ITDC Tambah Slot UMKM di MotoGP Mandalika dan Dekatkan Lapak ke Penonton

Avatar photo

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku UMKM melayani penonton di area Sirkuit Mandalika saat ajang MotoGP. (themandalikagp.com)

Pelaku UMKM melayani penonton di area Sirkuit Mandalika saat ajang MotoGP. (themandalikagp.com)

LOMBOK TENGAH, ntbkita.com-InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) berencana menambah slot bagi pelaku UMKM pada MotoGP Mandalika 2026.

Ajang balap dunia itu akan berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika pada 9–11 Oktober 2026.

Melalui penambahan slot, ITDC ingin memperluas dampak MotoGP terhadap ekonomi daerah. Selain itu, kebijakan itu akan membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk memasarkan produk kepada penonton.

ITDC Koordinasikan Penambahan Slot

General Manager The Mandalika Pari Wijaya mengatakan ITDC telah berkoordinasi dengan Pemprov NTB dan pemerintah kabupaten.

Selain pemerintah daerah, pihak sponsor juga berencana menggandeng pelaku UMKM. Karena itu, semakin banyak pelaku usaha lokal berpeluang terlibat dalam MotoGP Mandalika.

“Dengan langkah ini kita harapkan bisa memperbanyak peluang pelaku UKM di daerah ini untuk ikut terlibat di ajang MotoGP,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Namun, ITDC belum menentukan jumlah tambahan slot. Tim masih perlu menyesuaikan kapasitas area dan hasil kurasi produk.

Selanjutnya, tim akan menyeleksi UMKM berdasarkan standar serta jenis produk. Proses itu bertujuan menjaga kualitas sekaligus menghadirkan pilihan yang beragam bagi penonton.

Baca Juga :  Pemprov NTB Dorong UMKM Naik Kelas lewat KUR hingga Pasar Ekspor

Produk UMKM Harus Beragam

Pari berharap UMKM tidak hanya menawarkan kuliner atau cendera mata. Sebaliknya, pelaku usaha perlu menghadirkan berbagai produk sesuai kebutuhan penonton selama ajang berlangsung.

Menurutnya, setiap penonton memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, tim kurasi akan mengatur komposisi produk agar lapak tidak menawarkan jenis dagangan yang seragam.

“Kebutuhan penonton saat event nantinya beda-beda. Ada yang mencari kuliner, merchandise, atau produk lainnya. Inilah yang akan dijawab melalui seleksi dan kurasi produk UKM oleh tim nantinya,” katanya.

Dengan demikian, UMKM dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Pada saat yang sama, penonton memperoleh lebih banyak pilihan produk di dalam kawasan sirkuit.

Lapak Mendekat ke Grandstand

Selain menambah jumlah UMKM, ITDC akan mengatur persebaran lapak. Tim akan menyesuaikan lokasi usaha dengan jumlah grandstand dan pintu masuk penonton.

Selanjutnya, ITDC akan menempatkan produk yang berbeda pada sejumlah titik. Strategi itu akan mendekatkan UMKM kepada penonton sekaligus mengurangi penumpukan pada satu area.

Baca Juga :  IGPR Summit 2026 di NTB, Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Kerja Humas Pemerintah

Di sisi lain, persebaran lapak juga dapat membantu pelaku UMKM memperoleh peluang transaksi yang lebih merata.

Fasilitas Rampung Sebulan Sebelum MotoGP

Sementara itu, ITDC terus menyiapkan kawasan The Mandalika menjelang MotoGP 2026.

Tim memusatkan pekerjaan pada penataan jalan, kebersihan, akses masuk, dan penerangan. Selain itu, ITDC berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk membenahi fasilitas umum di sekitar kawasan.

ITDC menargetkan seluruh fasilitas penunjang selesai satu bulan sebelum MotoGP. Dengan target itu, pengelola memiliki waktu untuk memastikan kesiapan kawasan sebelum penonton berdatangan.

“Target kita satu bulan sebelum event MotoGP semua fasilitas penunjang di Kawasan The Mandalika sudah rapi. Agar menunjukkan kalau kita sudah siap menggelar ajang MotoGP,” tandas Pari.

Pada akhirnya, ITDC membutuhkan dukungan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Kolaborasi itu akan menentukan kesuksesan MotoGP sekaligus memperbesar manfaat ekonomi bagi UMKM NTB.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MTQ Kecamatan Lembar Ditutup, Pemkab Lombok Barat Minta Pembinaan Santri Diperkuat
Jelang MotoGP Mandalika 2026, Maskapai Ajukan 47 Penerbangan Tambahan
Lombok Tengah Uji Program Pencegahan Perundungan di 12 Sekolah
Penanganan Jalan Provinsi Tak Perlu Tunggu Perda, DPRD NTB Usulkan Kesepakatan dengan Gubernur
Pengelolaan Zakat dan Wakaf Antar Mataram Raih Penghargaan Nasional 2026
Gubernur NTB Minta Satu Data dan Dashboard Eksekutif Jadi Dasar Pengambilan Keputusan
Pemprov NTB Integrasikan SPM dengan Perencanaan dan Anggaran Daerah
Harhubnas 2026, Gubernur NTB Tekankan Konektivitas dan Keselamatan Transportasi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 16:58 WITA

MTQ Kecamatan Lembar Ditutup, Pemkab Lombok Barat Minta Pembinaan Santri Diperkuat

Jumat, 18 September 2026 - 08:08 WITA

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Maskapai Ajukan 47 Penerbangan Tambahan

Jumat, 18 September 2026 - 07:48 WITA

Lombok Tengah Uji Program Pencegahan Perundungan di 12 Sekolah

Jumat, 18 September 2026 - 06:00 WITA

Penanganan Jalan Provinsi Tak Perlu Tunggu Perda, DPRD NTB Usulkan Kesepakatan dengan Gubernur

Jumat, 18 September 2026 - 04:03 WITA

Pengelolaan Zakat dan Wakaf Antar Mataram Raih Penghargaan Nasional 2026

Berita Terbaru