MATARAM, ntbkita.com-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia memperkuat kolaborasi untuk mendorong investasi. Langkah itu menyusul pertumbuhan ekonomi NTB yang mencapai 13,24 persen.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengapresiasi capaian itu. Menurutnya, NTB mencatat salah satu pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.
Komitmen kolaborasi mengemuka dalam Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Kehormatan, Dewan Penasihat, Dewan Pertimbangan, dan Dewan Pengurus Kadin NTB Masa Bakti 2025–2030.
Kegiatan berlangsung di Prime Plaza Hotel, Mataram, Rabu (29/7/2026).
Pemprov Buka Ruang bagi Dunia Usaha
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menempatkan Kadin sebagai mitra strategis pemerintah. Kadin dapat membantu pemerintah membangun iklim investasi, memperkuat sektor produktif, dan mempercepat transformasi ekonomi.
Karena itu, Pemprov NTB terus membuka ruang kolaborasi bagi dunia usaha. Pemerintah juga berupaya memberikan kepastian kepada investor.
“Saya ingin menciptakan suasana yang benar-benar mendukung dunia usaha. Silakan teman-teman Kadin memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia untuk kegiatan maupun pertemuan dengan mitra bisnis,” ujar Miq Iqbal.
Menurutnya, dunia usaha tidak boleh hanya melihat dinamika ekonomi global sebagai hambatan. Sebaliknya, pelaku usaha perlu menangkap peluang melalui inovasi dan penguatan sektor unggulan.
“Daripada terus fokus pada krisis, lebih baik kita fokus mencari peluang yang muncul dari setiap tantangan. Dunia sedang berubah dan cara berpikir kita juga harus berubah,” katanya.
Pertanian Jadi Peluang Investasi Baru
Miq Iqbal mengatakan arah pembangunan ekonomi NTB kini bertumpu pada fondasi yang lebih luas. Selain industri pengolahan dan pariwisata, pemerintah mengembangkan pertanian, agribisnis, agromaritim, agroforestri, industri garam, serta ketahanan pangan.
Selain itu, Nilai Tukar Petani NTB telah mencapai 131. Angka itu melampaui rata-rata nasional.
Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Pertanian mencapai 135. Capaian itu menunjukkan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.
“Saya mengajak dunia usaha menjadikan sektor pertanian, agribisnis, agromaritim, agroforestri, dan ketahanan pangan sebagai peluang investasi baru yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” ujarnya.
Pemprov NTB juga memperkuat akses pembiayaan bagi UMKM. Selanjutnya, pemerintah mengembangkan koperasi multipihak yang menghubungkan petani, pelaku usaha, lembaga pembiayaan, distributor, dan pasar.
Kadin Siap Promosikan Potensi NTB
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menilai pertumbuhan ekonomi NTB memiliki kualitas yang baik.
“NTB adalah daerah dengan pertumbuhan ekonomi nomor dua di Indonesia. Ini harus kita syukuri dan kita beri apresiasi kepada pemerintah daerah beserta seluruh pelaku usaha yang telah bekerja keras,” katanya.
Menurut Anindya, industri pengolahan, pertambangan, pariwisata, pertanian, dan sektor produktif lain menopang pertumbuhan ekonomi NTB.
Dengan demikian, struktur ekonomi NTB semakin beragam dan memiliki daya tahan dalam menghadapi dinamika global.
Anindya juga mengapresiasi kolaborasi NTB bersama Bali dan Nusa Tenggara Timur. Kerja sama itu menyasar konektivitas pariwisata, pengembangan wellness tourism, dan perluasan pasar produk unggulan.
Selain itu, Kadin Indonesia siap mempromosikan potensi investasi NTB melalui jaringan internasional. Kadin juga akan memperkenalkan produk unggulan daerah kepada investor dan mitra bisnis global.
Anindya menilai perdagangan, pekerja migran, dan UMKM menjadi tiga sektor yang perlu mendapat penguatan. Namun, pemerintah harus mengimbanginya dengan pembangunan berkelanjutan dan kepastian regulasi.
“Pelaku usaha tidak hanya membutuhkan kemudahan, tetapi juga kepastian. Kepastian hukum, kepastian perizinan, dan kepastian regulasi menjadi kunci untuk menarik investasi,” tegasnya.
Pengurus Baru Perkuat Sinergi
Ketua Kadin NTB H Faurani menyatakan kepengurusan baru siap memperkuat sinergi bersama Pemprov NTB.
Kadin NTB akan mendukung pelaku UMKM dan wirausaha baru. Selain itu, organisasi itu akan menghimpun aspirasi dunia usaha sebagai bahan penyusunan kebijakan ekonomi daerah.
Pelantikan pengurus Kadin NTB periode 2025–2030 menjadi momentum penguatan kemitraan pemerintah dan dunia usaha.
Melalui kolaborasi itu, Pemprov NTB dan Kadin ingin memperluas kesempatan kerja, memperkuat sektor produktif, serta meningkatkan daya saing daerah.










Komentar