Pesan Kesetaraan Menggema saat Salat Idul Adha di Lapangan Bumi Gora

Avatar photo

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Salat Idul Adha di lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB. (humas pemprov NTB)

Salat Idul Adha di lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB. (humas pemprov NTB)

MATARAM, ntbkita.com-Ribuan umat Islam memadati Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Rabu (27/5). Mereka mengikuti Salat Idul Adha 1447 Hijriah dengan penuh kekhusyukan.

Sejak pagi, masyarakat dari berbagai kalangan mulai berdatangan ke halaman Kantor Gubernur NTB. Suasana religius terasa sepanjang pelaksanaan ibadah.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal hadir bersama jajaran Pemerintah Provinsi NTB. Ribuan jamaah juga mengikuti rangkaian Salat Idul Adha hingga selesai.

Idul Adha Jadi Momentum Kepedulian

Sebelum salat dimulai, Sekretaris Daerah NTB Abul Chair mewakili Gubernur NTB mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial dan persaudaraan.

Menurutnya, Idul Adha mengajarkan nilai kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT. Nilai itu tidak membedakan status sosial, jabatan, maupun latar belakang kehidupan.

Bertindak sebagai imam Salat Idul Adha Dr. TGH. Sabarudin Abdurrahman. Sementara khutbah Idul Adha disampaikan Dr. TGH Muslihuddin Mustaqim.

Teladan Keikhlasan Nabi Ibrahim

Dalam khutbahnya, Dr. TGH Muslihuddin Mustaqim mengajak umat Islam meneladani keikhlasan dan ketaatan Nabi Ibrahim AS serta Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Baca Juga :  Gubernur Iqbal: Setiap Rupiah APBD Harus Berdampak bagi Masyarakat

Menurutnya, Idul Adha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban. Momentum ini juga menghadirkan nilai pengorbanan, kasih sayang, dan solidaritas sosial dalam kehidupan sehari-hari.

“Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS telah memberikan teladan agung tentang keikhlasan dan ketaatan. Pengorbanan yang mereka lakukan bukan karena kepentingan duniawi, melainkan semata-mata untuk menjalankan perintah Allah SWT,” ujarnya.

Ia juga menyoroti makna kesetaraan dalam pelaksanaan ibadah haji. Seluruh umat Islam hadir tanpa sekat jabatan, kekayaan, maupun status sosial.

“Ibadah haji mengajarkan kepada kita bahwa manusia adalah setara. Tidak ada perbedaan antara yang kaya dan miskin, antara pejabat dan rakyat biasa. Semua berdiri di hadapan Tuhan yang sama,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan hakikat kurban menghadirkan kepedulian sosial. Kurban juga menjadi sarana berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang membutuhkan.

“Hakikat kurban adalah menghadirkan kepedulian sosial. Ketika kita berbagi dengan saudara-saudara yang membutuhkan, di situlah nilai pengorbanan, kasih sayang, dan keadilan sosial diwujudkan,” ungkapnya.

TGH Muslihuddin Mustaqim berharap nilai Idul Adha tidak berhenti pada seremoni ibadah. Nilai itu harus terus hidup melalui sikap saling membantu, menjaga persaudaraan, dan memperkuat kebersamaan.

Baca Juga :  Astra Ajak Anak Muda NTB Terhubung dalam Aksi

“Mari kita jadikan Idul Adha sebagai momentum mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat kebersamaan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama demi terwujudnya masyarakat yang harmonis dan diridhai Allah SWT,” tutupnya.

Pelaksanaan Salat Idul Adha di Lapangan Bumi Gora berlangsung tertib dan khusyuk. Ribuan jamaah mengikuti seluruh rangkaian ibadah hingga akhir.

Salah seorang jamaah Muhammad Ali, warga Lingkungan Karang Kelok, mengaku bersyukur bisa mengikuti Salat Idul Adha bersama masyarakat di halaman Kantor Gubernur NTB.

“Alhamdulillah saya bisa hadir mengikuti Shalat Idul Adha di halaman Kantor Gubernur ini. Semoga tahun depan pelaksanaannya semakin baik dan penuh kebersamaan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Farida, warga Kampung Jawa. Ia berharap pelaksanaan Salat Idul Adha tahun depan semakin tertata. Dengan begitu, suasana ibadah menjadi lebih nyaman dan khusyuk. Momentum Idul Adha 1447 Hijriah di Bumi Gora menjadi pengingat penting. Nilai keikhlasan, persaudaraan, dan kepedulian sosial menjadi fondasi dalam membangun kehidupan masyarakat NTB yang harmonis, religius, dan saling menguatkan.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belajar dari Gempa NTT, Gubernur Iqbal Siapkan Satgas Kebencanaan NTB
Manajemen Talenta Mulai Berlaku, Pemprov NTB Petakan Kompetensi ASN
Maulid Nabi, Pemprov NTB Ajak Warga Tahan Amarah dan Jaga Persaudaraan
KUA-PPAS 2027 Disepakati, Pendapatan NTB Ditargetkan Rp 6,22 Triliun
Pemprov NTB Minta Polemik Warga Lombok di Bali Tak Jadi Sentimen Antardaerah
Karhutla NTB Capai 8.895 Hektare, Pemprov NTB Perkuat Kesiapsiagaan
Titik Panas NTB Melonjak Jadi 139, BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran
BRIN dan BRIDA NTB Jajaki SWRO untuk Atasi Krisis Air di Pesisir Sekotong

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:01 WITA

Belajar dari Gempa NTT, Gubernur Iqbal Siapkan Satgas Kebencanaan NTB

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:03 WITA

Manajemen Talenta Mulai Berlaku, Pemprov NTB Petakan Kompetensi ASN

Selasa, 25 Agustus 2026 - 05:52 WITA

Maulid Nabi, Pemprov NTB Ajak Warga Tahan Amarah dan Jaga Persaudaraan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:56 WITA

KUA-PPAS 2027 Disepakati, Pendapatan NTB Ditargetkan Rp 6,22 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:45 WITA

Karhutla NTB Capai 8.895 Hektare, Pemprov NTB Perkuat Kesiapsiagaan

Berita Terbaru

Event Ekraf Mania

Ekonomi

Disparekraf NTB Siapkan Creative Hub dan Ekraf Satu Data

Jumat, 14 Agu 2026 - 17:50 WITA