabat berdasarkan pemetaan 9-box matrix pada aplikasi MyASN.

BKD kemudian mengambil daftar calon suksesor dari kotak talenta 7, 8, dan 9 untuk mengisi posisi yang kosong.

“Kami menyikapi masukan dan desakan dari rekan-rekan di DPRD. Untuk pengisian jabatan kosong ini, prosesnya sudah tersistem. Kita tinggal mengunduh daftar calon suksesor yang berada di kotak talenta 7, 8, dan 9 untuk diajukan kepada pimpinan,” katanya.

Sistem MyASN Petakan Calon Pejabat

Tri Budi menjelaskan sistem manajemen talenta menilai ASN melalui sejumlah indikator.

Indikator itu meliputi kualifikasi pendidikan, penilaian kinerja, kompetensi, hingga rekam jejak.

MyASN menghimpun seluruh data itu dan menghubungkannya dengan sistem manajemen talenta.

Baca Juga :  Pemprov NTB Ajukan KUA-PPAS 2027, Fokus Kemiskinan hingga Agromaritim

Karena itu, BKD tidak perlu memulai pencarian kandidat dari awal setiap kali muncul jabatan kosong.

“Setiap kali posisi kosong diakses di sistem, nama-nama kandidat yang memenuhi kualifikasi otomatis muncul. Daftar suksesor dari kotak 7, 8, dan 9 ini yang kemudian kita serahkan kepada pimpinan untuk pendalaman lebih lanjut,” terang Tri Budi.

BKD akan memakai mekanisme itu untuk sejumlah posisi, termasuk Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan jabatan eselon lainnya.

Selanjutnya, pimpinan akan mendalami nama-nama yang masuk dalam daftar kandidat potensial.

DPRD Soroti Banyak Jabatan Kosong

Sebelumnya, DPRD NTB menyoroti kekosongan puluhan jabatan eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemprov NTB.

Dewan menilai banyaknya pejabat berstatus Pelaksana Tugas (Plt) dapat membatasi pengambilan keputusan strategis.

Selain itu, kondisi itu berpotensi memengaruhi penyerapan anggaran dan kinerja organisasi perangkat daerah.

Tri Budi mengatakan Pemprov merespons sorotan itu dengan mempercepat pengisian jabatan melalui manajemen talenta.

Baca Juga :  Pemprov NTB dan Pemkot Mataram Bagikan Bendera Sambut HUT Ke-81 RI

Menurutnya, sistem menggunakan data objektif untuk memetakan kandidat berdasarkan prinsip meritokrasi, kualifikasi, kompetensi, dan rekam jejak.

“Prosesnya berbasis data objektif sehingga meminimalisasi subjektivitas. Daftar nama kandidat potensial dari sistem ini yang sedang disiapkan untuk disampaikan kepada pimpinan guna pendalaman lebih lanjut,” katanya.

BKD Targetkan Tuntas sebelum Oktober

BKD optimistis mekanisme manajemen talenta dapat memangkas waktu pengisian jabatan.

Berbeda dengan seleksi terbuka yang membutuhkan tahapan lebih panjang, sistem memungkinkan BKD langsung melihat kandidat yang memenuhi kriteria.

Karena itu, Tri Budi menargetkan seluruh proses pengisian jabatan kosong pada eselon II, III, dan IV selesai pada akhir September.

“Insya Allah akhir September atau sebelum Oktober semua sudah tuntas,” katanya.

Pemprov berharap percepatan itu dapat segera menghadirkan pejabat definitif sekaligus memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah.

Dengan sistem manajemen talenta, BKD juga ingin memastikan pengisian jabatan tidak hanya berlangsung cepat, tetapi tetap bertumpu pada kompetensi, kinerja, kualifikasi, dan rekam jejak ASN.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Lombok Barat Bangun Big Data, Citra Satelit BRIN hingga AI Jadi Basis Kebijakan
Gubernur Iqbal Ingin Hentikan Hibah Uang lewat Pokir DPRD, Ganti dengan Program
Nyemulak Jadi Titik Awal Sade Bangkit dari Kebakaran
Putri Mahkota Victoria dari Swedia Akan Kunjungi Lombok, Bawa Agenda Pembangunan Berkelanjutan
Gubernur Iqbal Buka Jalan Kepastian Kelola Hutan Sesaot setelah Penantian 40 Tahun
Museum Sade Tak Sekadar Pajang Koleksi, Perjalanan Warga Jadi Cerita Utama
Gubernur Iqbal dan Wali Kota Mohan Turun ke Rembiga, Cari Solusi Macet dan Jaga UMKM
Gubernur Iqbal dan Danlanal Mataram Perkuat Sinergi Pengamanan Perairan NTB

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 13:45 WITA

Pemkab Lombok Barat Bangun Big Data, Citra Satelit BRIN hingga AI Jadi Basis Kebijakan

Jumat, 4 September 2026 - 10:22 WITA

Gubernur Iqbal Ingin Hentikan Hibah Uang lewat Pokir DPRD, Ganti dengan Program

Kamis, 3 September 2026 - 21:16 WITA

Nyemulak Jadi Titik Awal Sade Bangkit dari Kebakaran

Kamis, 3 September 2026 - 17:13 WITA

Putri Mahkota Victoria dari Swedia Akan Kunjungi Lombok, Bawa Agenda Pembangunan Berkelanjutan

Rabu, 2 September 2026 - 10:04 WITA

Gubernur Iqbal Buka Jalan Kepastian Kelola Hutan Sesaot setelah Penantian 40 Tahun

Berita Terbaru