Korwil BGN Lombok Tengah Turun Langsung, Pantau Ketat Pembenahan SPPG

Avatar photo

Selasa, 7 April 2026 - 10:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Lombok Tengah | Lombok Fokus — Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Lombok Tengah, Muhammad Ihsan, turun langsung memantau proses pembenahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sebelumnya ditutup sementara karena belum memenuhi standar.

Pemantauan lapangan yang dilakukan pada Senin (6/4/2026) tersebut menyasar puluhan titik dapur pelayanan gizi yang tersebar di 12 kecamatan. Langkah ini menegaskan peran aktif Korwil BGN Lombok Tengah dalam memastikan seluruh mitra menjalankan perbaikan secara nyata, bukan sekadar administratif.

“Kami turun langsung untuk memastikan proses pembenahan benar-benar berjalan di lapangan. Ini penting agar semua mitra SPPG memenuhi standar fasilitas sesuai SOP,” tegas Ihsan.

Baca Juga :  Baru 24 Persen Pekerja NTB Ikut BPJS Ketenagakerjaan, Komisi IX Desak Pemda Bergerak

Dalam pemantauan itu, Korwil BGN Lombok Tengah menitikberatkan pada pembenahan fasilitas utama, seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), yang menjadi syarat mutlak operasional.

Dari hasil monitoring, sejumlah mitra SPPG mulai menunjukkan progres dengan melakukan pemasangan IPAL dan pengurusan SLHS. Meski demikian, masih ditemukan beberapa kekurangan yang perlu segera dilengkapi.

“Kami ingin memastikan ada komitmen dan keseriusan dari seluruh mitra. Sudah ada yang mulai berbenah, tapi masih ada yang perlu didorong agar memenuhi standar BGN,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemantauan akan terus dilakukan secara berkala hingga seluruh SPPG dinyatakan siap beroperasi kembali. Hal ini penting agar layanan pemenuhan gizi kepada masyarakat tidak terganggu dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Wagub NTB Peragakan Tenun Renda Muna Pa’a dan Pringgasela di IFW 2026

Namun demikian, Ihsan menegaskan bahwa kewenangan pembukaan kembali SPPG berada di tingkat pusat. Pihaknya hanya melakukan verifikasi dan pelaporan hasil di lapangan.

“Hasil pemantauan sudah kami laporkan melalui sistem. Nanti BGN pusat yang akan menilai dan menentukan SPPG mana yang sudah layak beroperasi kembali,” tandasnya.

Dengan pengawasan langsung dari Korwil BGN Lombok Tengah, diharapkan seluruh mitra SPPG dapat mempercepat pembenahan dan memenuhi standar, sehingga pelayanan gizi bagi masyarakat dapat kembali berjalan optimal dan tepat sasaran.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KUA-PPAS 2027 Disepakati, Pendapatan NTB Ditargetkan Rp 6,22 Triliun
Pemprov NTB Minta Polemik Warga Lombok di Bali Tak Jadi Sentimen Antardaerah
Karhutla NTB Capai 8.895 Hektare, Pemprov NTB Perkuat Kesiapsiagaan
Titik Panas NTB Melonjak Jadi 139, BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran
BRIN dan BRIDA NTB Jajaki SWRO untuk Atasi Krisis Air di Pesisir Sekotong
NTB Kirim 465 Anggota Pramuka ke Jamnas XII 2026
Gubernur Iqbal Minta Manajemen Risiko Jadi Dasar Keputusan Pemprov NTB
Tumpukan Sampah TPS Sandubaya Menyusut Jadi 2.000–3.000 Ton

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:56 WITA

KUA-PPAS 2027 Disepakati, Pendapatan NTB Ditargetkan Rp 6,22 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:46 WITA

Pemprov NTB Minta Polemik Warga Lombok di Bali Tak Jadi Sentimen Antardaerah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:34 WITA

Titik Panas NTB Melonjak Jadi 139, BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:23 WITA

BRIN dan BRIDA NTB Jajaki SWRO untuk Atasi Krisis Air di Pesisir Sekotong

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:35 WITA

NTB Kirim 465 Anggota Pramuka ke Jamnas XII 2026

Berita Terbaru

Event Ekraf Mania

Ekonomi

Disparekraf NTB Siapkan Creative Hub dan Ekraf Satu Data

Jumat, 14 Agu 2026 - 17:50 WITA