Pemprov NTB Genjot Hilirisasi Pangan dan Pariwisata Berkualitas

Avatar photo

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM, ntbkita.com-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Komisi VII DPR RI memperkuat sinergi untuk mendorong transformasi ekonomi daerah.

Kolaborasi itu menyasar hilirisasi, penguatan sektor pangan, serta pengembangan pariwisata berkualitas.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan arah pembangunan itu saat menerima kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI, Selasa (11/8/2026).

Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay memimpin rombongan dalam pertemuan di Ruang Rapat Tambora Kantor Gubernur NTB.

NTP NTB Naik Menjadi 132

Iqbal mengatakan struktur ekonomi NTB semakin kuat. Menurutnya, pertumbuhan tidak lagi hanya bertumpu pada pertambangan.

Sektor pertanian dan pariwisata kini ikut memperkuat perekonomian daerah.

Salah satu indikatornya terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) NTB yang mencapai 132. Angka itu naik dari posisi sebelumnya sebesar 123.

Selain itu, NTP NTB berada di atas rata-rata nasional sebesar 127.

“Ini menunjukkan bahwa sektor pertanian kita memberikan return yang cukup baik bagi petani. Hortikultura dan perkebunan juga tumbuh cukup baik,” ujar Miq Iqbal.

Menurut Iqbal, perkembangan itu membuka peluang untuk memperbesar nilai tambah dari komoditas lokal.

Karena itu, Pemprov NTB ingin mendorong hilirisasi agar hasil produksi tidak langsung keluar daerah dalam bentuk bahan mentah.

Pemprov Dorong Hilirisasi Udang Vaname

Sektor perikanan menjadi salah satu sasaran hilirisasi.

Iqbal mencontohkan udang vaname yang sebagian produksinya masih keluar NTB untuk menjalani proses lanjutan sebelum ekspor.

Pemprov ingin menarik investasi pengolahan agar proses produksi memberi nilai tambah lebih besar di dalam daerah.

“Prioritas kami adalah mendorong investasi hilirisasi di NTB. Minimal sampai proses packing, sehingga dokumen dan status ekspornya dapat tercatat atas nama NTB,” jelasnya.

Baca Juga :  Wamenpar Resmikan Sade Social Space, Mandalika Tambah 38 Kamar dan Fasilitas Olahraga

Melalui strategi itu, pemerintah berharap aktivitas pengolahan dapat mendorong investasi sekaligus membuka lapangan kerja.

Selain itu, NTB berpeluang mencatat nilai ekspor lebih besar dari komoditas yang memang berasal dari daerah.

Jagung dan Kelor Disiapkan untuk Pakan Lokal

Pemprov juga mengembangkan pakan mandiri untuk mendukung sektor peternakan.

Pemerintah memanfaatkan jagung sebagai salah satu bahan utama. Selain itu, kelor masuk kajian sebagai bahan alternatif karena tersedia melimpah dan memiliki kandungan nutrisi.

“Kita ingin melihat bagaimana kelor dapat menjadi bagian dari solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan pakan dari luar,” katanya.

Pengembangan pakan lokal bertujuan menekan biaya produksi peternak sekaligus memperkuat rantai ekonomi daerah.

Selanjutnya, Pemprov mendorong kawasan percontohan sapi perah terintegrasi di Sembalun.

Konsep itu mencakup penyediaan pakan, pembibitan, pengolahan susu, hingga pengembangan produk turunannya.

NTB Fokus Kejar Wisatawan Berkualitas

Selain pangan, Pemprov NTB menempatkan pariwisata sebagai penggerak ekonomi utama.

Iqbal mengatakan kunjungan wisatawan ke NTB terus menunjukkan tren positif.

Namun, pemerintah tidak hanya mengejar jumlah wisatawan.

Pemprov mengarahkan pengembangan sektor itu menuju konsep quality tourism dengan memperhatikan lama tinggal, belanja wisatawan, kelestarian lingkungan, dan budaya lokal.

“Yang kita kejar bukan hanya jumlah wisatawan, tetapi kualitas wisatawan, lama tinggal, dan belanjanya. Pada saat yang sama kita harus memastikan budaya lokal dan daya dukung lingkungan tetap terjaga,” tegasnya.

Pendekatan itu diharapkan meningkatkan manfaat ekonomi pariwisata tanpa mengorbankan lingkungan dan identitas daerah.

Pemprov Ingin Tuntaskan Persoalan Gili Tramena

Gili Tramena menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian khusus.

Baca Juga :  Astindo NTB Gandeng Mitra Malaysia Pasarkan Tiket MotoGP Mandalika 2026

Kawasan itu mencakup Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air.

Iqbal mengatakan pengembangan pariwisata di tiga gili harus berjalan bersama penyelesaian persoalan mendasar.

Persoalan itu mencakup status kawasan, lahan, ketersediaan air bersih, dan pengelolaan sampah.

Pemprov NTB bersama pemerintah pusat dan lembaga terkait tengah mendorong penyelesaian berbagai persoalan secara menyeluruh.

“Kami ingin persoalan ini selesai pada akhir tahun. Penyelesaiannya harus one for all, semua kita selesaikan, baik dari sisi hukum maupun konservasi,” jelas Miq Iqbal.

Selain persoalan kawasan, Pemprov menyiapkan solusi penyediaan air bersih menggunakan sistem beach well.

Sementara itu, pemerintah mengarahkan pengolahan sampah menggunakan teknologi yang sesuai dengan karakter wilayah kepulauan.

Komisi VII Dorong Wisatawan Tak Hanya Kenal Bali

Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai Gili Tramena memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan mancanegara.

Menurutnya, pemerintah perlu mendorong pemerataan perjalanan wisata di luar Bali.

“Wisatawan yang datang dari luar negeri jangan hanya mengenal Bali. Destinasi seperti Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan juga harus kita arahkan menjadi bagian dari perjalanan wisata mereka,” katanya.

Saleh memastikan Komisi VII akan membawa berbagai aspirasi Pemprov NTB dalam pembahasan bersama kementerian dan lembaga mitra.

Pembahasan akan mencakup pariwisata, infrastruktur, lingkungan, air bersih, pengelolaan sampah, industri pakan lokal, dan UMKM.

Melalui kolaborasi itu, Pemprov NTB ingin memastikan sumber daya daerah menghasilkan nilai tambah lebih besar.

Hilirisasi, penguatan pangan, dan pariwisata berkualitas juga diharapkan mampu memperluas investasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sensus Ekonomi NTB Capai 94 Persen, Pemprov Perkuat Kebijakan Berbasis Data
DBH Diperkirakan Hanya Rp 13,3 Miliar, Pemprov NTB Ketatkan Belanja
Keringanan Pajak Dorong 4.072 Kendaraan Luar Daerah Mutasi ke NTB
Efisiensi Kendaraan Dinas Hemat Anggaran Pemkot Mataram sebesar Rp 3 Miliar
Pemprov NTB Dorong UMKM Naik Kelas lewat KUR hingga Pasar Ekspor
Pemprov NTB Siapkan Petani Muda lewat Sekolah Pertanian
Investasi NTB Tembus Rp 33,73 Triliun, UMKM Naik 22,28 Persen
Kejari Lombok Tengah Pulihkan Rp 2,16 Miliar Tunggakan Pajak Daerah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:54 WITA

Sensus Ekonomi NTB Capai 94 Persen, Pemprov Perkuat Kebijakan Berbasis Data

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:58 WITA

Pemprov NTB Genjot Hilirisasi Pangan dan Pariwisata Berkualitas

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:39 WITA

DBH Diperkirakan Hanya Rp 13,3 Miliar, Pemprov NTB Ketatkan Belanja

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:28 WITA

Keringanan Pajak Dorong 4.072 Kendaraan Luar Daerah Mutasi ke NTB

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:41 WITA

Efisiensi Kendaraan Dinas Hemat Anggaran Pemkot Mataram sebesar Rp 3 Miliar

Berita Terbaru

Rapat koordinasi terkait penanggulangan radikalisme di NTB.

Hukum

Dinsos P3A Catat 25 Anak di NTB Terpapar Paham Radikalisme

Kamis, 13 Agu 2026 - 17:28 WITA