Pemda Lotim Gencar Program LSDP Guna Transformasi Pengelolaan Sampah

Avatar photo

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

‎‎Lombok Timur Lombokgokus.com – ‎Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur (Lotim) tengah berupaya keras untuk masuk dalam daftar 30 daerah penerima program hibah Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) dari Bank Dunia.

‎‎Dimana program tersebut difokuskan pada peningkatan layanan publik, khususnya transformasi sistem pengelolaan sampah menjadi lebih modern dan terintegrasi.

‎Bupati Lotim melalui Sekretaris Daerah (Sekda) H. Muhammad Juaini Taufik menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan lahan seluas minimal 2 hektar dari total 15 hektar area Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) untuk dijadikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Baca Juga :  NTB Siapkan Raperda Pinjol Ilegal dan Judi Online, DPRD Dorong Pembentukan Satgas

‎‎”Pemda Lotim sudah menyiapkan lahan sesuai dengan kebutuhan LSDP itu, dimana 2 hektar lahan sudah di siapkan,” Ujar Juaini pada Senin, 11 Mei 2026.

Baca Juga :  Menteri LH dan Gubernur NTB Perkuat Gerakan Penyelamatan Lingkungan

‎‎Melalui fasilitas ini, sampah tidak lagi hanya ditimbun, melainkan diolah menjadi produk bernilai ekonomi atau sumber energi terbarukan.

“Kami telah menyerahkan seluruh dokumen perencanaan mulai dari RPJPD, RPJMD, hingga Master plan Persampahan kepada pemerintah pusat,” Lanjutnya.

‎‎Dimana langkah ini juga merupakan respons terhadap aspirasi masyarakat dan elemen mahasiswa terkait isu darurat sampah.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KUA-PPAS 2027 Disepakati, Pendapatan NTB Ditargetkan Rp 6,22 Triliun
Pemprov NTB Minta Polemik Warga Lombok di Bali Tak Jadi Sentimen Antardaerah
Karhutla NTB Capai 8.895 Hektare, Pemprov NTB Perkuat Kesiapsiagaan
Titik Panas NTB Melonjak Jadi 139, BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran
BRIN dan BRIDA NTB Jajaki SWRO untuk Atasi Krisis Air di Pesisir Sekotong
NTB Kirim 465 Anggota Pramuka ke Jamnas XII 2026
Gubernur Iqbal Minta Manajemen Risiko Jadi Dasar Keputusan Pemprov NTB
Tumpukan Sampah TPS Sandubaya Menyusut Jadi 2.000–3.000 Ton

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:56 WITA

KUA-PPAS 2027 Disepakati, Pendapatan NTB Ditargetkan Rp 6,22 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:46 WITA

Pemprov NTB Minta Polemik Warga Lombok di Bali Tak Jadi Sentimen Antardaerah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:34 WITA

Titik Panas NTB Melonjak Jadi 139, BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:23 WITA

BRIN dan BRIDA NTB Jajaki SWRO untuk Atasi Krisis Air di Pesisir Sekotong

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:35 WITA

NTB Kirim 465 Anggota Pramuka ke Jamnas XII 2026

Berita Terbaru

Event Ekraf Mania

Ekonomi

Disparekraf NTB Siapkan Creative Hub dan Ekraf Satu Data

Jumat, 14 Agu 2026 - 17:50 WITA