MATARAM, ntbkita.com-Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan Pemerintah Kota Mataram mencopot H Sudirman dari jabatan Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang (AMGM).
Selanjutnya, dua pemerintah daerah selaku pemegang saham menunjuk Hj Aini Kurniati sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama PT AMGM.
Pemegang saham mengambil langkah itu untuk menjaga stabilitas operasional perusahaan. Selain itu, Aini akan memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan.
Pergantian pimpinan berlangsung saat aparat penegak hukum menangani dugaan penyimpangan di internal perusahaan.
DPRD Minta Pelayanan Tetap Berjalan
Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram Irawan Aprianto meminta manajemen menjaga pelayanan air bersih selama masa transisi.
Menurutnya, pergantian direktur utama tidak boleh hanya menjadi langkah untuk mengisi kekosongan jabatan. Sebaliknya, manajemen perlu memakai momentum itu untuk mengevaluasi tata kelola perusahaan.
“Kami menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Di sisi lain, kami mengucapkan selamat kepada Ibu Hj. Aini Kurniati atas amanah baru ini,” kata Irawan.
Irawan menilai proses hukum dan pelayanan publik harus berjalan beriringan. Karena itu, penanganan perkara tidak boleh mengganggu distribusi air bersih bagi warga Kota Mataram dan Lombok Barat.
“Kami berharap kepemimpinan sementara ini mampu menjaga stabilitas organisasi, memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal, serta menjaga kepercayaan pelanggan,” ujarnya.
Manajemen Diminta Benahi Tata Kelola
Selain menjaga pelayanan, Komisi II DPRD Kota Mataram meminta manajemen baru memperkuat tata kelola perusahaan.
Irawan menilai persoalan yang menimpa pimpinan PT AMGM tidak hanya menyangkut individu. Menurutnya, peristiwa itu juga menjadi peringatan untuk memperbaiki sistem perusahaan secara menyeluruh.
Karena itu, manajemen perlu meningkatkan transparansi dan memperkuat pengendalian internal. Selanjutnya, jajaran direksi harus menindaklanjuti rekomendasi hasil pemeriksaan maupun pengawasan.
“Kami berharap jajaran manajemen menjadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk memperkuat tata kelola perusahaan yang baik, meningkatkan transparansi, memperkuat sistem pengendalian internal, dan menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil pemeriksaan maupun pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Di sisi lain, Irawan menempatkan akuntabilitas dan pengawasan internal sebagai unsur penting bagi perusahaan milik daerah.
Menurutnya, kinerja perusahaan penyedia layanan publik tidak hanya bergantung pada kontribusi keuangan. Masyarakat juga menilai kualitas pelayanan dan integritas perusahaan.
Komisi II Kawal Masa Transisi
Sementara itu, Komisi II DPRD Kota Mataram akan mengawasi operasional PT AMGM selama masa transisi.
DPRD juga siap mendukung langkah perbaikan yang mampu meningkatkan pelayanan, memperkuat kinerja perusahaan, dan menambah kontribusi terhadap pendapatan asli daerah.
“Kami di Komisi II akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara objektif dan konstruktif. Kami siap mendukung setiap langkah perbaikan yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperkuat kinerja perusahaan, serta meningkatkan kontribusi Perumda Air Minum Giri Menang terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” pungkas Irawan.
Pada akhirnya, Aini Kurniati menghadapi dua tugas utama selama memimpin PT AMGM. Ia harus menjaga kelancaran pelayanan air bersih sekaligus menjalankan pembenahan internal secara profesional.










Komentar